Lifestyle

Wajib Baca! Fakta Aplikasi Randonautica yang Heboh di TikTok

  by: Alexander Kusumapradja       2/7/2020
    • Aplikasi Randonautica menjadi tren di TikTok setelah banyak orang menceritakan petualangan dan penemuan yang mereka dapat dari aplikasi ini.
    • Pengguna mengungkapkan “niat” mereka dan aplikasi ini akan menunjukkan titik lokasi acak sebagai jawaban dari “niat” tersebut.




    Belakangan ini muncul tren tersendiri di TikTok yang menampilkan video penggunanya pergi ke suatu tempat dan menemukan hal-hal yang tak terduga, mulai dari anak kucing yang tersesat, tempat yang tampak angker, hingga mayat dalam koper di pinggir laut. Yup, se-random dan seaneh itu. Persamaannya, mereka semua memakai sebuah aplikasi bernama Randonautica yang intinya mengajak kita menelusuri sebuah tempat yang tak terlalu jauh dari lokasi kita dan menemukan sesuatu yang kita pikirkan atau harapkan.

    Yang perlu kita lakukan hanya memberi akses aplikasi itu untuk mengetahui lokasi GPS kita, menentukan niat, dan mengikuti arahan ke sebuah titik lokasi acak yang diberikan aplikasi ini ke kita. Singkatnya, aplikasi ini menunjukkan pada kita arah atau tempat untuk mendapatkan sesuatu yang berhubungan dengan niat kita. Pada praktiknya, app ini biasanya hanya menunjukkan titik yang mudah kita capai dengan berjalan kaki atau berkendara sebentar ke tempat random yang mungkin bisa memberikan kita inspirasi atau sudut pandang baru. Yang banyak membuat orang penasaran mecoba aplikasi ini adalah sense of adventure dari mulai menuju hingga akhirnya tiba di lokasi tersebut dan menceritakannya ke orang lain. Namun entah sugesti atau tidak (atau mungkin cuma kebetulan), banyak orang yang merasa aplikasi ini memang manjur dan mengantarkan mereka ke hal-hal tak terduga seperti yang sudah ditulis di atas.

    Dalam deskripsinya di Google Play dan iOS disebutkan bahwa aplikasi ini menggunakan sumber fisika kuantum dan spiritual yang berangkat dari teori probabilitas dan chaos theory untuk menentukan titik yang diberikan ke pengguna. Aplikasi ini dirilis sekitar awal tahun lalu namun sebelumnya istilah “Randonauts” sudah populer di Reddit di mana orang-orang mencoba kegiatan “Randonauting” dan menceritakan pengalaman mereka.

    “Randonaut” adalah orang yang menggunakan program bot khusus bernama Fatum Bot di aplikasi Telegram untuk mendapatkan titik lokasi yang harus dieksplor dan biasa disebut sebagai “Blind-Spot”. “Blind-Spot” sendiri adalah lokasi di dunia nyata yang sebetulnya ada di sekitar kita namun selama ini mungkin tak pernah kita sadari atau pedulikan. Analoginya seperti ini, kita mungkin sudah hafal rute antara rumah kita ke tempat kegiatan kita (kantor/sekolah/kampus), rute yang kita lewati hampir setiap hari. Namun, bagaimana bila biasanya kita belok kiri, kini kita coba belok kanan ke rute yang lain? Hasilnya bisa tak terduga dan mengejutkan, seperti misalnya ternyata di balik pasar yang selalu macet ke arah kantormu terdapat sebuah wihara cantik atau restoran hidden gems yang enak. “Blind-Spots” bagi banyak orang biasanya muncul sebagai lokasi yang tak diketahui seseorang walaupun sebetulnya sudah sering melewatinya. Dan hal ini pula yang disebut sebagai “randonauting”.

    Aplikasi Randonautica yang sudah diunduh lebih dari sejuta orang ini bisa dibilang aplikasi yang memudahkan proses mencari “Blind-Spots” tersebut dan mulai populer ketika beberapa pengguna TikTok mulai memvideokan petualangan mereka dengan app ini. Ketika beberapa YouTuber dengan jutaan subscribers seperti Emma Chamberlain mulai membuat konten Randonaut, aplikasi ini pun makin terkenal. Dari yang awalnya hanya digeluti segelintir orang di Reddit kini menjadi tren baru di media sosial.

