Career

Baru Gajian? Yuk Menabung dengan 3 Cara Mudah (dan Jitu) Ini

  by: Alvin Yoga       26/7/2019
  • Cosmo tahu, bicara soal uang dan menabung memang menyebalkan *eyes-rolled*. But hey, meski cuma Rp100.000,- sebulan, menabung itu penting itu, lho! Dan tenang, Cosmo sudah mengumpulkan trik-trik kecil yang mudah dan jitu supaya kamu bisa menabung dengan mudah. Yakin nih, tidak mau mengintip dulu?





    Salah satu trik jitu yang pernah Cosmo lakukan untuk mengatur keuangan adalah dengan “metode amplop”: kami memisahkan uang dalam amplop-amplop terpisah yang bertuliskan “untuk bayar kos”, “ditabung”, “transportasi”, “listrik dan laundry”, serta “makan”. Rencana tersebut cukup berhasil – namun sebenarnya kurang cerdas. Mengapa kurang cerdas? Satu, kamu jadi harus mengambil uang cash dalam jumlah yang besar di ATM - yang tentu saja sedikit menyeramkan membawa-bawa uang cash sebesar itu. Kedua, kalau-kalau terjadi sesuatu dengan amplop-amplop tersebut, kamu jadi kehilangan uang untuk memenuhi kebutuhanmu selama sebulan penuh. Sekarang ini, Cosmo sedang mencoba cara lain untuk menabung – yang tentu saja tidak memerlukan kebiasaan mengambil uang di ATM yang menegangkan – yaitu budgeting.

    Perlu diakui, membuat bujet merupakan sebuah proses yang cukup personal, merepotkan, dan memerlukan waktu – dan yeah, terkadang cukup menyakitkan mengetahui keadaan uang sendiri. Tapi ini merupakan langkah pertama yang penting untuk mengontrol masa depan kita nantinya, lho! Berikut adalah tiga opsi budgeting yang sudah Cosmo siapkan untukmu. Pilih yang menurut kamu cocok dan bisa diimplementasikan. Yeah, you can thank us later.



    OPSI 1 - The Cash Diet



    Bayar keperluan sehari-hari dengan uang cash (no plastic a.k.a. any card, please!) lebih ideal bagi kamu yang sering terkejut begitu menerima tagihan kartu kredit, atau kamu yang sering terkejut begitu melihat jumlah uang yang tersisa di akun rekening ketika akhir bulan. Tentu saja, ada beberapa pengecualian dalam aturan cash diet – seperti membeli tiket pesawat, untuk yang satu ini boleh memakai kartu kredit – tapi selain itu, usahakan untuk selalu menggunakan uang kertasmu. Percaya atau tidak, bahkan dengan cash diet selama satu bulan, kamu bisa belajar untuk lebih bertanggung jawab terhadap pengeluaran dibanding kamu yang sekarang. Yes, kamu jadi tahu ke mana uang gajianmu “bocor” tiap bulannya!

    Langkah 1

    Lihat seberapa banyak gaji yang kamu dapatkan setelah dipotong dengan biaya-biaya lain seperti BPJS dan lainnya. Kemudian langsung pisahkan gaji tersebut untuk tagihan utama (seperti cicilan apartemen atau biaya kos, asuransi, biaya listrik, biaya air dan laundry, transportasi, biaya pulsa dan internet, serta cicilan kartu kredit kamu yang lain). Jangan lupa juga untuk memasukkan dana pensiun dan/atau emergency fund. Meski jumlahnya tak seberapa, yang penting tetap menabung!


    Langkah 2

    Sekarang lihat berapa sisa uang gaji kamu. Jika ini merupakan kali pertama kamu mencoba cash diet, ada baiknya kamu menyisakan sekitar Rp1.000.000,- sampai Rp2.000.000,- untuk pengeluaran yang tidak terduga – seperti dana untuk ke dokter, atau biaya untuk ke undangan pernikahan teman.


    Langkah 3

    Setelah dipotong untuk berbagai keperluan, sekarang bagi sisa uang tersebut menjadi empat. Semisal, katakanlah sisa uang Anda Rp6.000.000,- (setelah dipotong tagihan utama dan pengeluaran tidak terduga). Bagi uang tersebut menjadi empat, jadi setiap minggunya kamu hanya boleh menarik tunai sebesar Rp1.500.000,- – seriously, only that much! - untuk keperluan sehari-harimu selama seminggu. Dengan jumlah uang cash yang lebih terbatas, kini kamu harus berlatih untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.


    Langkah 4

    Selalu – ingat, biasakan untuk SE-LA-LU – mencatat setiap pengeluaran. Dan lihat seberapa cepat kamu menghambur-hamburkan uang setiap harinya. Jika uangmu mulai menipis, jangan coba-coba untuk mengambil uang tambahan dari ATM. Hal tersebut merupakan tanda bahwa kamu sudah mulai boros, dan harus mulai mengirit. Jika ada uang lebih, kamu boleh menggunakannya untuk keperluan di minggu berikutnya (atau di bulan berikutnya) atau ditabung.


    OPSI 2 - The Percentage Budget



    Kalau kamu termasuk orang yang cuek, namun kini mulai khawatir soal keadaan rekening yang saldonya terus menerus habis di akhir bulan, bujet berikut mungkin bisa membantu kamu mengatur pengeluaran tanpa harus sering-sering mengecek saldo setiap kali akan menggesek kartu kredit atau debit.




