Better You

7 Mitos Terpopuler Soal Menstruasi yang Sering Kamu Dengar!

  by: Giovani Untari       22/7/2020
    • Banyak mitos seputar menstruasi yang kita dengar, salah satunya mitos mengenai bahwa kita tidak bisa hamil saat melakukan hubungan seks di masa menstruasi.
    • Tapi apakah itu semua benar? Ini dia 7 mitos terpopuler soal menstruasi yang sering kamu dengar.


    Sejak mendapat menstruasi untuk pertama kalinya di masa puber, kamu pasti sering kali mendengar berbagai mitos seputar siklus bulanan kita tersebut. Beberapa di antara mitos yang beredar bahkan terdengar cukup gila, contohnya seperti melakukan seks saat menstruasi dapat membuat bayi yang dikandung mengalami cacat (um, nope!). Tetapi tak jarang pula hal yang kita anggap aneh tersebut ternyata bisa menjadi pertanyaan serius bagi banyak orang di luar sana. Seperti, apakah benar kita bisa hamil saat melakukan hubungan seks di saat sedang menstruasi?





    Hingga hari ini, banyak dokter yang mengatakan ada begitu banyak mitos yang masih beredar di luar sana. Bahkan para ahli juga kerap mempertanyakan hal ini setiap harinya. Jadi mana yang sebenarnya adalah fakta dan mana yang hanya sekadar mitos? Ini dia, sejumlah dokter kandungan dan spesialis di bidang fertilitas mengungkapkan 7 mitos populer yang sering beredar di masyarakat.


    MITOS 1: Mendapat Menstruasi Setiap Bulannya adalah Pertanda Kamu Subur

    Siklus menstruasi bulanan memang menjadi salah satu indikator kuat dari kesuburan seorang perempuan. Yang mana artinya jika kamu mengalami menstruasi bulanan maka tubuhmu juga ikut berovulasi (ini menjadi sebuah kunci untuk menuju kehamilan). Tetapi faktor penentu suatu kesuburan lebih dari itu, babes! Ada beberapa hal yang memengaruhinya seperti: kualitas sel telur yang sehat, sperma, rahim, dan tuba fallopi, tukas Sheeva Talebian, MD, seorang ahli endokrinologi reproduksi bersertifikat di CCRM, sebuah klinik fertilitas di New York.

    So unfortunately, itu artinya meski kita mendapatkan menstruasi setiap bulannya, belum tentu kita bisa langsung hamil di saat yang diinginkan. Lantas bagaimana dengan mereka yang rutin mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang mencoba untuk hamil? Kamu bisa mengunjungi dokter untuk mendapat bantuan dan saran, terlebih jika kamu sudah mencoba selama enam bulan dan sudah berusia 35 tahun ke atas namun belum mendapati tanda-tanda kehamilan. Atau kamu juga bisa berkonsultasi pada dokter jika sudah 12 bulan dari usaha untuk hamil dan usiamu saat ini masih di bawah 35 tahun, saran Dr. Talebian.


    MITOS 2: Perempuan Tidak Bisa Hamil Saat Menstruasi

    Okay, hal satu ini memang ada benarnya. "Saat Anda mengalami menstruasi, lapisan rahim mengalami peluruhan. Ini sebenarnya bukanlah siklus yang tepat bagi rahim untuk mempersiapkan kehamilan," ujar Dr. Talebian. Tetapi, sperma yang sehat dapat hidup di organ reproduksi hingga hitungan hari dan siklus menstruasi kita pun dapat berubah dari waktu ke waktu. Jadi saat Anda melakukan seks tanpa pengaman saat menstruasi dan kondisi rahim ternyata telah memasuki fase ovulasi dini, Anda tetap berpotensi untuk hamil,” tambah Dr. Talebian.

    Satu hal penting yang perlu kamu ingat: Tidak semua darah yang dikeluarkan dari vagina merupakan darah menstruasi, terang Ering Dawson-Chalat, MD, seorang dokter kandungan dari Scarborough, Maine. Kamu bisa saja mengalami spotting (keluar sedikit darah dari vagina) dan berpikir itu adalah bagian dari fase haid, padahal sebenarnya bukan. Bercak darah tersebut juga bisa pertanda bahwa kamu tengah mendekati fase ovulasi dan berhubungan seks di fase ini meningkatkan potensi yang besar bagi kamu untuk mengalami kehamilan.



