Lifestyle

Konser Virtual The Bakuucakar, Tribut untuk Glenn Fredly

  by: Givania Diwiya Citta       10/7/2020
    • Untuk mengobati kerinduan terhadap Glenn Fredly, konser virtual “Untuk Sebuah Nama The Bakuucakar” sukses digelar.
    • Konser ini turut diisi oleh penampilan dari The Bakuucakar, Mutia Ayu, Tompi, sampai Yura Yunita.


    Sosok Glenn Fredly serta karya musiknya telah menjadi kebanggaan industri musik tanah air sejak pria berdarah Ambon ini mengawali kariernya di awal era ’90an. Kini untuk meneruskan visi misi Glenn, sebuah konser pun digelar sebagai perwujudan warisan nama besar Glenn Fredly untuk dunia musik tanah air. Diselenggarakan oleh Bumi Entertainment dan Musik Bagus, konser yang digelar secara virtual dalam tajuk “Untuk Sebuah Nama The Bakuucakar” pun sukses terlaksana pada 8 Juli 2020 lalu. Nama-nama kolaborator serta sahabat setia Glenn pun turut andil dalam performance ini, di antaranya band The Bakuucakar yang telah 10 tahun berkarier bersama Glenn, para sahabat Tompi, Ivan Nestorman, Yura Yunita, Vicky Sihombing, serta penampilan spesial oleh Mutia Ayu, sang istri Glenn. 








    Berlokasi di Mbloc Live House (kawasan kreatif yang juga digagas oleh Glenn!), konser ini dirancang intens, hangat, sekaligus intim lewat setting lighting, visual, serta produksi audio berkualitas tinggi hingga bisa dinikmati 1900 penonton secara virtual. Konser ini sekali lagi mengingatkan kita atas peninggalan persona dan nama Glenn yang selalu berjuang dalam hidupnya melahirkan karya-karya yang melekat dan bisa dinikmati hingga lintas generasi. Terlebih lagi, konser ini mengungkapkan kembali semua perjalanan Glenn yang lantang menyuarakan rasa kemanusiaan dan keindahan perbedaan yang dimiliki insan-insan tanah air lewat musik serta berbagai proyeknya dalam memajukan bakat para musisi aspiratif lainnya, seperti Ivan Nestorman yang tergabung dengan Glenn dalam Trio Nusa Hitam, hingga penyanyi Yura Yunita.








    Sederet lagu Glenn pun disenandungkan dan dikemas secara apik serta menggugah emosi. Di antaranya Sabda Rindu yang dibawakan Tompi, Cinta dan Rahasia yang dibawakan Yura, Renjana yang dibawakan oleh Ivan, Nyali Terakhir oleh Mutia, hingga ditutup oleh lagu Romansa ke Masa Depan yang menyuratkan pesan-pesan Glenn tentang rasa optimisnya mengenai masa depan, terutama tentang Indonesia timur. “Visi misi Glenn belum berakhir, yang bisa meneruskan itu semua adalah kita,” ujar Mutia dalam konser itu. And Cosmo couldn’t agree more, his spirits are forever sparks in music, and we got to cherish it better. Kudos!




    (Givania Diwiya / Images: Dok. Konser “Untuk Sebuah Nama The Bakuucakar” / Layout: Dyah Puspasari)