Lifestyle

Daftar Film tentang Traveling yang Akan Menghibur Kamu

  by: Givania Diwiya Citta       21/7/2020
    • Kondisi pandemi COVID-19 belumlah berakhir, jadi sebisa mungkin tetap maksimalkan aksi #DiRumahAja dan mengontrol diri untuk keluar rumah demi hal urgent serta bekerja saja.
    • Untuk menghibur kamu tanpa perlu meninggalkan sofa atau kasur yang empuk, daftar film tentang traveling berikut ini akan membawa kamu escape selama dua jam yang indah.


    Rasa ingin traveling pasti sudah menggerogoti relung kamu, apalagi di masa pandemi COVID-19 di mana kita dilarang untuk pergi ke mana pun. Tapi, film bisa jadi alternatif solid untuk memberi kesegaran pada dahaga traveling kamu, lho. Saat kamu tidak bisa berjalan kaki di jalanan Paris yang bermandikan cahaya matahari, atau saat kamu tidak bisa berpetualang menjelajah di alam liar Alaska, kamu tetap bisa menikmati panorama dan sensasinya dari para karakter dalam film, yang mungkin jujur, punya cerita dan pengalaman traveling yang lebih menggugah ketimbang saat traveling di kehidupan nyata. Memang berikut ini adalah daftar film tentang traveling, tapi semua kota dan destinasi yang ditampilkannya tetap akan membuat kamu terhibur secara fair.




    Roman Holiday (1953)


    Seluruh syuting film ini berlokasi di Roma, jadi film klasik hitam-putih yang dibintangi Audrey Hepburn dan Gregory Peck ini akan membuat kamu ikut terbuai dengan cerita romansa epic di kota yang indah. Cerita cinta fairy tale ini adalah tentang seorang bangsawan dan rakyat biasa – seorang putri dari Eropa dan seorang reporter dari Amerika – yang menjalin koneksi lewat sebuah kecocokan humor di antara mereka. Film ini tidak akan mengecewakan kamu.


    Midnight in Paris (2011)


    Apakah kamu pernah merasa nostalgia pada sebuah era yang bahkan kamu belum terlahir saat itu? Film ini mengangkat gagasan itu dan diceritakan dari sudut pandang seorang screenwriter, yang diperankan oleh Owen Wilson, yang bisa secara misterius memutar waktu ke era 1920an setiap tengah malam, selama ia berada di Paris bersama keluarga tunangannya.


    Under the Tuscan Sun (2003)


    Berkeliling Italia setelah menemukan fakta bahwa suami berselingkuh? Aksi yang bagus. Dalam film rom-com ini, seorang janda memilih traveling dan bahkan secara impulsif, membeli sebuah vila di pedesaan Tuscan untuk memulai hidup barunya. Awal-awal ia merasa kesulitan menata hidupnya, tapi kehadiran pria Italia yang hot akan membantunya melewati masa-masa sulit.


    The Grand Budapest Hotel (2014)


    Desain set yang vibran saja sudah akan membuat kamu tenggelam dalam filmnya. Dengan latar era 1930an, cerita dimulai dari seorang petugas concierge dan lobby di resor ski Eropa, yang harus melayani berbagai permintaan pelanggannya – tak terkecuali beberapa kebutuhan seksual. Saat salah satu ‘kekasih’-nya meninggal, ia pun lantas ‘mewarisi’ banyak lukisan berharga dan malah menjadi tersangka dari pembunuhan kekasihnya tersebut.


    Spectre (2015)


    Dalam film ke-24 James Bond ini, seperti biasanya, agen rahasia British melintasi berbagai perbatasan negara yang pada setiap lokasinya dipenuhi aksi pertarungan memukau. Film ini dibuka dengan destinasi di Mexico City, lalu ke Austria, Italia, Maroko, dan tentu saja, seluruh U.K.


    Crazy Rich Asians (2018)


    Kalau kamu melewatkannya, Cosmo akan ingatkan lagi bahwa rom-com ini menampilkan berbagai panorama indah di Singapura dan Malaysia. Ceritanya adalah tentang Rachel Chu, yang menemukan fakta bahwa sang pacar, Nick, berasal dari keluarga kaya raya ketika ia menemani Nick ke Singapura untuk sebuah acara pernikahan. Bagaimana caranya seseorang bisa menemukan pria seperti itu? BRB, Cosmo tanya pada teman-teman dulu.