    MITOS 3: Menstruasi Seharusnya Datang Setiap Bulan

    Bila kamu tengah menggunakan kontrasepsi baik itu dalam bentuk pil atau IUD- adalah sesuatu yang wajar jika tidak mengalami menstruasi setiap bulannya, ujar Dr. Dawson-Chalat. “Alat kontrasepsi tersebut memengaruhi hormon dan mengurangi ketebalan dari lapisan dinding rahim.” 

    Namun jika kamu tidak sedang berada dalam kondisi di atas, maka jawabannya pun akan berbeda. Di mana kamu seharusnya mengalami menstruasi setiap bulannya. Ada beberapa alasan yang membuat perempuan mengalami keterlambatan dalam menstruasi (seperti stres dan faktor berat badan). Tetapi jika haid kamu benar-benar tidak datang terlebih dalam jangka waktu yang lama, ini saatnya kamu mengunjungi dokter, girls!




    MITOS 4: Kamu Tidak Bisa Berolahraga dan Berenang Ketika Sedang Menstruasi

    “Ibu dan nenek kita mungkin mendengar hal ini dari orangtua mereka,” ujar Nina Resetkova, MD, seorang ahli endokrinologi reproduksi dan spesialis fertilitas di Boston IVF dan Beth Israel Deaconess Medical Center. “Di masa lalu, para perempuan diberitahu untuk beristirahat selama masa menstruasi dan berolahraga dapat memperburuk nyeri haid hingga menimbulkan pendarahan.”

    Faktanya: Riset menunjukkan bahwa melakukan exercise sebelum dan saat menstruasi dapat membantu meringankan gejala nyeri haid. “Olahraga dan latihan secara reguler agak memengaruhi hormon, yang mana hal ini bisa memperbaiki rasa nyeri saat haid bahkan siklus yang terlalu deras,” tukas Dr. Talebian. Plus, 45 menit melakukan aktivitas exercises seperti latihan di sepeda statis menjadi cara yang baik untuk membakar kalori dan meredam segala rasa ingin makan dalam porsi berlebihan kita. Endorfin alami yang dihasilkan saat berolahraga juga memiliki sisi positif, di mana kamu akan merasa lebih gembira dan mengurangi perut kembung yang mengganggu.


    MITOS 5: Pre Menstrual Syndrome (PMS) adalah Hal Yang Palsu

    Jawabannya tentu saja tidak. “PMS adalah sesuatu yang nyata dan itu terjadi karena faktor hormonal paska ovulasi,” ujar Dr. Talebian. Kamu pun pastinya merasakan dengan benar bukan seperti apa rasanya saat mengalami PMS, mulai dari: mengalami kelelahan, menjadi lebih moody, nyeri pada payudara, susah tidur, bahkan kenaikan berat badan-ugh! “Hal-hal tersebut terjadi karena peningkatan kadar hormon progesteron dan estrogen yang terjadi setelah masa ovulasi,” tambahnya.



    MITOS 6: Tampon yang Digunakan Dapat 'Hilang' di Vagina

    “Mitos ini sering kali muncul karena kurangnya pengetahuan atas anatomi pada vagina,” tutur Dr. Dawson-Chalat. Saat tampon masuk ke dalam vagina (dan membuat talinya sulit ditemukan), leher rahim atau serviks akan menahannya untuk masuk terlalu dalam, jadi kamu tetap dapat mengambil dan menarik tamponnya dari organ kewanitaan tanpa menimbulkan iritasi, tambah dokter tersebut.


    MITOS 7: Nyeri Haid yang Begitu Menyakitkan Adalah Sesuatu yang Normal

    Mitos ini juga kemungkinan berasal dari kepercayaan bahwa menstruasi adalah sesuatu yang menyakitkan dan perempuan harus mampu untuk menahan rasa sakit tersebut,” tukas Dr. Resetkova.

    “Nyeri haid yang begitu menyakitkan bisa menjadi pertanda adanya gejala ginekologis yang menyertainya, salah satunya adanya miom atau endometriosis,” tukasnya. Kondisi ini dapat semakin memburuk seiring berjalannya waktu dan mengganggu kesuburan jika kamu tidak ditangani dengan baik dan segera. Jadi jika Anda merasakan nyeri menstruasi yang begitu menyakitkan hingga membuat Anda tidak bisa melakukan aktivitas harian Anda, ini saatnya Anda mulai berkonsultasi dengan dokter,” saran Dr. Resetkova.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Freepik.com, tenor.com)