Celebrity

Jerome Kurnia: Tentang Seni Peran & Hobi Baru Selama Pandemi

  by: Alvin Yoga       6/7/2020
  • Jerome Kurnia, nama aktor muda ini semakin melambung sejak dirinya meraih nominasi pemeran pendukung pria terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia tahun 2019 lalu. Aktingnya yang apik dalam Bumi Manusia membuat insan perfilman—dan juga para penikmat film lokal—melirik bakat seni yang mengalir dalam nadinya. Pada Cosmo, pemeran Chicco Salim dalam Gossip Girl Indonesia ini berbincang mengenai keputusannya untuk serius di dunia seni peran, serta hobi barunya selama self-quarantine. Simak, hasil virtual photoshoot dan wawancara eksklusif Cosmo berikut ini.


    C: Halo Jerome, apa kabar? Bagaimana kabar Anda selama self-quarantine?

    J: Kabar baik! Terima kasih Cosmo, semoga kita sehat selalu, ya. Belakangan ini saya sedang sibuk persiapan untuk proses produksi sebuah film baru meski prosesnya memang berjalan sedikit lebih pelan akibat pandemi. Selain itu saya juga sibuk mencoba hobi-hobi baru yang bisa dilakukan di rumah, seperti bertanam dan mencoba membuat manisan klepon yang sempurna.




    Memilih sebagai seorang aktor, apa yang awalnya membuat Anda jatuh cinta pada seni peran?

    Dari kecil, setiap kali ada pentas di sekolah, saya selalu diminta oleh para guru untuk memerankan suatu karakter. Awalnya sih merasa terpaksa, tapi justru orang-orang inilah yang kemudian memberikan dan membuka jalan bagi saya untuk lebih mencintai seni peran.


    Bagaimana tanggapan orang-orang terdekat ketika Anda memutuskan untuk berkarier di dunia hiburan?

    Berasal dari keluarga yang kebanyakan berprofesi sebagai dokter, langkah untuk memutuskan berkarier di dunia hiburan tentu sangat tidak lazim bagi keluarga saya. Namun saya sangat bersyukur karena keluarga sangat mendukung apapun yang saya kerjakan – dengan syarat pekerjaan itu membuat saya bahagia.




    Boleh ceritakan proses casting pertama Anda?

    Pertama kali casting, saya tidak tahu harus ngapain, saya juga tidak tahu bagaimana aturannya ketika casting. Bisa dikatakan saya datang tanpa pengalaman apapun soal casting di dunia perfilman. Di situ saya nervous banget. Tapi kemudian saya ingat-ingat kembali apa yang saya lakukan kalau sedang pentas, juga alasan kenapa saya ada di tempat itu. Saya mencoba mengubah perasaan nervous itu menjadi suatu adrenalin untuk memacu saya berakting. And here I am.


    Anda bermain dengan apik sebagai Chicco Salim dalam Gossip Girl Indonesia, adakah kesulitan ketika memerankan karakter tersebut?

    Sangat senang mengetahui ada banyak penonton yang menyukai karakter Chicco Salim dari serial Gossip Girl Indonesia. Karakter ini sendiri merupakan adaptasi dari karakter Chuck Bass dari serial Gossip Girl. Nah, salah satu kesulitan terberat yang saya hadapi ketika memerankan Chicco adalah ketidakinginan saya untuk “menjiplak” karakter aslinya, meski di sisi lain saya juga tidak ingin karakter tersebut memiliki sifat yang terlalu berbeda dari karakter aslinya. Kesulitannya adalah saya harus menemukan titik tengah di antara kedua keinginan tersebut.

    Pada akhirnya, dengan bantuan sutradara dan tim produksi, kami menemukan titik tengah yang pas. Tentu saja pada akhirnya kami tidak bisa memenuhi kemauan setiap pemikiran individu akan Chuck Bass versi Gossip Girl Indonesia, karena setiap penonton pasti punya bayangan subjektif tersendiri. Namun kami merasa sudah cukup puas dengan karakter tersebut.


    Kini nama Anda kian bergaung di dunia perfilman, bahkan Anda sempat mendapatkan nominasi di FFI 2019 lalu, bagaimana rasanya?

    Tentunya sangat bersyukur bisa mendapatkan nominasi dari FFI, yang merupakan ajang penghargaan perfilman tertinggi di Indonesia. Saya juga sangat senang dapat berdiri bersama dengan nama-nama hebat di dunia perfilman Indonesia. Dengan mendapatkan nominasi tersebut, saya merasa bahwa kehadiran saya diakui dalam dunia perfilman Indonesia, dan membuat saya termotivasi untuk belajar lebih banyak lagi supaya bisa terus melangkah ke depan.




