Better You

4 Cara Efektif untuk Mengontrol Asupan Kopi Setiap Hari

  by: Shamira Priyanka Natanagara       17/7/2020
  • Berapa banyak gelas kopi yang kamu minum setiap harinya? Hanya satu atau dua saja, atau bisa mencapai enam gelas? Terutama jika jadwalmu dipenuhi berbagai aktivitas setiap hari, minum kopi adalah suatu keharusan agar tubuhmu terasa lebih bugar di siang hari. Dan meski kini kebanyakan dari kita lebih sering beraktivitas di dalam rumah, bagi beberapa orang kebiasaan tersebut tidak berhenti. Cosmo yakin tidak sedikit Cosmo Babes menghabiskan banyak uang selama masa karantina ini untuk memesan kopi susu kesayangan masing-masing, benar? Yes, coffee is good, tapi perlu diingat bahwa terlalu banyak mengonsumsi kopi dapat berdampak buruk pada kesehatan.

    Cosmo paham, mengontrol asupan kopi setiap hari bukanlah hal yang mudah. Namun demi kesehatan, ada baiknya untuk setidaknya mengurangi jumlah gelas kopi yang kamu minum per hari. Berikut adalah beberapa cara mudah mengontrol asupan kopi yang bisa kamu coba. Remember: ini semua demi kesehatanmu. 




    Go slow

    Kopi memiliki kandungan kafein yang tinggi, dan sebenarnya kafein memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, seperti menurunkan risiko penyakit liver, diabetes tingkat 2, dan sejumlah tipe kanker. Namun mengonsumsi terlalu banyak kafein pun tidak bagus. Kamu bisa mengalami gangguan tidur seperti insomnia, mudah merasa lelah dan gelisah, dan terlalu sering mengonsumsi kafein pun bisa membuatmu kecanduan. Yes, it can happen.


    Mungkin kamu belum menyadarinya, tapi jika kamu selalu mengandalkan kopi agar bisa melek dan produktif di siang hari, dan merasa pusing atau letih setiap kali belum mengonsumsi kopi, ada kemungkinan kamu kecanduan kafein. Menghadapi kecanduan tersebut bisa menjadi hal yang menantang, tapi jangan khawatir, karena ini bukanlah kondisi yang permanen—kamu bisa pulih, girls. Kuncinya adalah untuk mengontrol asupan kopi (dan minuman dengan kandungan kafein lainnya, seperti minuman bersoda dan teh) secara perlahan. Go slow, jangan langsung menghentikan konsumsi kopi. Semisal kamu biasanya mengonsumsi enam gelas kopi per hari, coba kurangi menjadi empat gelas, dan jika merasa lebih stabil kurangi lagi menjadi tiga atau dua gelas.

    Jika langsung menghentikan konsumsi kopi sepenuhnya, kamu bisa mengalami sakit kepala sehingga keinginan untuk minum kopi agar rasa sakit tersebut pergi meningkat. So penting untuk mengurangi asupan kopi secara bertahap. It's a process, and Cosmo believe you can do it!


    Pahami efek sampingnya


    Seperti yang telah Cosmo sebutkan sebelumnya, kopi memiliki efek negatif pada tubuh. Dan kalau kamu berencana untuk mengontrol asupan kopi setiap hari, ada baiknya untuk memahami efek samping dari minum terlalu banyak kopi agar lebih mengenal bahayanya. Menurut dr. Juwalita Surapsari, SpGK, kopi yang bersifat asam bisa merangsang keluarnya asam lambung. Katanya, "Kopi dapat menurunkan kekuatan otot sfingter antara kerongkongan dan lambung. Sehingga minuman ini memudahkan terjadinya peningkatan isi lambung ke kerongkongan (gastroesofageal refluks)."



    Efek negatif kopi pun tak hanya memengaruhi bagian dalam tubuh saja, lho. Sang dokter spesialis gizi klinik juga mengingatkan bahwa kopi susu atau kopi yang mengandung gula secara berlebihan bisa menimbulkan jerawat. "Makanan atau minuman yang tinggi lemak dan karbohidrat, memicu meningkatnya produksi sebum dan faktor risiko timbulnya jerawat," ujarnya. Hmm... mulai sekarang coba berpikir dua kali sebelum memesan kopi susu favoritmu. Tidak ingin rutinitas skincare sia-sia, kan?


    Water, water, water!

    Seimbangkan asupan kopi dengan memperbanyak asupan air mineral. Pusat medis akademik Cleveland Clinic mengatakan bahwa kafein bisa membuat tubuh dehidrasi, dan air putih adalah pilihan yang tepat untuk mengembalikan tingkat hidrasi tubuh. Selain itu, air putih juga membantu menghilangkan kafein dari tubuh. Mengalami kesulitan untuk rajin minum air putih? Simak artikel ini untuk lihat tujuh cara mudah agar lebih sering minum air



    Beralih ke kopi bebas kafein

    Rasanya mungkin tidak sama, tapi jika bisa membuatmu lebih sehat, why not? Kamu tidak perlu langsung beralih ke kopi bebas kafein (decaf). Once again, ini adalah sebuah proses. Cleveland Clinic menyarankan untuk bergantian antara kopi decaf dan kopi berkafein, dan begitu sudah terbiasa, perbanyak asupan kopi decaf dan kurangi kopi berkafein. Ini bisa membant menghindari efek samping dari berhenti mengonsumsi kafein, dan lama-kelamaan mengubah kebiasaanmu.


    (Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Brigitte Tohm on Unsplash / Images: Andrea Piacquadio from Pexels, Christiana Rivers on Pexels, mentatdgt from Pexels)