Lifestyle

8 Seniman Muda Yang Harus Dilihat di Art Jakarta 2018

  by: Alexander Kusumapradja       31/7/2018
  • Art lovers rejoice! Art Jakarta akan kembali digelar beberapa hari lagi, tepatnya dari tanggal 2 sampai 5 Agustus 2018 di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta. Tahun ini merupakan tahun yang spesial bagi Art Jakarta karena sekaligus merayakan perjalanan 10 tahunnya sebagai pionir perhelatan seni terbesar di Indonesia. 


    Bertema Celebrating the First Decade of Art Jakarta, tahun ini Art Jakarta akan kembali menghadirkan karya seni lokal dan internasional dalam berbagai bentuk, mulai dari pameran karya seni dari 46 vendor seni rupa, art performance, art talk, lelang amal, hingga workshop seni. 




    Senantiasa menjadi platform bagi perkembangan dunia seni Tanah Air, selain nama-nama seniman senior seperti Ay Tjoe Christine, Agus Suwage, Heri Dono, Yani Mariani, Art Jakarta pun tak pernah lupa mendukung para seniman muda untuk ikut menampilkan karya-karyanya. Berikut adalah beberapa nama seniman muda yang karyanya akan ditampilkan di Art Jakarta tahun ini:



    Meliantha Muliawan

    Surreal” adalah kata yang kerap tercetus saat menikmati karya wanita lulusan FSRD ITB tahun 2014 ini. Bayangkan potongan sayap kupu-kupu yang terlihat membeku dalam resin, mainan-mainan masa kecil, hingga pistol yang terjerat benang, karya-karya visual seniman kelahiran Pontianak ini kerap menghadirkan rasa nostalgia akan masa lalu yang sudah terdistorsi persepsi kita saat ini. Tak terkecuali pada seri karya terbarunya, “Child Survival Strategies” (2018) yang menampilkan sosok gadis cilik dan hal-hal tentang masa kecil. Di Art Jakarta 2018 nanti, karya Meli bisa dilihat di booth CG Artspace bersama karya seniman lain seperti Antonio S. Sinaga, Kemal Ezedine, dan Sumbul Pranov. 



    Abenk Alter

    Bagi pria asal Jakarta kelahiran 1985 ini, seni telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidupnya. Entah itu seni musik maupun seni visual. Publik pertama kali mengenalnya sebagai vokalis Soulvibe sebelum ia memutuskan untuk bersolo karier sebagai musisi sembari kian memantapkan diri sebagai seorang seniman. Menyebut Jackson Pollock dan Eko Nugroho sebagai seniman idola, Abenk sering menggunakan teknik fastline yang menjadi dasar karya-karyanya. Garis-garis yang seolah terlihat acak dan tak tentu arah kerap disandingkan dengan visual beberapa karakter dalam warna-warni yang cenderung vibrant seperti merah, biru, hijau, dan kuning. Karya Abenk bisa dinikmati di booth Ruci Artspace bersama dengan karya dari Mochtar Sarman, Radhinal Indra, Ella Wijt, dan Natisa Jones. 



    Muklay

    Bernama asli Muchlis Fachri, seniman visual asal Jakarta ini identik dengan ilustrasi pop art berwarna neon, karakter kartun, dan selera humor yang banyak terinspirasi dari seni jalanan. Seperti tak mengenal batas, ilustrasi nyentriknya sudah menghias berbagai medium. Dari mulai kanvas, tembok, papan skate, sneakers, hingga T-shirt yang berkolaborasi dengan perusahaan retail internasional. Di Art Jakarta 2018, Muklay akan menampilkan instalasi khusus berupa lukisan dengan layer dan memakai board yang akan dipamerkan di VIP Lounge



    Atreyu Moniaga

    Multi-hyphenate” adalah titel yang pantas disematkan bagi pria kelahiran Desember 1988 ini. Tak hanya dikenal sebagai ilustrator, lulusan IKJ ini juga menjadi fotografer, aktor, hingga dosen. Memprakarsai sebuah inisiatif bernama Atreyu Moniaga Project yang bertujuan memperkenalkan nama-nama baru dalam dunia seni ilustrasi dan fotografi, Atreyu jelas punya kepedulian yang besar pada regenerasi seni, hal yang luar biasa mengingat usianya juga masih terbilang muda. Dalam Art Jakarta 2018, Atreyu akan menampilkan beberapa karya ilustrasi terbarunya yang kental dengan nuansa whimsical dan dreamy bersama dengan beberapa seniman lain seperti Roby Dwi Antono, Mahaputra Vito, Valdo Manullang di bawah naungan Kohesi Initiatives yang masih bagian dari Srisasanti Syndicate.     



