Better You

Jangan Dipendam, Ini Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Mental

  by: Shamira Priyanka Natanagara       14/7/2020
  • Tidak sedikit orang masih merasa bahwa menangis adalah tanda bahwa kamu memiliki mental yang lemah. Hmm... Cosmo rasa persepsi ini patut diubah, karena meneteskan satu atau dua air mata (atau jauh lebih banyak) bermanfaat untuk kesehatan mental, tanpa memperhatikan gender. So jika kamu memiliki amarah yang rasanya akan membuat kepala 'meledak', rasa pilu yang menyayat hati, atau perasaan negatif lainnya, jangan malu untuk menangis! Lain kali kamu sungkan untuk mencurahkan perasaan melalui air mata, ingat manfaat menangis bagi kesehatan mental berikut ini.  


    Melepaskan beban pikiran

    Don’t hold it in! Jika memiliki pikiran yang membebani diri, kamu bisa coba membebaskannya dengan berbagai macam cara, seperti berolahraga, mendengarkan musik, dan bisa juga dengan menangis. Apalagi jika kamu memiliki pikiran negatif yang mengganggu, atau rasa pilu yang terpendam, menangislah untuk melepas beban yang disebabkan oleh perasaan tersebut. 




    Menenangkan diri

    Menurut penelitian yang terbit dalam jurnal Frontiers in Psychology, menangis dapat membuat seseorang lebih tenang karena mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang membantu orang menenangkan diri. Itulah salah satu sebabnya seseorang dapat merasa lebih ‘lega’ setelah menangis.


    Memperbaiki suasana hati

    Menurut sebuah artikel dari jurnal The Ocular Surface, tetesan air mata mengandung sejumlah hormon stres dan zat kimia lainnya. Ketika dikeluarkan melalui tangisan, tingkat zat dan hormon tersebut dalam tubuh berkurang, sehingga rasa stres turut berkurang dan tubuh menjadi lebih santai. So kalau sedang merasa bad mood karena stres, jenuh, atau memiliki rasa amarah yang terpendam, menangislah untuk merilis semua perasaan negatif tersebut, agar mood menjadi lebih baik.




    Mengurangi rasa sakit

    Frontiers in Psychology juga mengatakan bahwa tubuh kita merilis hormon oksitosin dan endorfin saat menangis untuk waktu yang cukup lama. Oksitosin dapat membuat tubuh lebih santai, sedangkan endorfin mendatangkan energi yang positif dalam tubuh, dan ketika kedua hormon ini dirilis saat menangis, kamu bisa merasa lebih relaks dan rasa sakit pun dapat berkurang. 


    (Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Polina Zimmerman from Pexels)