Beauty

Fakta Menarik Seputar Deodoran yang Belum Kamu Ketahui!

  by: Shamira Priyanka Natanagara       13/7/2019
  • Pada hari Kamis, 11 Juli kemarin, Cosmo menghadiri acara peluncuran Dove Sensitive Antiperspirant Deodorant yang dihadiri oleh beberapa narasumber dari bidang dermatologis. Berkat acara ini, pengetahuan Cosmo mengenai deodoran semakin bertambah (serius!). Ingin tahu informasi apa saja yang dibagikan pada acara tersebut? Yuk, simak!


    1. Waktu terbaik untuk menggunakan deodoran adalah malam hari

    Kalau kamu biasanya menggunakan deodoran pada pagi hari setelah mandi, ada baiknya kamu mengubah kebiasaan ini, girls! Menurut dr. Melyawati Hermawan, dermatolog spesialis kulit dan kelamin, waktu yang paling pas untuk menggunakan deodoran adalah pada malam hari sebelum tidur. Ia menjelaskan bahwa pada malam hari kelenjar keringat manusia tidak seaktif pada siang hari, yang berarti produksi keringat lebih sedikit, dan oleh karena itu, deodoran dapat bekerja lebih optimal.






    2. Deodoran masih bisa bekerja setelah mandi

    Kalau poin sebelumnya membuatmu bertanya, "Hah? Kok begitu? Bukankah deodoran akan hilang saat kita mandi pada pagi hari?", jawabannya adalah tidak! Itu sebabnya dr. Melyawati menyarankan untuk menggunakan deodoran pada malam hari agar bisa diserap dan bekerja saat kelenjar keringat tidak terlalu aktif, karena pada pagi hari pun efeknya masih bekerja meskipun kamu sudah mandi. Selain itu, ia mengatakan bahwa kebanyakan deodoran memiliki efek yang mampu bertahan hingga 24 jam, jadi kamu tidak perlu terlalu khawatir.


    3. Deodoran menargetkan kelenjar keringat, bukan kulit

    Mungkin selama ini kamu mengira deodoran membuat lapisan yang 'menghalangi' atau menyerap keringat (tidak apa-apa, Cosmo juga kira begitu, kok, hahaha...), padahal sebenarnya deodoran tidak mencoba untuk mengubah cara kerja kulit. "Target deodoran bukan kulit, melainkan kelenjar keringat," kata dr. Melyawati. Deodoran akan langsung diserap oleh kulit setelah pemakaian, dan ini menjadi salah satu alasan mengapa deodoran masih bisa bekerja setelah kamu mandi.






    4. Ketiak yang terasa kesat setelah mandi bukan tanda deodoran belum tercuci bersih

    Kalau merasa ketiakmu kesat atau kasar setelah mandi, ini bukan berarti cairan deodoran masih menempel pada kulit ketiak. Menurut dr. Mellyawati, beberapa deodoran memiliki tekstur dan formula yang berbeda, jadi kemungkinan besar rasa kesat pada ketiak yang kamu alami setelah mandi adalah efek dari formula deodoran tersebut. Yes, deodoran pun ada yang bisa membuat kulit kasar, lho, jadi sebaiknya kamu pilih deodoran yang mengandung moisturizer alias pelembap.


    5. Kalau kulit iritasi, stop pemakaian deodoran!

    Kulit ketiakmu memiliki bintik-bintik atau benjolan yang menyerupai jerawat? Nah, ini tandanya kamu mengalami iritasi. Jika hal ini terjadi, dr. Melyawati menyarankan untuk menghentikan penggunaan deodoran selama beberapa minggu terlebih dahulu. Lalu, jika kondisi ketiak sudah membaik, waktunya untuk beralih ke produk deodoran yang lain! Katanya, "Sama seperti memilih foundation, kalau kulit wajah berjerawat pasti tidak akan memilih foundation yang sama lagi, kan?" Hmm... benar juga, ya!


    (Shamira Natanagara / VA / Images: Trevin Rudy on Unsplash, GIPHY)