Better You

9 Hal yang Terjadi di Tubuh Kalau Kamu Diet Cepat

  by: Hana A. Devarianti       25/7/2018
  • Diet cepat bukan hal yang baru lagi di dunia kesehatan. Tak menutup kemungkinan kamu mungkin pernah melakukannya. Terlebih kalau sudah musim liburan atau... Musim undangan pernikahan. Ini adalah momen di mana kamu berharap tubuh kamu bak supermodel Kendall Jenner atau Gigi Hadid.


    Diet cepat mungkin membantu kamu menurunkan berat badan untuk trip satu minggu di destinasi impian atau membuat kamu terlihat wah saat memakai baju bridesmaid nikahan sahabat. Akan tetapi, "Hasil dari diet tersebut sering kali berumur pendek dan pada akhirya berdampak negatif pada tubuh dan pikiran kamu," kata Dr Julianne Barry, General Practitioner di London Doctors Clinic pada Cosmopolitan UK.




    Memang sih diet cepat terlihat seperti jalan pintas yang menggiurkan. Namun, menurut Dr Julianne apa yang sebenarnya terjadi di tubuh saat diet cepat tak seindah yang dibayangkan. Melihat 9 hal yang sebenarnya terjadi pada tubuh kalau kamu melakukan diet cepat ini sepertinya bakal membuat kamu berpikir ulang untuk mencobanya:


    1. Menurunkan tingkat metabolisme tubuh

    Metabolisme yang tinggi adalah kunci untuk menurunkan berat badan, tapi diet cepat justru membuat tingkat metabolisme tubuh menurun. "Kerusakan otot akan jauh lebih besar ketika melakukan diet ekstrem, jika dibandingkan dengan diet jangka panjang yang stabil. Hal ini akan mengurangi tingkat metabolisme tubuh, yang lalu memengaruhi jumlah kalori yang dibakar dan pada akhirnya membuat berat badan meningkat di kemudian hari," tutur Dr Julliane. Yikes!


    2. Dapat memperlemah sistem imun tubuh

    Ketika melakukan diet cepat, kamu cenderung mengurangi konsumsi makanan tertentu yang sebenarnya memiliki kandungan mineral dan vitamin yang penting buat tubuh. Hal ini berisiko melemahkan sistem imun tubuh kamu. Dan, seperti yang telah diketahui, sistem imun yang rendah membuat kamu lebih rentan terhadap penyakit. Tentu saja jadi hal yang paling dihindari ketika berlibur, menghadiri pernikahan, atau acara penting lainnya.

    Misalnya saja, ketika kamu sama sekali tidak mengonsumsi makanan berlemak, kamu tidak mendapatkan asupan vitamin yang larut bersama lemak contohnya vitamin A, D, E, dan K. Padahal, "Vitamin ini penting bagi sistem kekebalan tubuh kamu, sehingga kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan masalah di masa depan," kata Dr Julianne.


    3. Tubuh akan memproduksi keton

    "Saat kamu memilih untuk menjalani pola makan yang rendah karbohidrat, tubuh akan memecah asam lemak untuk menghasilkan keton," kata Dr Julianne. Kamu mungkin pernah mendengar keton jika pernah membaca tentang diet keto. Tentu, hal tersebut bisa membuat berat badan kamu turun beberapa kilogram, tapi hal ini punya efek samping yang tidak main-main. Mulai dari mual, bau mulut, hingga masalah hati dan ginjal.


    4. Menyebabkan dehidrasi

    Pernah bertanya-tanya mengapa beberapa tipe diet, seperti juicing atau diet jus, dapat menurunkan berat badan dengan cepat? Ini karena tipe diet tersebut menghilangkan berat air pada tubuh. Meski dapat membuat berat badan turun secara kilat, hal ini tidak ideal untuk penurunan berat badan jangka panjang.

    Penyimpanan glikogen, yang menjadi sumber energi pengikat air, berkurang lebih cepat daripada sel-sel lemak yang melepaskan air. "Sehingga, ketika kamu mulai makan lagi, tubuh akan mengisi kembali glikogen dan simpanan air. Yang lalu diikuti dengan berat badan yang bertambah," kata Dr Julianne. Tak hanya itu dehidrasi juga bikin kamu merasa pusing dan mual. Ugh, no!


    5. Dapat memicu penyakit jantung

    Diet cepat memang punya manfaat positif, seperti contohnya, menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan level gula darah. Akan tetapi, metode ini juga berpotensi menimbulkan efek buruk ke jantung. Hal yang dapat terjadi akibat peningkatan kadar lemak pada jatung saat melakukan diet. "Siapa pun yang punya masalah jantung harus berdiskusi dengan dokter sebelum memulai diet karena risiko yang dapat timbul," ujar Dr Julianne.




