Love & Sex

Sexual Tension vs Sekadar Naksir! Cari Tahu Perbedaannya di Sini!

  by: Giovani Untari       1/7/2021
  • Saya pernah memiliki seorang crush di mana setiap jeda dari percakapan yang kami lakukan, momen saling bertatapan, serta pelukan, sempat membuat saya selama hampir seminggu menganalisa apa tujuan sebenarnya di balik setiap tindakannya tersebut.

    Saat saya menyatakan perasaan kepadanya (saya sungguh tidak pandai menyembunyikan hal ini!), semuanya berubah dan saya pun mendapat jawaban yang tidak diharapkan. “Tapi apa kamu tidak merasakan sexual tension di antara kita?,” tanya saya kepada si dia.

    Dan jawabannya? Sayang sekali tidak!




    Ini membuat saya ingin membereskan semua barang saya detik itu juga dan memutuskan untuk pindah kota atau bahkan tinggal di hutan belantara sekalian agar tidak bisa bertemu lagi dengannya. (JK-but-not-JK, tapi jika kamu menjadi saya pasti tahu rasanya). Sexual tension jelas bisa menjadi sesuatu yang membingungkan, sampai membuat kita merasa gelisah. Itu bahkan sebelum kamu juga memperhitungkan soal kemungkinan adanya penolakan.


    Lalu muncul juga pertanyaan: Apakah sexual tension bisa disebut sexual tension jika hanya dirasakan satu pihak? Atau hal tersebut baru layak dianggap sexual tension, saat kedua pihak merasakan hal yang sama?


    Untuk menjelaskan apa yang saat ini kamu rasakan termasuk kategori sexual tension atau bukan, kami bertanya kepada para ahli untuk menemukan jawabannya.



    SEPERTI APA SEBENARNYA SEXUAL TENSION?

    Sexual tension merupakan suatu perasaan munculnya hasrat seksual dari aktivitas atau interaksi yang dilakukan antara dua orang, ujar Carmel Jones, seorang relationship coach dan sex expert asal Amerika yang bekerja di The Big Fling. Apakah sexual tension harus terjadi secara mutual atau bisa hanya satu pihak? Sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan tersebut. 


    Beberapa orang percaya bahwa sexual tension baru bisa disebut sebagai the real sexual tension, jika dirasakan oleh kedua belah pihak. Sementara ada beberapa pihak lainnya termasuk Carmel yang percaya, bahwa hal ini bisa terjadi secara sepihak maupun melibatkan dua sisi. “Saat kamu mengalami cinta bertepuk sebelah tangan pada seseorang, kamu tetap butuh untuk melepas hasrat dalam diri dengan cara memiliki momen seksual bersama sang crush. Pada akhirnya itu tetap membuat kamu merasa gugup, berkeringat dingin, seperti kamu sedang menyimpan sebuah rahasia,” tukas Carmel. “Hal ini sebenarnya bukan sebuah istilah sains. Jadi jelas, sangat memungkinkan bagi orang lain untuk mengartikan apakah hal yang sedang dialaminya (baik secara mutual atau seorang diri) sebagai sexual tension,” tambah Jill McDevitt, seorang resident sexologist di CalExotics.




    BAGAIMANA SAYA TAHU JIKA SEXUAL TENSION TERSEBUT TERJADI SECARA MUTUAL?

    Kamu bisa mengetahui jika sexual tension terjadi pada kedua belah pihak melalui kontak mata yang lama, ujar penulis dan relationship coach asal Amerika, Jess McCann Ballagh. Jess termasuk orang yang memiliki mindset bahwa untuk merasakan sexual tension yang sebenarnya, dibutuhkan dua pihak untuk melakukannya. Seperti melalui kontak mata yang lama dengan si dia sehingga kamu bisa merasa sedang melakukan kencan kecil dan tidak ada satu orang pun yang bisa melihat ataupun masuk ke dalam momen intimate kalian tersebut. “Ini terasa luar biasa hingga kamu tidak ingin mengakhirinya begitu saja,” tambahnya.



