Better You

7 Buku Bertema Body Positivity Untuk Mencintai Tubuhmu

  by: Alexander Kusumapradja       19/7/2018
  • Ibarat rumput tetangga lebih hijau, sudah menjadi sifat manusia untuk menganggap apa yang dimiliki oleh orang lebih baik dari milik sendiri, termasuk dalam soal fisik. Banyak yang merasa fisiknya lebih buruk dari orang lain dan akhirnya menjadi minder, terutama bila patokannya hanya beauty standard bak supermodel yang tentu tak bisa dimiliki semua orang. Bila dibiarkan begitu saja, bisa jadi perasaan minder itu malah berubah menjadi kondisi psikologis yang serius. That’s why, belakangan ini semboyan body positivity semakin ramai dikumandangkan. Yup, Cosmo percaya you deserve to embrace your own body, apapun bentuk tubuh kamu, asalkan tetap sehat. Tapi, kalau kamu masih merasa butuh support dan motivasi tambahan, 7 buku bertema body positivity pilihan Cosmo berikut ini bisa menjadi pilihan yang tepat to love your body and say goodbye to body shaming!


    Things No One Will Tell Fat Girls: A Handbook For Unapologetic Living oleh Jes Baker

    Menggabungkan esai personal dengan penelitian untuk melawan fat prejudice yang sudah mengakar dalam kultur populer kita, buku ini merupakan manifesto untuk memprioritaskan kesehatan mental dan body acceptance dibanding mengurangi berat badan dengan berbagai cara. Tulisan di sampul belakang buku ini menegaskan: “If you’re a person with a body, this book is for you,” dan semangat itu juga terpancar di bab-bab dalamnya dengan judul-judul yang menggelitik semisal “Salad Will Not Get You Into Heaven” dan “Cheesecake Will Not Send You to Hell.”




    Every Body Yoga: Let Go of Fear, Get On The Mat, Love Your Body oleh Jessamyn Stanley

    Memiliki followers Instagram sebanyak 366 ribu, Jessamyn Stanley bukanlah seorang instruktur yoga dan bintang Instagram pada umumnya. Dengan komitmen penuh pada body positive yoga, ia mempersembahkan buku berisi 50 pose yoga dengan foto-foto full color ini yang berguna baik bagi pemula maupun mereka yang sudah berpengalaman. Dengan pose-pose bernama “I Need to Release Fear” dan “I Want to Love Myself”, buku ini juga menceritakan proses perjuangan Jessamyn untuk menerima dan mencintai tubuhnya. 


    Shrill oleh Lindy West

    Bagi penulis, komedian, dan aktivis Lindy West, menjadi gemuk adalah sebuah fakta dan hal itu bukan hal yang buruk. Bertubuh gemuk adalah bagian dari fisiknya, namun hal itu tak membuatnya menjadi orang yang jahat atau tidak atraktif. Buku memoar yang penuh humor dan haru ini menceritakan bagaimana di masa kecil ia berusaha membaur (dan gagal) dengan orang di sekitarnya, lalu menemukan kepercayaan diri yang asalnya tak melulu dari fisik, hingga akhirnya sekarang menjadi salah satu pejuang body positivity dan feminisme.


    Beautiful You: A Daily Guide To Radical Self-Acceptance oleh Rosie Molinary

    Rosie Molinari ingin semua perempuan untuk merasa cantik, tak peduli dengan umur, warna kulit, berat badan, atau jutaan hal lainnya yang membuat kita merasa insecure pada diri sendiri. Karena itu, buku ini memuat latihan harian untuk melawan pesan negatif dan meningkatkan kepercayaan diri kamu. Setiap hari kamu diajak untuk menulis atau menggambar sesuatu untuk memperkuat hubungan antara pikiran dan tubuh, namun alih-alih meditasi, tugas-tugas di buku ini jauh lebih menyenangkan, mudah dilakukan, dan tentu saja empowering




    This Is Who I Am: Our Beauty In All Shapes and Sizes oleh Rosanne Olson

    Di buku ini, fotografer Rosanne Olson mendokumentasikan 45 wanita berumur 19 sampai 95 tahun dengan umur, etnis, ukuran, dan bentuk tubuh yang beragam. Persamaan di antara mereka hanya lah mereka semua bukan model profesional yang bersedia diajak terlibat dalam proyek ini yang tujuan utamanya adalah memaparkan semua bentuk tubuh dan kecantikannya masing-masing. 


    Hunger: A Memoir of (My) Body oleh Roxane Gay

    Hunger adalah sebuah buku memoar yang menceritakan tentang sang penulis dari mulai masa kanak-kanak remaja, dan awal 20-an dari sudut pandang tubuhnya. Dari mulai pelecehan seksual hingga insiden ketika ia dipermalukan di dalam pesawat terbang hanya karena ukuran tubuhnya, Roxane mampu menceritakan tentang bagaimana tubuh perempuan begitu mudah disederhanakan menjadi sekadar objek dengan cara yang jujur. 


    Come As You Are: The Surprising New Science That Will Transform Your Sex Life oleh Emily Nagoski

    Body positivity akan membuahkan sex positivity, dan hal itu yang hendak diangkat oleh Emily Nagoski yang merupakan seorang pembicara tentang kesehatan seksual, healthy relationship, dan pencegahan kekerasan/pelecehan seksual. Rasa minder pada tubuh berimbas pada rasa minder atas seksualitas dan seringkali kita membandingkan diri kita dengan orang lain yang seringkali tidak realistis. Selain membahas bagaimana body image dan stres memengaruhi kehidupan seksual kamu, buku ini juga memasukkan beberapa riset dan fakta sains di balik seksualitas perempuan. 


    (Foto: goodsread.com, Ilustrasi: Maya Putri)