    Aplikasi ini memberikan tiga tipe lokasi untuk dipilih pengguna yang masing-masing diberikan secara acak. Tipe pertama adalah lokasi “attractor/penarik” yang biasanya adalah area yang cukup padat dan dipenuhi banyak titik probabilitas (quantum points) untuk mestimulus mental dan imajinasi kita alias daerah yang diibaratkan banyak energi dan opsi untuk dipilih. Tipe kedua yaitu “void/lowong” adalah kebalikannya, yaitu area yang mungkin cukup kosong dan lebih sedikit titik yang akan menarik perhatianmu. Tipe ketiga yaitu “anomaly” adalah tipe yang paling tak terduga sekaligus paling kuat untuk dikunjungi, terutama bila kamu memang punya tujuan yang kuat dan tekad mencari jawaban untuk hal yang spesifik.



    Lalu apa yang kamu lakukan ketika tiba di titik lokasi yang diberikan? Teorinya adalah membiarkan rasa ingin tahumu menuntunmu dan mungkin menemukan petunjuk dari hal-hal yang menarik perhatianmu di tempat tersebut. Hal-hal yang membuatmu teringat sesuatu, masa lalu, atau seseorang dan menjadi petunjuk untuk keresahan yang ada di kepalamu. Bagi beberapa orang, kegiatan ini seperti self-fulfilling prophecy di mana orang-orang yang biasanya memang niat sampai tujuan yang diberikan, secara tidak sadar sebetulnya sudah mengetahui jawaban dari apa yang mereka cari di tempat tersebut. Sampai di sana mereka hanya akan mencari bukti atau petunjuk yang seakan mengonfirmasi dan mendukung jawaban yang sebetulnya sudah ada di alam bawah sadar mereka.

    Kenapa akhirnya aplikasi ini jadi populer di TikTok dan media sosial lainnya adalah karena membagikan cerita yang kita alami saat mencoba aplikasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pengalaman tersebut. Mayoritas orang suka cerita pertualangan dan sesekali melakukan hal yang dianggap random. Ketika kita melihat video orang-orang yang telah mencoba aplikasi ini, kita pun mungkin tergoda untuk mengunduh dan mencobanya sendiri, dan hal ini yang membuat aplikasi ini dengan cepat menyebar walau tak didukung oleh kampanye marketing besar-besaran.

    Namun, dari beberapa video yang beredar, pengalamannya memang beragam, dari yang mulai menyenangkan hingga menyeramkan. Ada orang yang niatnya mencari anak kucing dan ketika tiba di lokasi, ia benar-benar menemukan seekor anak kucing. Ada orang yang tujuannya mengarahkannya ke sebuah hutan tak jauh dari rumahnya dan menemukan sebuah bangkai mobil di tempat yang seharusnya tidak bisa dimasuki mobil. Yang paling heboh adalah ketika ada sekelompok anak muda yang mencoba aplikasi ini dan diarahkan ke sebuah pantai di mana mereka menemukan koper besar misterius berbau busuk. Mereka pun memutuskan menelepon polisi dan ketika dibuka isi koper tersebut ternyata memang mayat korban pembunuhan.

    Aplikasi ini sendiri memberi peringatan kepada penggunanya untuk tak melanggar tanpa izin properti milik orang lain atau masuk ke lokasi yang terlihat berbahaya. Joshua Lengferder, salah satu pembuat aplikasi ini mengibaratkan seperti menjatuhkan sebutir pasir ke peta dan mereka tak punya kuasa untuk mengatur titik koordinat yang muncul untuk pengguna. Menurut Joshua, ide utama aplikasi ini adalah mengajakmu keluar sebentar dari rutinitas, pakem, dan zona nyamanmu untuk menemukan kemungkinan dan hal baru dalam harimu.

    Well, terlepas kamu tertarik mencoba atau tidak dan meskipun terdengarnya mungkin seru, tapi selalu pikirkan keselamatan diri sendiri dan orang lain ya dear. Jangan pergi ke tempat yang menurutmu terasa berbahaya atau masuk ke wilayah orang lain tanpa izin, niat cari petualangan malah berbuah jadi cari perkara kan tidak lucu. Setuju?


    (Alexander Kusumapradja/Image: Yasin Hoşgör on Unsplash )