Beauty

Ini 4 Alasan Kulit Semakin Berjerawat Karena Memakai Masker

  by: Shamira Priyanka Natanagara       11/7/2020
  • Pernah dengar istilah 'mascne'? Kata tersebut mulai muncul di kala pandemi virus corona ini. Karena World Health Organization telah menganjurkan pemakaian masker wajah untuk mengurangi penyebaran virus corona, dan sejumlah negara di dunia ini pun mewajibkan pemakaian masker saat pergi ke luar rumah, kini hampir semua orang beraktivitas dengan setengah wajah yang tertutup pelindung. Dan meski tujuannya baik, tidak sedikit orang mengalami timbulnya jerawat sejak rutin memakai masker.

    Yup, ini bukanlah 'feeling' orang-orang saja. Jika belakangan ini kamu semakin sering memakai pelindung wajah sambil beraktivitas dan melihat jerawat pada kulit wajah pun bertambah, kemungkinan masker adalah penyebabnya. Namun ini bukan berarti kamu boleh pergi tanpa masker, girls! Mari kita kenali alasan masker wajah menyebabkan jerawat berikut ini agar tahu solusi untuk mengatasinya. Simak!




    Perubahan tingkat kelembapan

    Apapun tipe kulitmu, tingkat kelembapan pada kulit meningkat selama kamu memakai masker. Menurut Joshua Zeichner, MD, direktur penelitian kosmetik dan klinis di Mount Sinai Hospital, New York City mengatakan bahwa masker menghasilkan “area lembap yang menjebak keringat, minyak, dan bakteri pada kulit.” Hal-hal tersebut adalah salah satu penyebab timbulnya jerawat, yang bisa muncul dalam berbagai jenis, mulai dari whiteheads hingga pustule.

    Solusinya… Ini bukan berarti kamu harus ‘absen’ memakai pelembap, lho! Justru pelembap dibutuhkan untuk melindungi kulit dari gesekan terhadap masker yang bisa menyebabkan iritasi. Agar lebih aman, coba pilih produk pelembap yang oil-free dan berbahan dasar air, atau gunakan produk emulsion yang memiliki tekstur ringan dan mudah menyerap pada kulit.


    Gesekan terhadap masker

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gesekan terhadap kain masker dapat menyebabkan iritasi, dan hal ini pun bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat, terutama jika kamu memiliki tipe kulit kering atau sensitif. Tiffany J. Libby, MD, asisten profesor dermatologi di Brown University, menjelaskan bahwa gesekan dan iritasi dapat menyebabkan sobekan mikro pada kulit, sehingga mempermudah akses bakteri dan kotoran ke dalam lapisan kulit. Ini dapat menghasilkan inflamasi dan jerawat.

    Solusinya… Cermat dalam memilih bahan masker! Dr. Joshua menyarankan masker berbahan katun yang lembut dan lebih ramah pada kulit. Dan jika menggunakan masker reusable, jangan lupa untuk mencucinya setelah dipakai.




    Kotoran yang terperangkap

    Setengah dari wajah kita tertutup oleh masker, so bayangkan betapa banyak kotoran, sebum, dan keringat yang terperangkap di area tersebut. Hal-hal tersebut dapat menyumbat pori-pori, sehingga jerawat dapat terbentuk dengan mudah. 

    Solusinya… Selain rajin mencuci masker reusable setelah digunakan, serta mengubah masker setiap empat hingga enam jam (ini juga patut dilakukan agar kamu bisa terlindung dari virus secara maksimal), pastikan kamu rajin mencuci muka. Setidaknya pada pagi dan malam hari, gunakan sabun cuci muka bebas parfum dan bertekstur gel yang dapat menghindari terjadinya iritasi.


    Suhu yang meningkat

    Karena ada lapisan yang menutup area mulut dan hidung, a.k.a bagian dari saluran pernapasan kita, suhu pada area yang tertutup masker meningkat. Kenaikan suhu ini disebabkan oleh tingkat kelembapan yang juga meningkat, serta sirkulasi udara yang tidak bersirkulasi dengan baik. Yes, suhu yang lebih panas membuat kulit kita lebih rentan terhadap jerawat, karena dapat meningkatkan produksi minyak yang bisa menyumbat pori-pori.

    Solusinya… Hindari pemakaian foundation, concealer, dan bedak pada area yang tertutup masker. Let your skin breathe, apalagi mengingat sirkulasi udara saat memakai masker menjadi kurang baik. 


    (Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: mikoto.raw from Pexels)