Better You

11 Tanda Persahabatan Kamu Akan Berjalan Selamanya!

  by: Redaksi       30/7/2018
  • Semua orang pasti ingin memiliki teman yang bisa diajak melakukan hal-hal ‘gila’ bersama, yup! Partner(s) in crime. Tetapi bagaimana cara kamu membedakan bentuk pertemanan? Apakah seseorang yang selalu melakukan hal menyenangkan dengan kamu akan selamanya menjadi your BFF? Bagaimana kalau orang tersebut hilang begitu saja meninggalkan kamu?  Sebenarnya masalah persahabatan sama saja dengan masalah percintaan – you need to be loyalWell, Cosmo akan memberitahu kamu mengenai 11 tanda kalau kamu akan menjalin hubungan persahabatan till death do us apart. Simak, ya!



    1.    Sama-sama bersikap proaktif saat sedang merencanakan waktu hangout

    Kamu selalu memaafkan salah satu sahabat kamu yang selalu membatalkan rencana, namun kalau kamu selalu menjadi pihak yang dibebankan (apalagi kehidupan kamu juga sedang sibuk mengurus banyak  hal) it will wear you down. Dr. Irene S Levine, Ph.D. selaku psychologist and professor of Psychiatry at the NYU Shcool of Medicine menjelaskan bahwa persahabatan antar dua orang atau lebih harus memiliki kesetaraan dalam hubungan. Give and take dalam persahabatan harus dijaga dengan seimbang, jangan hanya memberatkan pada satu pihak.





    2.    Kamu tidak menghilang begitu saja tanpa kejelasan

    “Tidak ada pertemanan yang statis secara tiba-tiba – banyak hal yang mungkin berubah dari teman kamu, tetapi kamu harus tetap fleksibel untuk menerimanya,” sebut Dr. Levine. “Seorang teman yang baik pasti selalu meluangkan waktunya to keep in touch with a good friend dan menjelaskan mengapa ia sering tak bersua.”


    Yes, ladies. Mungkin kamu atau sahabat kamu pernah menghilang selama seminggu karena sedang terjebak dalam masalah cinta atau memang situasi kamu sangat sibuk sehingga tak bisa memikirkan hal lain. Tetapi setidaknya kamu harus tetap berkomunikasi dengan sahabat kamu, entah mengubunginya via telephone or text.




    3.    Kalian sama-sama merasa selalu didengarkan

    Tentu memiliki selera musik atau tontonan Netflix yang sama akan lebih menyengangkan, Tetapi kalau kamu memiliki teman yang hobi menyaksikan serial drama Korea (which is very different with you) kamu harus bisa menerimanya.


    “Seorang teman harus bisa menjadi pendengar yang aktif, apalagi saat teman kamu sedang dalam kondisi sedih,” jelas Dr. Levine. “Mendengarkan cerita teman kamu dengan seksama akan jauh lebih baik dibanding memberikan saran atau solusi, terkadang mereka hanya ingin bercerita untuk mengeluarkan isi hatinya tanpa ada komentar dari kamu.”




    4.    Kamu mencoba untuk tidak cemburu

    Cemburu itu memang sering terjadi, tetapi akan lebih menjengkelkan saat kamu sedang cemburu dengan sahabat kamu. “Itu adalah hal yang lumrah saat seorang teman membandingkan diri mereka dengan orang lain,” sebut Dr. Levine. “Tetapi kamu harus ingat kalau kebahagiaan teman kamu tidak selalu berasal dari apa yang sudah kamu lakukan dengan mereka, namun ada kala di mana ia pernah merasa iri dengan kamu.”


    Atasi situasi seperti ini dengan mengatakan kalau kamu iri karena teman kamu memiliki hal yang jauh lebih beruntung dibandingkan kamu, tentu hal tersebut akan membangun semangatnya.



