Lifestyle

Ini Dia 8 Perbedaan Antara Generasi Millennial dengan Gen Z

  by: Alexander Kusumapradja       15/7/2020
    • Millennial masih sering dipakai untuk merujuk pada generasi remaja, padahal generasi remaja saat ini berasal dari Generasi Z yang lahir antara tahun 1995-2005.
    • Walaupun rentang umur masih terbilang dekat, ada beberapa perbedaan antara Generasi Millennial dengan Gen Z.




    Seperti yang pasti sudah sering kamu lihat di berita dan media sosial, generasi-generasi saat ini dibedakan dengan istilah Baby Boomer, Gen X, Gen Y (Millennial), dan Gen Z. Walau sudah lumrah, namun kamu mungkin masih bertanya-tanya kenapa sih kok kita perlu memakai istilah-istilah tersebut untuk membedakan satu generasi dari generasi lainnya? Terus, apa bedanya Millennial dengan Gen Z saat keduanya dianggap sebagai generasi muda yang paling sering dibahas saat ini? Well, kita simak bareng-bareng yuk tentang hal ini!

    Mengenal Generation Cohort/Kohor Generasi

    Baby Boomer, Gen X, Gen Y, Gen Z merupakan istilah yang lahir dari teori Kohor Generasi. Dalam ilmu sosial, kohor adalah kelompok orang yang memiliki karakteristik atau pengalaman yang sama dalam periode tertentu seperti waktu kelahiran, masa sekolah, dan sebagainya. Banyak yang salah kaprah kalau pelabelan sebuah generasi dilihat berdasarkan rentang usia mereka, padahal yang harus dilihat adalah rentang tahun kelahiran. Misalnya banyak yang masih memakai istilah Millennial untuk anak-anak muda yang masih sekolah atau kuliah, padahal Millennial yang lahir antara tahun 1980 sampai 1994 saat ini sudah memasuki usia kerja dan yang saat ini berada di tingkat sekolah dan kuliah justru Gen Z yang lahir antara tahun 1995 sampai 2015.

    Generasi Millennial yang sebelumnya diidentikkan sebagai generasi anak muda tak bisa dipungkiri sudah memasuki fase dewasa atau dewasa muda dengan pola pikir yang mungkin sudah berbeda dengan ketika mereka masih remaja, namun mereka sampai kapanpun tetap dianggap bagian dari Generasi Millennial. Jadi yang harus diingat dari sebuah generasi adalah tahun kelahiranya, bukan fase hidup mereka saat ini.


    Di tahun 2020 ini, pembagian generasinya adalah sebagai berikut:

    - Baby Boomers: Lahir antara tahun 1944 sampai 1964 dan saat ini berusia antara 56 sampai 76 tahun.

    - Gen X: Lahir antara tahun 1965 sampai 1979 dan saat ini berusia antara 41 sampai 55 tahun.

    - Gen Y/Millennial: Lahir antara tahun 1980 sampai 1994 dan saat ini berusia antara 26 sampai 40 tahun.

    - Gen Z: Lahir antara tahun 1995 sampai 2015 dan saat ini berusia antara 5 sampai 25 tahun.

    Kenapa Kohor Generasi Memakai Nama Alfabet?

    Dimulai dari Generasi X yang diteruskan generasi selanjutnya yang memakai alfabet Y dan Z, sementara generasi sebelum Gen X bukan Gen W tapi Baby Boomers. Konsep tentang Kohor Generasi ini sendiri berasal dari Amerika Serikat sehingga kita harus melihatnya dari kacamata Amerika saat itu. Ketika Perang Dunia Kedua berakhir, Amerika yang keluar sebagai pemenang merasakan masa kemakmuran yang membuat taraf hidup penduduknya meningkat sehingga banyak keluarga yang tak ragu memiliki banyak anak dan mengakibatkan ledakan populasi kelahiran bayi alias baby boom dan karena itu generasi yang lahir di era tersebut disebut sebagai generasi Baby Boomer.

    Namun, generasi setelah Boomer dianggap tak punya identitas kultur yang signifikan dan akhirnya disebut sebagai Gen X karena “X” sering menjadi simbol untuk sesuatu yang belum diketahui atau belum pasti. Akhirnya generasi selanjutnya pun meneruskan alfabet tersebut. Gen X diteruskan oleh Gen Y yang sering juga disebut sebagai Millennial. Istilah Millennial dipopulerkan oleh Neil Howe dan William Strauss yang memakai istilah tersebut sejak tahun 1989 ketika ketakutan dan harapan tentang pergantian millennia (setiap seribu tahun) menjadi konsep yang makin sering dibicarakan dan melahirkan berbagai spekulasi.

    Gen Z meneruskan tradisi tersebut dan menjadi generasi terakhir yang memakai alfabet untuk pelabelannya. Generasi ini lah yang saat ini disebut sebagai generasi muda dan tentu punya perbedaan sikap dengan generasi sebelum mereka. Selain Gen Z, generasi ini juga dikenal dengan istilah Post-Millennials, Zoomers, iGeneration, Gen Tech, Net Gen, dan Neo-Digital Natives.



    Perbedaan Antara Gen Y dan Gen Z?