    Ruth Marbun

    Akrab disapa Utay, Ruth Amerina Marbun telah aktif di dunia seni sejak tahun 2012. Memiliki latar belakang pendidikan fashion di London dan Singapura, karya lukisan ekspresionis wanita Batak ini kerap menampilkan warna-warna pastel dengan medium cat air yang sepintas terlihat happy go lucky namun kerap menyimpan ironi dan rahasia kesedihan di baliknya. Tahun ini, di Art Jakarta 2018 Ruth akan menampilkan karya-karya terbarunya yang mengeksplor pertanyaan tentang hubungan keluarga dalam sebuah solo feature bersama Clear Gallery Tokyo.



    Naufal Abshar

    Terinfluens dari film Disney dan mainan Lego dari masa kecil, karya pria kelahiran Bandung, 13 Juli 1993 ini kerap menampilkan karikatur orang tertawa dalam warna-warna bold. Namun, bila jeli memerhatikan, kamu akan sadar bahwa di balik aktivitas tawa dalam lukisannya terdapat kritik terhadap isu sosial dan politik. Meskipun masih muda, namun Naufal sendiri bukan sosok yang asing di Art Jakarta. Tahun ini ia akan kembali menunjukkan karya terbarunya, termasuk kolaborasi khusus bersama Modena di mana ia membuat ilustrasi di sebuah lemari es yang akan dilelang dalam charity action. 





    Rara Kuastra 

    Menempuh pendidikan di Jurusan Seni Murni Lukis, ISI Yogyakarta, Rara Kuastra bersama Putud Utama membentuk sebuah studio seni grafis bernama Tempa yang berbasis di Jogja. Tanaman adalah objek yang dengan mudah ditemukan dalam karya-karyanya yang sudah merambah ke berbagai medium. Terinspirasi dari kenangan akan rumah – baik sudut, isi, hingga emosi yang ada dalam sebuah rumah – karyanya niscaya akan mengingatkan siapa saja pada kehangatan sebuah rumah, baik yang real maupun imajinatif. Karya-karya Tempa di Art Jakarta akan dipamerkan di booth CG Artspace.   



    Bagus Pandega

    Lahir di Jakarta, 33 tahun lalu, Bagus Pandega adalah seniman lulusan Seni Patung di FSRD ITB yang sudah seringkali mengikuti berbagai pameran sejak tahun 2008. Menggabungkan seni visual dan seni suara, Bagus berusaha mengikis stigma seni patung yang kerap dicap statis dan kaku dengan memasukkan unsur dinamis berupa gerak, suara, dan cahaya dalam karya-karyanya. Berkat eksplorasi tersebut, karyanya telah mendapat banyak respons positif baik di dalam maupun di luar negeri. Penasaran dengan karya Bagus yang terkini? Jangan lupa datang dan lihat sendiri di Art Jakarta 2018, ya!


    Selain nama-nama di atas, tentu masih banyak lagi seniman muda dari dalam dan luar negeri yang karyanya bisa kamu nikmati di Art Jakarta 2018. Berikut adalah jadwal lengkap Art Jakarta 2018 di Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place:

    2 Agustus 2018 

    15.00 – VIP Private Preview

    19.00 – Vernissage (Opening)


    3 – 5 Agustus 2018

    Terbuka untuk umum dengan entrance fee (Rp. 50.000,-).


    Baca juga: 

    Jangan Lewatkan 10 Hal Ini di Art Jakarta 2018

    7 Aliran Seni Lukis Yang Wajib Kamu Tahu

    Galeri dan Pameran Seni Paling Instagramable di Jakarta


    (Image: dok. Instagram)