Lifestyle

7 Kebiasaan Sehari-Hari Ini Ternyata Merusak Lingkungan

  by: Kezia Calesta       18/7/2018
  • Ladies, setiap tindakan kecil yang kamu lakukan setiap hari dapat memberikan dampak yang baik atau buruk untuk lingkungan sekitar. Kebanyakan orang sudah tahu bahwa penggunaan plastik dapat membahayakan lingkungan, namun apakah kamu sadar bahwa penggunaan deterjen dan facial scrub yang tidak alami juga tidak baik untuk kelestarian alam? Berikut adalah 7 kebiasaan sehari-hari yang ternyata merusak lingkungan.


    1. Menggunakan deterjen

    Siapa sangka bahwa mencuci baju sebenarnya dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan? Faktanya adalah, deterjen yang mengandung fosfat dapat memicu pertumbuhan lumut dalam air segar. Akibatnya, oksigen yang tersedia untuk makhluk laut pun semakin menipis.



    Pemutih pakaian juga dapat mengganggu lingkungan sekitar, lho. Pemutih klorin yang tercampur dengan kandungan mineral dalam air dapat membentuk toksin yang berbahaya! Untuk mengurangi efek buruk tersebut, carilah alternatif yang lebih ramah lingkungan di toko terdekat.


    2. Mencuci muka dengan eksfolian

    Pernah menggunakan facial wash dengan kandungan microbeads? Just so you know, microbeads adalah bulir-bulir kecil dalam sabun wajah kamu yang berguna sebagai scrub untuk mengelupas sel kulit mati. Namun sayangnya, microbeads sebenarnya terbuat dari butiran plastik yang sangat kecil, sehingga material tersebut dapat tembus melewati filter pengolahan air dan menjadi makanan untuk hewan laut. Oh, no


    3. Menyalakan lampu saat tidak diperlukan

    Sering membiarkan lampu ruangan menyala saat meninggalkan ruangan? Ingat untuk mematikan lampu saat tidak diperlukan, karena aksi menghemat listrik akan mengurangi asap beracun yang dikeluarkan oleh pembangkit tenaga listrik. Mesin tersebut membutuhkan bahan bakar untuk bekerja, maka mematikan listrik saat tidak dibutuhkan akan menghemat uang kamu dan membantu melestarikan lingkungan.


    4. Belanja bulanan menggunakan plastik

    Tentunya, kamu pasti sudah tahu alasan mengapa plastik tidak baik untuk kelestarian lingkungan: material ini tidak bisa didaur ulang dan seringkali menjadi sampah laut. Para ilmuwan telah memprediksi bahwa pada tahun 2050, jumlah plastik di dalam laut akan melebihi jumlah ikan yang tinggal di dalamnya! So, lakukan bagianmu dengan tidak menggunakan kantong plastik saat tidak dibutuhkan, dan juga mendaur ulang dan membawa shopping bag sendiri saat berbelanja.




    5. Charging gadget semalaman

    Meskipun tidak terlalu membahayakan lingkungan, kebiasaan charging gadget semalaman sebenarnya membuang energi dan uang, lho. Saat baterai smartphone, tablet, atau laptop sudah penuh dan kamu tidak melepaskan charger-nya, energi yang terus disalurkan akan menjadi sia-sia. Jika ingin menghemat, jangan lupa melepas charger dari colokan listrik saat baterai sudah penuh!


    6. Membeli celana jins baru

    Cosmo ada fakta yang cukup mengagetkan: ternyata, dibutuhkan sekitar 2900 galon air untuk menghasilkan satu pasang celana jins. Duh, air sebanyak itu bisa mengisi 70 bak mandi, lho. The sad fact is, 1 dari 9 orang di dunia belum memiliki akses air bersih. Maka dari itu, coba pertimbangkan untuk mendonasikan celana jins kamu yang jarang terpakai atau menyimpan celana jins jadul kamu dengan baik. Siapa tahu, model tersebut akan kembali trending tahun depan!


    7. Menggunakan botol plastik atau paper cup

    Apakah kamu selalu membeli air putih di supermarket, atau kamu tipe orang yang tidak bisa bekerja sebelum membeli segelas kopi? Tentunya, kamu tahu bahwa penggunaan botol plastik dan paper cup hanya akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Daripada menggunakan botol plastik baru setiap hari, bawalah botol air sendiri dari rumah. Jika kamu seringkali mampir ke Starbucks untuk membeli kopi, belilah sebuah tumbler cantik yang tidak hanya memberikan kamu promo setiap bulannya, tetapi juga membantu melestarikan alam dengan mengurangi pemakaian paper cup. It’s time to do your part!


    (Image: doc. taira42©123RF.com)