    Into The Wild (2007)


    Setelah lulus kuliah, Christopher McCandless memutuskan untuk meninggalkan karier yang menguntungkan dan peninggalan uang dari orangtuanya yang kaya raya demi minatnya menjelajah alam liar Alaska. Dalam perjalanannya, ia singgah di ladang gandum di South Dakota, menyusuri sungai Colorado, dan bertemu banyak macam orang dari berbagai belahan kehidupan di dunia.


    Before Sunrise (1995)


    Film pertama dalam trilogi ini adalah sebuah lamunan yang bisa membuat kita membayangkan indahnya bertemu penumpang lain yang amat atraktif: menciptakan hubungan romantis dengan orang yang benar-benar asing sambil menjelajah ruang publik di kota yang indah. Sensasi spontanitas dan romansanya! Ah, apalagi yang kita dambakan?


    Murder on the Orient Express (1974)


    Kamu bisa saja menonton versi remake filmnya di tahun 2017 lalu, tapi versi tahun 1974 ini diisi oleh pemeran yang menampilkan sederet tipe tersangka pembunuhan mulai dari seorang janda Amerika, putri Rusia, sampai diplomat Hungaria, dan seorang detektif Belgia. Menurut Cosmo, film ini jauh lebih kaya kandungan traveling yang glamor.




    P.S. I Love You (2007)


    Film ini akan membuat kamu terisak-isak, jadi pastikan bahwa tisu, bantal, dan sebuah bahu untuk bersandar ada di dekatmu, ya. Ceritanya adalah tentang seorang janda yang berduka karena menerima surat dari mendiang suaminya untuk ulang tahunnya yang ke-30 dan sudah dirancang untuk membantunya melanjutkan hidup saat itu terjadi.


    Lion (2016)


    Lion menceritakan kisah nyata dari seorang anak laki-laki India yang tersesat di kereta, dan berakhir meninggalkan rumahnya yang jauh. Ia berhasil bertahan hidup sendirian, dan akhirnya diadopsi oleh pasangan asal Australia. Beberapa dekade kemudian, ia menggunakan Google Earth untuk menyusuri jejak keluarganya di India.


    In Bruges (2008)


    Film crime comedy ini menceritakan tentang dua pembunuh bayaran yang terpaksa bersembunyi di Bruges. Salah satu dari mereka benci kota kecil Belgia, dan yang satu lagi justru menyukai keindahannya. Mereka banyak bertemu macam-macam orang, mulai dari turis sampai warga lokal, bahkan menemukan potensi untuk membangun romansa di sana.


    Lost in Translation (2003)


    Rom-com ini mengisahkan cerita cinta antara seorang aktor Amerika yang mengalami mid-life crisis dan seorang perempuan Amerika yang sedang menemani suaminya menjalankan perjalanan bisnis di Tokyo. Percaya deh, film ini akan membuat kamu jatuh cinta dengan ibukota Jepang tersebut, dan mungkin kamu sudah menuliskan destinasi ini ke dalam bucket list traveling kamu.


    Queen of Katwe (2016)


    Film drama biografi ini mengisahkan tentang Phiona yang berusia 10 tahun dan keluarganya di Uganda. Saat ia menggemari dan jadi ahli dalam permainan catur, kemampuannya memberi ia kesempatan untuk mengeluarkan keluarganya dari kemiskinan.


    Last Holiday (2006)


    Saat mengetahui bahwa ia hanya punya tiga minggu lagi untuk hidup, Georgia Byrd, diperankan oleh Queen Latifah, mengambil semua tabungannya dan pergi menuju Eropa untuk menghabiskan hidupnya seperti seorang milyuner. Terdengar fantastis untuk menikmati sisa-sisa hari, bukan?


    Thelma and Louise (1991)


    Film dengan latar on-the-road ini berpusat pada dua perempuan kelas menengah yang butuh melarikan diri dari para pria dalam kehidupan mereka. Saat di bar, Louise berakhir membunuh seorang pria, dan keduanya pun memutuskan untuk kabur ke Meksiko. Mereka akhirnya berujung di Grand Canyon, di mana keduanya harus memutuskan pilihan yang berat.


    Letters to Juliet (2010)


    Meski kamu bukan penggemar cerita cinta yang hopeless romantic, film ini tetap akan membuat kamu sangat ingin pesan perjalanan liburan ke Verona as soon as possible.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com / perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Dok. Cosmopolitan US / Kelly Allen)