    6. Bisa merusak rambut dan kulit

    Berpikir kalau diet cepat dapat serta-merta membuat kamu terlihat lebih menarik? Think again, ladies. Sebab, metode diet ini punya efek yang serius pada rambut dan kulit kamu. "Saat melakukan diet cepat, tubuh tak menyerap banyak asupan vitamin dan nutrisi yang vital," kata Dr Julianne. Dan, akibatnya, hal ini dapat berpengaruh pada penampilan fisik kamu.

    "Kondisi kekurangan nutrisi ini dapat terlihat di rambut kamu, membuatnya terlihat kusam dan rontok yang umumnya jadi tanda kekurangan vitamin yang tepat. Demikian pula kulit kamu yang jadi kering dan, tak menutup kemungkinan pula, timbul jerawat," tuturnya. Hiii...

    7. Dapat mengganggu pencernaan

    Diet cepat juga bisa menimbulkan masalah pada sistem pencernaan kamu. Ketika kamu tak mendapatkan nutrisi yang tepat, siklus buang air besar kamu pun jadi tak teratur. Dr Julianne menyarankan kamu untuk mengintip "hasil" setiap kali mampir ke kamar mandi. "Jika terlalu encer atau kemu mengalami sembelit, itu adalah tanda kalau kamu harus mengubah pola makan," katanya.


    8. Mudah merasa lemas

    Meski diet cepat dapat menurunkan berat badan, kondisi ini sebenarnya terjadi berasal dari pengurangan glikogen dan penyimpanan air di dalam tubuh. Hal ini membuat kamu jadi kehilangan energi. Belum lagi dengan kondisi kekurangan vitamin dan mineral yang membuat tubuh tidak bisa memproduksi energi. Dan, bisa ditebak kalau ujung-ujungnya kamu merasa lesu dan lelah sepanjang hari.


    9. Bikin kamu mudah tersinggung

    No kidding, diet cepat bisa bikin kamu jadi si grummpy yang selalu dalam mode tengkar. Dr Julianne mengatakan kalau diet ini dapat memicu pelepasan kortikosteron dari otak, hormon yang membuat kamu jadi rentan terhadap stres, lekas marah, bahkan depresi. Tak hanya itu kamu juga jadi sulit konsentrasi dan rentan mengalami sulit tidur. Yang mana keduanya bisa membuat kamu kelelahan.


    Alternatif Diet Cepat

    Alih-alih menempatkan diri kamu di bawah tekanan dan bahaya dari diet cepat, Dr Julianne menyarankan untuk mencoba diet yang berlangsung lebih lama dengan target penurunan berat badan yang lebih realistis.


    Dengan perubahan gaya hidup secara jangka panjang, akan lebih mungkin buat kamu untuk mendapatkan hasil yang bertahan untuk waktu yang lama pula. Tubuh pun tak hanya lebih toned dan lean tapi juga sehat tanpa ada risiko harus menjalankan pola makan yang tidak seimbang dan tak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.


    Berikut adalah 11 hal yang disarankan Dr Julianne untuk memperbaiki kesehatan tubuh kamu:

    1. Kurangi konsumsi alkohol.
    2. Kurangi konsumsi makanan manis dan makanan berporses.
    3. Masukkan protein tanpa lemak di dalam menu makanan.
    4. Pilih pola makan yang kaya akan buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
    5. Kurangi tingkat stres.
    6. Hindari makanan yang mengandung lemak trans tapi tetap konsumsi makanan yang punya lemak sehat
    7. Perbanyak konsumsi serat.
    8. Rutin melakukan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan metabolisme kamu. Pst, hal ini juga bisa menjaga kesehatan mental kamu.
    9. Cobalah menemukan olahraga yang bisa kamu minati dan jadikan hal tersebut sebagai rutinitas sehari-hari. Latihan angkat beban dapat membentuk otot dan membakar lebih banyak kalori.
    10. Targetkan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang sebanyak 150 menit per minggu, akan lebih baik kalau ditambah dengan latihan ketahanan otot.
    11. Cobalah untuk berjalan kaki hingga 10.000 langkah setiap hari.


    (Artikel disadur dari: cosmopolitan.com/uk. Alih bahasa: Hana Devarianti. Image: puhhha©123RF.com. Perubahan telah dilakukan oleh editor)