Beauty

Apa Perbedaan Sunscreen dan Sunblock?

  by: Shamira Priyanka Natanagara       23/7/2019
  • Kamu yang sudah memasuki usia pertengahan 20-an pasti sering disarankan untuk rajin menggunakan tabir surya, kan? It's true, tabir surya adalah produk yang penting dan wajib digunakan sehari-hari untuk menjaga kulit dari radiasi sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan matahari. Nah, tabir surya sendiri terdiri dari dua tipe: sunscreen dan sunblock, dan Cosmo yakin kamu sudah beberapa kali mendengar kata-kata tersebut. Sebenarnya apa, sih, perbedaan sunscreen dan sunblock? Bukankah keduanya sama saja? Eits, tidak sesimpel itu, girls, berikut adalah perbedaan antara sunscreen dan sunblock yang patut kamu ketahui!


    1. Cara kerja produk

    Walaupun keduanya terlihat mirip, sunscreen dan sunblock memiliki cara kerja yang berbeda: sunscreen adalah tabir surya kimiawi, sedangkan sunblock adalah tabir surya fisik. Oleh karena itu, kedua tipe tabir surya ini pun memiliki cara kerja yang berbeda. Sunscreen yang berupa produk kimiawi menembus lapisan kulit dan menyaring sinar UV dari dalam agar tidak merusak lapisan kulit. Kalau sunscreen merawat kesehatan kulit dari dalam, sunblock menciptakan sebuah lapisan pada bagian permukaan kulit untuk menghalangi sinar UV. 





    2. Bahan kandungan

    Bahan kandungan tabir surya menjadi salah satu indikator jika produk tersebut adalah sebuah sunscreen (kimiawi) atau sunblock (fisik). Pada umumnya, sunscreen mengandung senyawa organik yang dapat menjaga kulit dari sinar UVA, seperti oxybenzone, avobenzone, octisalate, octocrylene, homosalate and octinoxate. Sunblock pun mengandung bahan kimia, tapi bahan kandungan yang membedakan kedua produk ini adalah zinc oxide atau titanium oxide



    3. Fungsi produk

    Tidak perlu ditanya lagi, sunscreen dan sunblock berfungsi untuk menjaga kulit dari sinar matahari, tapi apakah kamu tahu kalau jenis sinar matahari yang dihalangi pun berbeda? Yup, kelebihan utama sunscreen adalah kemampuannya untuk menjaga kulit dari sinar UVA, tipe sinar UV yang dapat mempercepat proses penuaan kulit dan dalam jangka lama dapat menyebabkan kanker kulit.

    Berbeda dengan sunblock, kebanyakan tipe tabir surya yang satu ini fokus terhadap perlindungan kulit dari sinar UVB. Sinar UVB memiliki gelombang yang lebih pendek dibanding sinar UVA, oleh karena itu, tabir surya jenis kimiawi seperti sunscreen lebih ampuh untuk menangkal sinar UVA yang mampu menembus lapisan kulit hingga lapisan dalam.

    Nah, namun ini bukan berarti sunscreen dan sunblock hanya melindungi kulit dari satu tipe sinar UV saja. Pilihlah tabir surya yang berlabel 'broad spectrum', yang berarti produk tersebut mampu menjaga kulit dari sinar UVA dan UVB. 





    4. Tekstur produk

    Sunscreen biasanya memiliki tekstur yang lebih ringan, sedangkan tekstur sunblock cenderung lebih berat, berminyak, dan seringkali meninggalkan noda putih (white cast) pada kulit wajah.


    Jadi, yang mana yang lebih bagus untuk kulit?

    Tergantung tipe kulitmu, girls! Sebenarnya sunscreen dan sunblock bagus untuk kulit, dan tidak ada yang lebih bagus dari yang lain, tapi kamu perlu mempertimbangkan kondisi dan tipe kulitmu⁠—pastikan produk yang kamu pilih tidak membuat kulit iritasi. Tips dari Cosmo: untuk kamu yang memiliki kulit berminyak atau berjerawat, gunakan sunscreen karena teksturnya lebih ringan sehingga ramah pada pori-pori. 

    Selain itu, aktivitasmu juga perlu dipertimbangkan. Kalau kamu sedang mencari tabir surya untuk pemakaian sehari-hari, sebaiknya gunakan sunscreen yang lebih ringan dan kasat mata. Namun kalau kamu sedang mencari tabir surya yang cocok untuk beraktivitas di luar ruangan, seperti pantai, pilihlah sunblock yang efektif untuk mencegah kulit dari terbakar.


    (Shamira Natanagara / Ed. / Images: yue su on Unsplash, Dok. Instagram)