Love & Sex

Cara Membantu dan Mendukung Pasangan yang Depresi

  by: Givania Diwiya Citta       26/7/2020
    • Pasti sedih rasanya melihat pasangan yang kamu sayangi mengalami depresi, apalagi jika rasanya kamu tak bisa menghiburnya.
    • Cosmo merangkum tips dari profesional dan dari para kekasih IRL dalam membantu pasangannya yang depresi. 


    Sudahkah kamu tahu tanda-tanda seseorang depresi? Saat melihat seseorang yang kamu sayangi merasa sedih dan rasanya kamu pun kesulitan untuk menghiburnya, pasti terasa berat dan menyakitkan. Tapi ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk berperan sebagai pasangan untuk seseorang yang sedang menghadapi depresi. Dan bantuan kamu ini bisa berdampak nyata untuknya… atau setidaknya tidak membuatnya jadi lebih sulit untuk mengatasinya. Cosmo pun merangkumkan tips dari para ahli hubungan dan tips berguna dari thread di Ask Reddit oleh para pasangan IRL yang tengah mendukung pasangannya kala depresi, terlebih ini adalah insight dari mereka yang pernah menghadapi depresinya sendiri.




    Kata para profesional:


    1. Dengarkan sebelum merespons.

    “Menjadi pendengar yang aktif itu penting,” ujar Keisha Blair, penulis best-selling dari Holistic Wealth: 32 Life Lessons to Help You Find Purpose, Prosperity and Happiness.



    2. Pastikan kamu menciptakan atmosfer yang tak menghakimi.

    “Dorong dirinya untuk mengekspresikan perasaannya [di tempat] tanpa membuatnya takut akan judgment ataupun komentar yang tak menolong,” ujar Keisha.


    3. Berikan ia ruang saat ia butuh.

    Tentu saja kamu ingin mendukung pasangan kamu dan menyalurkan cintamu, perhatianmu, dan kepedulianmu untuknya, tapi orang pun berbeda-beda, bisa saja mereka malah merasa sesak dan jadi tak produktif, jelas psikoterapis berlisensi, Markesha Miller, PhD.


    4. Jangan coba untuk “memperbaiki” masalahnya.

    “Mudah memang untuk ingin langsung memperbaiki masalahnya, tapi sadarilah bahwa ini bukanlah tentang memperbaiki sesuatu,” kata Markesha. “Ada perbedaan antara menjadi supporter dan seorang fixer.”



    5. Pelajari sendiri juga semua tentang depresi.

    Dalam kasus mendukung pasangan yang sedang depresi, “upaya tim” akan jadi lebih berguna, jelas terapis hubungan dan seks, Andrew Aaron, konselor pernikahan di Help for Passion. “Pasangan yang peduli akan mempelajari tentang depresi,” tambah Andrew, agar lebih memahami dan bisa menyimak apa yang sedang dialami oleh pasangannya.


    Kata para pasangan IRL:


    1. “Saat S.O. saya mengalami hari yang berat, rasanya saya ingin keluar dari kepompong untuk membuatnya merasa lebih baik.”

    “Para individu yang sudah dewasa pasti mengerti bahwa orang-orang yang tak mengalami depresi juga bisa mengalami hari yang buruk. Hari yang berat adalah bagian yang membuat kita sebagai manusia. 



    "Saya pernah menghadapi depresi. Saat S.O. saya mengalami hari yang berat, rasanya saya ingin keluar dari kepompong untuk membuatnya merasa lebih baik. Mudah bagi saya untuk tahu jika ia mengalami hari yang buruk, jadi menyembunyikannya hanya akan membuat atmosfer jadi tak nyaman dan serasa seperti ‘direbus’ pelan-pelan sampai mendidih. 