    1. Attention span yang rendah.

    Gen Z lahir di kala internet dan media sosial sudah menjadi bagian keseharian kita dan dari kecil mereka terbiasa memegang gadget serta menerima arus informasi terus-menerus dari media sosial dan internet. Aplikasi-aplikasi populer yang digunakan oleh Gen Z seperti Instagram Story dan TikTok umumnya berdurasi super singkat sehingga Gen Z terbiasa memroses sebuah informasi dengan cepat namun di saat yang sama fokus mereka juga mudah teralihkan dan attention span mereka lebih rendah dari generasi sebelumnya.

    2. Terbiasa multi-tasking.

    Meskipun lebih sulit fokus dibanding Millennial, namun Gen Z lebih terbiasa multi-tasking. Mereka terbiasa mengerjakan tugas namun masih tetap bisa sambil mendengarkan lagu atau mengecek ponsel atau bisa menonton serial televisi dengan membuka tugas di laptop dan sambil membalas message atau melakukan video chat dengan teman.

    3. Gen Z lebih berani wirausaha.

    Sebagian Millennial lebih nyaman memilih jalur karier sebagai pegawai di sebuah perusahaan sementara sebagian lain berani membuka usahanya sendiri sebagai entrepreneur. Kultur entrepreneurship ini akan semakin kuat di Gen Z karena mereka telah melihat banyak contoh yang sukses dari berwirausaha dan pada dasarnya mereka menginginkan lingkungan kerja yang lebih independen dan tidak kaku.

    4. Gen Z berpikir dan berpandangan lebih global.

    Millennial dianggap sebagai generasi global pertama karena mereka tumbuh seiring perkembangan internet, namun Gen Z adalah generasi yang lahir ketika sistem internet dan jaringan global sudah tertata mapan dan dunia sudah semakin “dekat” berkat internet. Hal ini membuat banyak Gen Z lebih terbiasa menerima informasi dari mancanegara dan bagaimana peristiwa di belahan dunia lain bisa memengaruhi mereka. Mereka pun semakin familiar dengan konsep diversity dan isu sosial. Rata-rata Gen Z memiliki ponsel pertama mereka di umur 10,3 tahun dan sebelumnya pun banyak yang tumbuh besar dengan bermain di ponsel atau tablet milik orangtua mereka. Maka tak heran bila smartphone menjadi metode komunikasi pilihan mereka. Rata-rata, Gen Z menghabiskan 3 jam per hari di gadget mereka.

    5. Gen Z lebih realistis sementara Millennial lebih idealis.

    Millennial dianggap generasi berpandangan optimis karena mereka tumbuh besar ketika ekonomi masih cenderung stabil dan reformasi membawa harapan baru bagi kehidupan yang lebih baik sementara Gen Z tumbuh besar melihat berbagai peristiwa yang mengubah dunia, termasuk pandemi COVID-19 dan tantangan finansial yang dihadapi orangtua, lingkungan, ataupun diri mereka sendiri. Banyak yang memperkirakan bahwa Gen Z akan tumbuh menjadi generasi yang lebih paham pentingnya berinvestasi untuk jangka panjang dibanding banyak Millennial yang mengusung semangat YOLO (You Only Live Once).

    6. Gen Z fokus menabung sementara Millennial fokus mencari pengalaman.

    Anak muda saat ini cenderung lebih tertarik menyimpan uang dengan menabung atau berinvestasi dibanding ketika generasi Millennial berada di usia yang sama. Gen Z lebih tertarik mengeluarkan uang untuk sesuatu yang punya value dan berkualitas tinggi, sementara generasi Millennial adalah generasi yang lebih tertarik dengan proses membeli barang itu sendiri dan gemar mencari pengalaman baru dengan traveling.

    7. Gen Z lebih suka kerja mandiri.

    71 persen Gen Z mengaku mereka percaya kalimat “kalau kamu ingin sesuatu berjalan dengan baik, kamu harus melakukannya sendiri.” Ketika diberikan opsi untuk mengatur meja kerja, Millennial cenderung menyusun meja kerja tersebut melingkar agar lebih mudah berkolaborasi, sementara Gen Z akan lebih kompetitif dengan rekan kerja mereka dan punya mental do-it-yourself yang kuat. 69 persen Gen Z juga mengaku lebih suka punya meja kerja sendiri dibanding harus sharing dengan orang lain seperti yang biasa kita lihat di tempat kerja open space yang populer di kalangan Millennial.

    8. Gen Z lebih suka menyimpan info pribadi.

    Tujuh puluh persen Gen Z mengaku lebih bersedia membagikan informasi personal ke binatang peliharaan dibanding dengan atasan mereka. Sebagai generasi pionir digital, Millennial menggunakan media sosial untuk membagikan opini, pemikiran, dan update kehidupan mereka sehari-hari. Dengan makin maraknya pencurian data dan informasi, Gen Z justru cenderung lebih selektif dan memikirkan ulang informasi yang ingin mereka bagi ke dunia maya. Itu sebabnya Gen Z lebih tertarik dengan aplikasi seperti Snapchat karena konten di dalamnya punya batas waktu yang singkat dibanding jejak-jejak virtual yang akan terus ada di Twitter atau Facebook.


    (Alexander Kusumapradja/Image: Matheus Ferrero on Unsplash )