    Bicara soal film, adakah film favorit?

    Pertanyaan soal film favorit selalu menjadi pertanyaan yang paling sulit dijawab, karena setiap tahunnya pasti ada produksi film dari luar maupun dalam negeri yang kemudian menjadi film favorit saya. Tetapi kalau boleh mengingat kembali ke masa kecil, ada beberapa film yang membuat saya jatuh cinta pada dunia seni peran. Beberapa di antaranya adalah Shawshank Redemption, Green Mile, The Pianist, dan Gie. Belakangan ini saya juga suka dengan film Portrait of a Lady on Fire.


    Apa proyek film atau serial TV Anda selanjutnya? Bolehkah memberi kami sedikit bocoran mengenai film tersebut?

    Proyek berikutnya yang sudah diumumkan adalah Gossip Girl Indonesia Season 2 yang sangat saya tunggu-tunggu. Menyenangkan sekali bisa bekerja bersama Ibu Nia Dinata, juga seluruh crew dan cast yang mempunyai energi yang sangat positif. Selain itu ada satu proyek film yang belum boleh saya sebut judulnya, namun ceritanya fiksi bergenre superhero. Ditunggu, ya!




    Jika Anda tidak menjadi seorang aktor, apa yang ingin Anda lakukan?

    Apabila saya tidak menjadi seorang aktor ataupun bekerja dalam industri perfilman, saya ingin sekali membuka sebuah coffee shop di Eropa dengan sentuhan Indonesia. Bayangkan: Minum secangkir kopi Sumatra di sebuah saung Sunda sambil menatap pegunungan Alpen. Hmmm.




    Mari bicara soal kebiasaan Anda di luar syuting. Di tengah masa pandemi ini, bagaimana keseharian Anda di rumah? Apakah Anda menemukan hobi baru?

    Saya sudah tinggal sendiri sejak kuliah, jadi self-quarantine seorang diri tidak banyak mengubah keseharian saya. Dan untungnya, kehadiran teknologi membuat saya bisa berbincang dan bertatap muka bersama orang-orang terdekat dan tersayang. Yang sulit adalah, saya sendiri termasuk tipe outgoing, dan suka keluar rumah untuk bertemu teman-teman. Saya juga suka sightseeing di kafe. Nah, selama self-quarantine, saya mencoba mempelajari hal-hal baru yang ternyata bisa dilakukan di rumah.

    Hobi-hobi baru yang saya dapatkan selama di rumah adalah belajar mixology dan memasak. Belakangan ini saya suka banget memasak, apapun! Mulai dari homemade yakiniku sampai klepon mencrot.


    Apa yang paling Anda rindukan selama self-quarantine di rumah?

    Hal yang paling saya rindukan selama berdiam di rumah adalah orang-orang terdekat dan tersayang, juga those simple things seperti duduk di sebuah kafe bersama teman-teman dan memandang bagaimana dunia berjalan.


    Kalau Anda bisa traveling setelah pandemi ini selesai, ke manakah tujuan liburan Anda?

    Sehabis pandemi ini berakhir, saya sepertinya ingin langsung menjenguk keluarga yang tinggal di Eropa, dan kalau masih ada kesempatan, saya ingin berkeliling Eropa sambil road trip. Rasanya ingin sekali berkendara sambil benar-benar menghargai apa yang ada di sisi kiri kanan jalan, mulai dari orang-orangnya sampai alamnya, karena selama di karantina ini saya jadi sadar betapa pentingnya hal-hal yang tadinya kurang kita anggap bermakna.


    Terakhir, bolehkah sebutkan satu fakta diri Anda yang belum diketahui oleh banyak orang?

    Mungkin banyak yang belum tahu bahwa dulu saya kuliah hukum dan sempat bekerja di satu kantor hukum. Sampai kemudian saya banting setir menjadi seorang radio announcer. Walaupun sudah mencintai seni peran sejak duduk di bangku TK, tapi saya juga suka sekali mata pelajaran hukum. Sekarang ini saya sedang mengambil program magister hukum yang bersifat full online, distance learning dari suatu universitas di luar negeri.


    (Alvin Yoga / FT)

    Fotografer: Hadi Cahyono

    Digital Imaging: Veby Citra

    Stylist: Hendry Leo

    Wardrobe: Studio MORAL, COACH