    "Saya rasa cara baik untuk mendukungnya saat kamu dan ia sama-sama melewati hari yang berat adalah: ‘Hei, sayang, aku mengalami hari yang buruk. Tapi karena aku tahu aku akan pulang ke rumah dan bertemu kamu, itu saja sudah bisa membuatku merasa lebih baik. Malam ini kita tidur lebih cepat, ya.’ Haha, saya tidur lebih banyak saat depresi, dan S.O. saya juga jadi suka tidur lebih banyak.” —thiskitchenisbitchin



    2. “Pastikan ia tahu bahwa kamu di sana untuknya karena kamu memang ingin.”

    “Saya pernah berada di posisinya selama beberapa waktu. Depresi itu adalah pertarungan konstan di dalam kepala…yang selalu bilang bahwa kamu belum cukup baik dalam hal apapun. Saya pun tahu menjadi S.O. di situasi ini pasti berat. Saya akhirnya mendapat pekerjaan yang saya bisa nikmati, dan itu sangat membantu saya mulai melihat sinar terang, meskipun butuh waktu dua tahun sampai saya benar-benar mengakui saya depresi. Butuh banyak cinta dan dukungan dari S.O. saya serta bantuan dari seorang dokter.

    "Jadi jika sekarang S.O. kamu yang mengalaminya, pastikan saja ia tahu bahwa kamu ada di sana untuknya karena KAMU memang ingin ada di sana untuknya. Hal-hal kecil yang menunjukkan bahwa kamu peduli pun bisa sangat menolong – memberinya makanan favorit, menonton film favoritnya bersama-sama, sarapan di kasur, atau bahkan hanya menggenggam tangannya.” —blahblah1327


    3. “Kamu tidak bisa menyembuhkan situasi ini, karena ini bukanlah tentang menghibur seseorang yang sedang sedih.”

    “Saya pernah depresi. Yang saya tahu, depresi bisa terselesaikan sendiri seiring berjalannya waktu, tapi ada juga yang butuh pertolongan profesional untuk sembuh. Saya rasa butuh intervensi profesional untuk menghadapinya – konseling, psychodynamic therapy, obat-obatan – biasanya kombinasi dari hal-hal tadi.

    "Kalau kamu ingin menolongnya, bantu ia menemukan bantuan profesional yang baik. Saat seseorang depresi, menemukan dokter atau terapis yang baik bisa terasa seperti mendaki Himalaya, banyak sekali langkahnya dan banyak jalan buntu di perjalanan. Bantu ia mengarungi semuanya, itulah yang menurut saya bisa kamu lakukan sebagai pasangannya. Dan rawat diri sendiri juga – kamu tidak bisa membantu si dia kalau kamu sendiri tenggelam dalam penderitaannya.” —zazzlekdazzle



    4. “Pastikan kamu memisahkan emosi diri sendiri dan yang ia sedang alami.”

    “Berbicara sebagai seseorang yang pernah depresi: Penting untuk tahu bahwa kamu tidak bisa memperbaiki situasinya sendiri. Jangan pernah bilang ke seseorang yang depresi untuk ‘ceria dong.’ Kamu justru bisa melakukan hal-hal kecil, seperti cuddling, membuatkannya teh, memastikan bahwa ia tetap makan, menonton film yang asyik, tanyakan kabarnya sekarang, jalan kaki singkat bersama (tapi jangan paksakan kalau ia tak mau).” —fancyabiscuit


    Jangan pernah bilang ke seseorang yang depresi untuk ‘ceria dong.’ 


    5. “Bersedihlah bersamanya.”

    “Bersedihlah bersamanya. Orang-orang yang depresi banyak dibilang bahwa semua masalah hanya ada di dalam kepalanya dan bahwa masalah tersebut hanya sebuah imajinasi dan bukan hal yang serius. Alangkah lebih baik kalau ada satu orang saja yang bisa menganggap yang ia alami adalah serius. Jadi daripada bilang padanya bahwa masalah-masalah miliknya itu sepele dan bisa diselesaikan dengan mudah, terima saja apa yang ia rasakan dan berempatilah dengannya.” —avanross


    (Artikel ini diadaptasi dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Priscilla Du Preez on Unsplash / Carina Hsieh)