    Pertama-tama, ketahui bahwa kamu akan membagi pengeluaran dalam tiga bagian: tagihan utama, tabungan dan pengeluaran sehari-hari. The goal: 50% untuk tagihan utama kamu (cicilan apartemen, biaya transportasi, dan tagihan kartu kredit), 20% untuk tabungan (dana pensiun, emergency fund, tabungan untuk rencana traveling), dan 30% sisanya untuk biaya kebutuhan sehari-hari.


    50%: Fixed Costs

    Semisal kamu mendapat gaji Rp200.000.000,- setahun (Rp180.000.000,- setelah dipotong BPJS, DPLK, dan lainnya) atau sekitar Rp15.000.000,- setiap bulannya. Setelah dihitung-hitung, kamu ternyata harus membayar Rp4.000.000,- setiap bulannya untuk biaya kos, listrik, air, laundry dan internet. Selain itu, kamu juga harus menyisakan Rp2.500.000,- untuk biaya transportasi serta asuransi. Tambahan Rp2.000.000,- untuk cicilan kartu kredit. Dengan begitu, kurang lebih kamu menghabiskan sekitar Rp8.500.000,- setiap bulannya untuk tagihan utama, sekitar 57% dari gajimu. Well, memang sedikit di luar target, tapi tak masalah selama berada di bawah 60%. Mari lanjut ke tahap berikutnya!


    20%: Financial Goals

    Dengan Rp15.000.000,- sebulan, kamu bisa mencoba menabung sekitar 2%-nya untuk emergency fund (Rp300.000,-), lalu Rp500.000,- untuk tambahan dana pensiun, dan Rp1.000.000,- untuk tabungan traveling yang sudah kamu rencanakan. Keep in mind: dana pensiun sama sekali tidak bisa “ditawar”, dan usahakan untuk selalu menabung emergency fund karena jumlahnya tidak terlalu besar. Dengan tabungan-tabungan tersebut, kamu menghabiskan kurang lebih Rp1.800.000,- atau sekitar 12% dari gaji. Kalau kamu ingin menyesuaikan dengan target awal (yaitu 20%), berarti kamu seharusnya menabung sekitar Rp3.000.000,-. Tapi jika kamu memenuhi target tersebut, berarti kamu hanya bisa menghabiskan sekitar Rp3.500.000,- setiap bulannya untuk kebutuhan sehari-hari. Oh well, 12% sudah cukup realistis, kok.


    30%: Flexible Spending

    Kini kamu hanya memiliki 31% dari gaji (atau sekitar Rp4.700.000,-) untuk kebutuhan sehari-hari. Jika suatu saat nanti kamu mendapat promosi di kantor, saran Cosmo, ada baiknya kamu tetap mempertahankan fixed cost di atas setiap bulannya. Gunakan selisih gaji yang kamu dapatkan dengan membaginya sama rata antara financial goals dan kebutuhan sehari-hari. Semisal gaji kamu naik menjadi Rp17.000.000,-, maka tambahkan Rp1.000.000,- untuk emergency fund dan Rp1.000.000,- untuk kebutuhan sehari-hari. Atau, usahakan untuk bisa memenuhi target 20% financial goals kamu terlebih dahulu dengan selisih gaji tersebut, it’s your call.


    OPSI 3 - The Cent Tracker



    Jika kamu termasuk orang yang tidak suka dibatasi – termasuk soal mengeluarkan uang – cara Track Every Cent (TEC) mungkin jadi opsi yang paling cocok untukmu. Namun, kamu harus mencatat dengan disiplin setiap transaksi yang dilakukan. Here’s how it works:


    1. Record

    Catat setiap transaksi yang kamu buat sampai ke empat digit terakhir! Kamu bisa melakukannya dengan menulis di notes kecil atau di notes handphone, dan simpan kertas tagihannya sampai catatan bulan tersebut selesai. Strategi ini hanya bisa dilakukan jika kamu benar-benar disiplin, jadi mungkin kamu perlu meluangkan waktu sekitar 10 sampai 20 menit setiap harinya untuk mencatat pengeluaran hari itu.


    2. Track

    Buat tiga kolom, kemudian susun pengeluaranmu berdasarkan tanggal, barang, dan harga. Cantumkan total biaya pengeluaran di bagian paling bawah untuk mencari tahu seberapa besar yang kamu keluarkan dalam sehari. Kalau kamu termasuk tipikal orang yang rajin mencatat, Cosmo tantang untuk menambahkan beberapa baris keterangan sehingga kamu bisa memisahkannya berdasarkan kategori; seperti pengeluaran untuk makan, pakaian, entertainment, tagihan bulanan, dan sebagainya.


    3. Check

    Ini yang paling penting: periksa selalu keadaan keuanganmu. Kamu mungkin akan terkejut melihat seberapa besar uang yang kamu habiskan selama sebulan hanya untuk satu keperluan saja – seperti membeli kopi, atau air minum kemasan. Plus-nya, dengan cara ini kamu jadi tahu bahwa membeli dan menyeduh kopi sendiri, atau membawa botol minum kosong yang bisa diisi air mineral ke mana-mana ternyata bisa mengurangi pengeluaranmu dalam jumlah yang cukup signifikan. Have fun trying!



    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Tenor, Fabian Blank on Unsplash)