Lifestyle

Rangkaian Coaching Indonesia Festival 2019 Digelar Meriah!

  by: Givania Diwiya Citta       4/7/2019
  • Coaching memang telah menjadi tren dalam dunia korporasi, terutama dalam konteks people development di mana tak hanya melibatkan sesi training konvensional, namun juga melibatkan assignment para pesertanya dalam pengerjaan suatu proyek atau program. Tujuannya pun tak hanya demi pengembangan kinerja, namun juga pengembangan potensi serta talenta yang muncul saat proses coaching tersebut dijalani. Karena sesi coaching inilah yang mampu memicu pesertanya berpikir kreatif, menemukan gagasan baru, dan menjaga motivasi untuk pengambilan keputusan serta tindakan yang terbaik.


    Oleh karenanya, Coaching Indonesia Festival 2019 pun digelar pada 27 Juni lalu dengan lokasi yang bertempat di The Sultan Hotel Indonesia, dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta berlatar profesi serta silang industri. Rangkaian acara yang melibatkan coaching, leadership, applied science, serta entertainment ini pun digarap dalam satu hari, dan dibagi ke dalam bermacam sesi menarik sekaligus inspiratif. Setiap sesi pun dipimpin oleh berbagai speakers yang telah mengantongi ICF Master Certified Coach, serta berasal dari panggung internasional, mulai dari Australia hingga benua Eropa. Simak liputan Cosmo berikut!




    “The Genius Mindset”

    Sesi pertama yang dipimpin oleh Peter Barr, MCC, dari Ingenius Coaching Australia ini membahas tentang cara untuk mengakses dan memaksimalkan keunikan genius yang masing-masing individu miliki sejak lahir. Karena dari state itulah proses dalam memahami diri sendiri dimulai. Peter yang telah berkecimpung selama 19 tahun berpofesi sebagai full-time credentialed Master Coach sekaligus fasilitator, memang memiliki keyakinan bahwa hidup haruslah dieksplorasi optimal setiap harinya. Dan dalam sesi ini, Peter menerangkan secara interaktif tentang bagaimana mengakses keunikan genius yang dimiliki, bahkan di saat-saat momen terberat yang harus dilalui dalam hidup.



    “Captivating Conversations”

    Kini giliran Kathy McKenzie, PCC, dari FIRE UP Coaching Australia yang memimpin sesi ini. Dengan tema “Captivating Conversations”, Kathy menerangkan tentang bagaimana sebuah sesi perbincangan bisa membuat orang lain terinspirasi dan terkoneksi dengan kita. Namun bukan karena dari sebuah perbincangan yang bisa mengekspos kecerdasan kita, melainkan tentang bagaimana kita mampu terhubung dengan para lawan bicara, yang pada akhirnya akan memantik otak untuk menciptakan rasa saling percaya, partnership, dan kesuksesan yang mutual. Do you know, girls? Inilah cara para pemimpin membangun kepercayaan, energi, dan komitmen.





    “Breaking Illusions”

    Al Falaq Arsendatama, MCC, dari Coaching Indonesia yang dikenal ahli dalam strategic thinking dan kreativitas dalam memadukan coaching dengan kombinasi logika, rasa, dan cara berpikir out-of-the-box, memimpin sesi ini. Dalam topik “Breaking Illusions”, para peserta pun diterangkan mengenai tiga ilusi terbesar dalam hidup dan bagaimana dampaknya terhadap cara berpikir kita. Bahkan dalam sesi ini, beberapa trik sulap didemonstrasikan untuk menunjukkan bahwa otak kita bisa secara mudah terdelusi. So fun yet revealing!



    “Inside the Executive Mind”

    Dalam sesi ini, Leda Turai, MCC, dari L-Con Global Lithuania menerangkan tentang pentingnya menyadari berbagai jenis proses berpikir untuk bisa menyesuaikan dengan situasi. Para peserta pun dibagi dalam beberapa kelompok dan diberi assignment yang harus dipecahkan bersama. Namun pada suatu pertengahan momen, Leda meminta para pemimpin dalam tiap kelompok untuk berganti grup, hingga menciptakan gejolak kerja dalam kelompok. Namun inilah inti untuk meraih purposeful leadership dan berperan menjadi pemimpin di era yang menantang sekaligus dinamis ini.


    Tak terasa acara pun memasuki puncak penghujungnya, di mana sesi panel tentang “Deep Shift Platform” diadakan dan mengundang seluruh empat speakers tersebut naik ke atas panggung, untuk bersama-sama membahas mengenai cara kerja internal psikologi manusia. Tak hanya itu, sesi coaching pun lantas ditutup secara meriah. Yaitu berkat sesi “Decoding Your Brain” bersama Josh Alexander, CEC, alias Josh the Magic Man, yang menjembatani proses coaching dengan sulap. Lalu rangkaian acara Coaching Indonesia Festival 2019 pun ditutup dengan sesi “The Coaching Rhythm” bersama Laurencia Lina, ACC, dan Nufi Wardhana, CPC, yang meleburkan musik, tarian, serta filosofi dari coaching, sebagai aksi closing yang klimaks. What a journey!


    (Givania Diwiya / Image: Dok. Coaching Indonesia / Layout: Maya Putri)