    Di lain sisi saat sexual tension terjadi hanya satu pihak, akan ada pihak yang tidak bisa merasakan hasrat tersebut. Atau bahkan pihak lainnya justru lebih memilih untuk menghindari kontak mata karena bisa saja mereka merasa tidak menyukai atau tidak nyaman dengan pola komunikasi tersebut, ujar Carmel. Cara lain untuk mengetahui apakah yang terjadi di antara kamu dan si dia merupakan sexual tension atau bukan adalah dengan melihat reaksi dari orang lain yang menyaksikan langsung interaksi kalian.



    “Adalah sesuatu yang tidak terhindarkan jika orang lain bisa melihat dan mengetahui saat dua orang merasakan perasaan yang sama,” tambah Carmel. Jadi jika teman-temanmu memberikan godaan setelah melihat interaksi antara kamu dan sang crush, seperti “OMG! Apa yang tadi kalian lakukan?” Maka ini merupakan sebuah pertanda baik.


    LALU, BAGAIMANA CARA MENGHENTIKAN SEXUAL TENSION?

    Secara definisi, ketegangan dalam bentuk apapun (termasuk ketegangan seksual) butuh untuk dihentikan, ujar Carmel. Ketika seseorang butuh untuk menghentikan sexual tension yang terjadi, pilihannya ada dua yaitu: menyelesaikan ketegangan dengan melakukan apa yang menjadi keinginannya atau memilih untuk menenekan perasaan tersebut. Apapun pilihan yang dipilih, idealnya bisa memberikan sedikit rasa lega.

    Jika kamu tidak ingin membicarakan secara langsung tentang sexual tension yang dirasakan saat bersama si dia, kamu juga tetap bisa menjaga getaran dalam diri dengan sedikit menyembunyikan perasaan tersebut. Seperti dengan cara membahas juga soal kemungkinan kamu menjalani hubungan baru dengan orang lain untuk melihat seperti apa reaksinya. Cara ini cukup membantu untuk menekan perasaaan kamu dan tidak akan terlalu mempermalukan diri apabila ia menolakmu. Carmel menambahkan jika cara ini tidak berhasil membuat sexual tension di antara kalian berakhir, maka ini waktunya untuk membahas hal tersebut lebih lanjut kepadanya.


    Kamu juga bisa mencoba sejumlah trik dengan cara mengubah fantasimu agar si dia terlihat jauh dari kata seksi. Jika sejak dahulu kita kenal dengan teknik memikirkan seseorang dengan menggunakan underwear untuk meredakan rasa gugup menjelang pidato dan presentasi di depan kelas, yang perlu kamu lakukan saat ini adalah kebalikannya!

    Cobalah untuk memikirkan si dia tengah melakukan sesuatu yang konyol dan tidak seksi, seperti meniup hidungnya, mengorek kuku jarinya, atau membersihkan giginya, ujar Jess. Jika ini murni karena ketertarikan fisik dan kamu ingin mencoba meminimalisir perasaan ketika bertemu dengannya, Jess menyarankan kamu untuk melakukan masturbasi sebelum pergi. Cara ini setidaknya cukup untuk meredam hasratmu.


    BAGAIMANA CARA MENGETAHUI BAHWA KAMU TERTARIK SECARA SEKSUAL PADA SESEORANG?

    Cara paling jelas untuk mengetahui apakah kamu tertarik secara seksual kepada seseorang adalah dengan menanyakan pada diri sendiri, apakah kamu ingin melakukan seks dengannya? Jika jawabannya adalah ya, yes kamu tertarik secara seksual dengannya!



    Kamu juga akan merasakan adanya tensi yang berpengaruh pada sensasi fisik di area genital, ujar Carmel. “Orang yang hanya ingin menjalin pertemanan semata, tentu tidak ingin dekat dengan melibatkan sesuatu yang bersifat seksual,” ujarnya. “Mereka juga tidak merasa bahwa hasrat seksualnya akan meningkat ataupun aktif ketika sedang bersama teman-temannya tersebut.” 




    (Carina Hsieh / Alih bahasa: Giovani Untari / FT / Artikel dimuat di E-Magazine edisi Juni 2021 dengan judul "Is it Sexual Tension or Just a Crush?" / Images: Dok. Elizabeth Tsung on Unsplash, Jonathan Borba on Unsplash, Everton Vila on Unsplash, Ryan Jacobson on Unsplash, Tenor.com)