Lifestyle

Apple Merilis 70 Emoji Terbaru, Apa Saja Ya?

  by: Alexander Kusumapradja       30/7/2018
  • Dengan lebih dari 2.666 emoji yang ada di luar sana, emoji memang sudah menjadi bagian dari kultur komunikasi kita, khususnya bila bicara tentang text message dan media sosial. Emoji tak lagi hanya sebagai penghias tulisan saja, tapi juga menjadi bentuk ekspresi yang super fun. Hampir semua orang pasti punya emoji favorit masing-masing. Bagi yang belum punya... Tenang saja karena emoji baru kerap menjadi bagian dari software update, khususnya bagi Apple.

    Dari mulai superhero hingga cupcake, lebih dari 70 emoji baru akan muncul di iPhone, iPad, Apple Watch, dan Mac dalam update software terbaru Apple. Seperti sebelumnya, desain emoji terbaru tersebut akan dibuat berdasarkan karakter-karakter yang telah disetujui oleh Unicode Consortium, organisasi non-profit yang mengembangkan dan mengatur standar character encoding





    Jadi, apa saja emoji baru yang bisa kamu pakai? Yang sudah pasti adalah penambahan opsi rambut untuk merepresentasikan mereka yang berambut merah, berambut putih, berambut keriting, dan bahkan untuk yang tidak berambut, alias botak.


    Selain rambut, pilihan emoji smiley faces pun semakin beragam dengan ditambahkannya wajah membeku, party face, wajah memohon, dan wajah centil yang dipenuhi hati. Menanggapi permintaan akan emoji superhero, di update terbaru ini kita juga akan mendapat emoji sosok superhero baik pria maupun wanita.


    Untuk emoji binatang, yang paling baru adalah kangguru, merak, burung kakatua, dan lobster. Sedangkan untuk emoji makanan, para penggemar mangga dan cupcake pasti akan happy karena akhirnya dua emoji tersebut bisa digunakan di samping beberapa emoji makanan terbaru lainnya seperti daun selada dan kue bulan. 


    Selain emoji yang sudah disebutkan, emoji baru lainnya juga meliputi bidang olahraga, simbol, dan banyak lagi. Dari mulai emoji softball hingga simbol infinity untuk melengkapi ribuan emoji yang sudah ada sebelumnya. 


    Bila update tersebut masih tidak cukup, kamu mungkin ingin menambah koleksi emojimu dengan emoji-emoji yang bisa dibilang kontroversial, if you dared enough





    Yup, selain emoji yang kita pakai sekarang, masih banyak emoji yang tidak disetujui karena berbagai alasan. Misalnya saja, Twitter baru-baru ini mengganti emoji pistol dengan pistol air terkait isu gun control yang ramai di Amerika Serikat. Selain Twitter, emoji pistol dan senapan laras panjang juga sudah ditarik dari Apple, Samsung, dan WhatsApp.


    Selain pistol, emoji-emoji yang dilarang meliputi emoji kondom, daun marijuana, wanita mendayung perahu, beruang kutub yang terjebak di potongan es yang meleleh, dan burung Dodo yang telah punah. Sounds weird? Semua emoji tersebut tidak berhasil lolos persetujuan Unicode Consortium yang mengawasi karakter dan ikon yang kita gunakan.


    Basically, siapapun bisa mengirim desain emoji ke Unicode, tapi tentu saja perkara apakah emoji itu disetujui atau tidak adalah hal yang tidak mudah. Mark Davis yang merupakan presiden dan co-founder dari Unicode mengaku mereka mendapat kiriman desain dari seluruh dunia, namun agar emoji tersebut bisa disetujui, pembuatnya harus memikirkan apakah emoji mereka akan sering dipakai atau tidak, apakah emoji tersebut membawa sesuatu yang baru, serta argumen yang jelas tentang bagaimana emoji tersebut akan berbeda dibanding emoji-emoji yang sudah dibuat sebelumnya. 


    Logo, brand, dan emoji yang secara spesifik berhubungan dengan perusahaan tertentu biasanya langsung ditolak. Begitupun dengan emoji yang merujuk khusus ke satu orang. Jadi kita mungkin tidak akan mendapat emoji Rihanna atau Lady Gaga secara khusus. 



    Anyway, kalau kamu penasaran melihat dan menggunakan emoji-emoji yang ditolak oleh Unicode, kamu bisa mengunduh aplikasi bernama Declined Emoji yang berisi sekitar 30 emoji yang ditolak, termasuk emoji gajah mammoth dengan gading warna biru, pantat, dan Donald Trump dikejar lebah. 


    Declined Emoji sendiri memiliki dua part, Part 1 tersedia untuk diunduh gratis di iOS App Store sedangkan Part 2 merupakan aplikasi berbayar. Bad news for Android users, untuk saat ini kedua aplikasi tersebut hanya bisa dipakai oleh pengguna iPhone. 


    (Image: Dok. Apple)