Lifestyle

10 Negara Paling Berbahaya Bagi Wanita Tahun Ini

  by: Alexander Kusumapradja       20/7/2018
  • Tiga tahun lalu, di sebuah event yang digelar oleh UN Women, lebih dari 80 pemimpin negara berkumpul untuk menegaskan komitmen mereka mengakhiri diskriminasi terhadap wanita. Event ini menjadi catatan sejarah di mana setiap kepala negara yang hadir berjanji mengentaskan persoalan tersebut dalam program bertajuk Agenda 2030 yang poin utamanya adalah menghapuskan segala jenis kekerasan dan diskriminasi terhadap kaum wanita di tahun 2030 serta kesetaraan dalam hal politik, ekonomi, dan hak-hak publik. 

    Namun, terlepas dari misi mulia ini, diperkirakan satu dari tiga wanita di dunia masih mengalami kekerasan fisik atau seksual dalam hidup mereka. Pernikahan di bawah umur masih kerap terjadi pada 750 juta wanita yang menikah di bawah umur 18 tahun dan mengakibatkan kehamilan remaja yang tak hanya menimbulkan risiko pada kesehatan mereka tapi juga membatasi kesempatan mereka mengejar edukasi.

    The Thomson Reuters Foundation melakukan survei yang melibatkan 550 pakar masalah wanita untuk membuat daftar negara-negara paling tidak aman bagi wanita di seluruh dunia. 193 negara anggota PBB dinilai berdasarkan isu kesehatan, ekonomi, tradisi, kekerasan seksual dan non-seksual, serta masalah human trafficking yang memengaruhi kaum wanita. Berikut ini adalah daftar 10 negara paling tak aman bagi wanita berdasarkan survei yang dilakukan dari 26 Maret sampai 4 Mei 2018:




    10. Amerika Serikat

    Menjadi satu-satunya negara Barat yang masuk ke daftar ini, Amerika Serikat berada di posisi ketiga bersama Suriah untuk risiko yang dihadapi wanita dalam hal kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, pelecehan seksual, paksaan terhadap seks, dan kurangnya akses ke pengadilan dalam kasus perkosaan. Survei ini dilakukan setelah kampanye #MeToo menjadi viral pada tahun lalu, dengan ribuan wanita menggunakan media sosial untuk berbagi cerita tentang pelecehan atau pelecehan seksual yang menimpa mereka. 

    9. Nigeria

    Banyak kelompok pembela HAM menuduh militer negara ini melakukan penyiksaan, pemerkosaan, dan pembunuhan warga sipil sepanjang sembilan tahun melawan militan Boko Haram. Nigeria dinobatkan sebagai negara paling berbahaya keempat bersama dengan Rusia dalam hal perdagangan manusia serta urutan keenam terburuk pada risiko yang dihadapi perempuan dari praktik tradisional.

    8. Yaman

    Akses kesehatan yang buruk, sumber daya ekonomi, risiko dari praktik budaya dan tradisional, dan kekerasan non-seksual di Yaman menjadi bagian dari krisis kemanusiaan paling mendesak di dunia dengan 22 juta orang membutuhkan bantuan penting.

    7. Kongo

    Negara di Afrika ini menempati posisi tujuh dengan PBB mengingatkan jutaan orang menghadapi kondisi hidup yang mengerikan setelah pertumpahan darah selama bertahun-tahun. Kongo menjadi negara kedua paling berbahaya dalam hal kekerasan seksual. 

    6. Pakistan

    Pakistan masuk ke daftar ini akibat ancaman terhadap wanita yang berasal dari praktik budaya, adat, dan agama, termasuk “honour killing”, di mana wanita yang dianggap berdosa akan dibunuh bahkan oleh keluarganya sendiri untuk menghindari rasa malu. Pakistan menjadi posisi kelima untuk kekerasan non-seksual, khususnya kekerasan rumah tangga. 



    5. Arab Saudi 

    Walau belakangan ini mulai muncul berita-berita positif tentang wanita seperti dicabutnya larangan menyetir kendaaran bagi wanita di Arab Saudi, namun kerajaan konservatif ini masih disebut sebagai negara kelima yang tidak aman bagi wanita dalam hal akses dan diskriminasi ekonomi, termasuk di tempat kerja dan hak untuk memiliki properti. Arab juga menjadi posisi kelima negara di mana wanita masih terancam oleh praktik budaya dan agama yang kurang menguntungkan bagi wanita. 

    4. Somalia

    Setelah terperosok konflik sejak tahun 1991, Somalia menjadi negara paling tidak aman bagi wanita posisi ketiga untuk soal akses kesehatan dan praktik tradisional yang berbahaya bagi wanita. Selain itu, Somalia juga menduduki posisi lima terburuk dalam hal akses ekonomi bagi wanita. 

    3. Suriah

    Setelah pergolakan perang sipil selama tujuh tahun yang mengacaukan segala aspek kehidupan, bukan hal aneh bila Suriah saat ini menjadi tempat yang tidak ideal bagi para wanita. Persoalan utama di Suriah adalah akses kesehatan dan kekerasan non-seksual yang termasuk kekerasan rumah tangga. Suriah berada di posisi ketiga bersama Amerika Serikat dalam hal risiko kekerasan seksual yang membayangi kaum wanita. 

    2. Afganistan

    Walaupun 17 tahun sudah berlalu sejak Taliban berhasil digulingkan, namun para pakar masih menemukan kaum wanita di Afganistan masih berada di posisi yang tidak menguntungkan, khususnya dalam isu kekerasan, akses kesehatan, dan akses ekonomi. 

    1. India

    India menduduki posisi puncak akibat kasus kekerasan terhadap wanita yang semakin marak terjadi bahkan setelah 5 tahun telah berlalu sejak kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang mahasiswi di sebuah bus di Delhi yang mengguncang India dan menimbulkan kemarahan, protes, dan janji pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut. Tahun ini India dianggap paling tidak aman di tiga isu, yaitu kekerasan dan pelecehan seksual bagi wanita, praktik tradisional dan budaya yang memarjinalkan wanita, serta perdagangan manusia yang meliputi kerja paksa, pelacuran, dan perbudakan domestik. 


    (Image: David Pereiras Villagrá©123RF.com)