    5.    Sadar saat seorang teman sedang merasa terpuruk

     “Dalam hubungan persahabatan, salah satu dari mereka harus peka terhadap masalah yang sedang dihadapi oleh sahabatnya,” kata Dr. Levine.
    Yes, terkadang saat teman kamu memiliki pacar baru merekan akan menjadi ‘budak cinta’ dan melupakan teman mereka (yang lebih menyebalkan, ia datang kembali ke kamu saat sudah putus dengan pacarnya). Berbeda dengan your actual BFF, mereka akan menjaga perasaaan dan hubungan dalam segala kondisi.



    6.    Kamu bisa meminta bantuan dari teman, namun harus tetap dibatasi

    “Membantu teman yang sedang dalam kesulitan bukanlah suatu hal yang harus kamu perhitungkan,” sebut Dr. Levine. “Namun jika seorang teman selalu menguras kemampuan kamu, ini bukanlah pertemanan yang sehat.”


    Pada akhirnya, kamu harus bisa untuk mencoba mengatasi masalah kamu sendiri, jangan hanya selalu mengulang dengan menceritakan masalah yang sama dengan teman kamu. Ingat, membebankan satu pihak itu tidak baik, ladies.





    7.    Kamu mengungkapkan perasaan sedih dengan cara yang benar

    “Seorang teman butuh mengungkapkan perasaan mereka agar dapat mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi,” sebuh Dr. Levine. “Saat seseorang sedang merasa sedih, mereka tak perlu membesarkan masalah.”


    Kalau kamu sudah mengetahui celah untuk menyampaikan masalah dengan baik, teman kamu akan jauh lebih pengertian.



    8.    Kamu memberikan kritik yang baik di saat yang tepat

    Memberikan kritik memang menjadi salah satu hal yang membangun, namun jika teman kamu memberikan kritik ‘pedas’ dan mengatakan “Aku hanya mengatakan yang memang seharusnya dikatakan,” Attention! They.Are.Not.Your.Friend. seorang teman adalah sosok yang selalu memberikan dukungan untuk kamu, bukan yang membuat kamu merasa semakin rendah!


    Dr. Levine mengatakan bahwa seorang teman yang baik akan membatasi diri mereka untuk memberikan kritik. Perhatikan nada bicara kamu saat memberikan kritik, karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap reaksi teman kamu.



    9.    You dont bring in the squad when you have a fight

    Jangan pernah membicarakan teman kamu di belakang mereka. Dont you ever! Dr. Levine mengatakan bahwa seorang teman yang baik akan selalu setia. Kalau kamu sedang bertengkar dengan salah satu teman kamu, jangan pernah kamu bawa masalah tersebut dengan teman yang lain.




    10.   Kamu selalu melakukan hal baru agar menjadi lebih dekat dengan teman

    Pertemanan tidak harus selalu menghabiskan waktu di bar bersama dan tertawa seharian – buat rencana liburan yang menyenangkan dengan teman kamu. Dr Levine mengatakan jika kalian mencoba aktivitas baru tentu akan membuat hubungan pertemanan tidak membosankan.


    Kalau kalian masih melakukan hal yang sama seperti saat sekolah dulu, coba buat inovasi pertemanan baru – mungkin seperti mengikuti komunitas lari? Kedengannya sih menarik.



    11.    Menyesuaikan hubungan seiring berjalannya waktu

    Kamu mungkin tak akan selamanya berada di lokasi yang sama dengan teman kamu, apalagi saat kalian sudah memiliki tujuan hidup yang berbeda. “Hubungan jarak jauh bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan,” sebut Dr. Levine. “Yang membuat hubungan pertemanan jarak jauh tetap terjaga adalah memiliki keinginan untuk tetap saling berkoneksi secara emosional dan tetap berusaha untuk keep in touch.”


    (Artikel ini disadur dari Cosmo.ph / Alih Bahasa: Nadhifa Arundati / Image: Doc. Outnow.ch)