Better You

Segala Hal Tentang Sistem Imun Tubuh yang Harus Kamu Ketahui!

  by: Giovani Untari       4/7/2021
  • Ini memang bukan subjek yang terlihat seksi untuk dibicarakan, tetapi sistem imun jelas memegang peranan penting untuk kesehatan kita. So, ini saatnya untuk mengenal para penjaga tubuh (oh alright, halo sel tubuh, organ, dan juga sistem organ) yang bekerja untuk melindungi kita dari ancaman penyakit.


    Apa itu sistem imun?

    Singkatnya, ini merupakan sebuah sistem yang bertugas untuk menjaga kita dari infeksi- di mana topik ini mendadak hangat dibahas setelah pandemi di mulai tahun lalu.



    “Sistem imun tidak hanya terdiri dari satu hal,” ujar Dr Jenna Macciochi, seorang imunologis dan penulis dari buku Immunity: The Science Of Staying Well. “Bisa dibilang ‘mereka’ merupakan kumpulan dari sejumlah komponen yang saling bekerja sama.” Di antaranya merupakan organ seperti kulit, kelenjar getah bening, dan sumsum tulang. Mereka bekerja seperti halnya sel, sejumlah molekul, dan jaringan tubuh. Pada dasarnya pula, sistem imun ada di mana saja.

    “Anda bisa menemukan sel imun pada semua bagian tubuh, otak, usus, darah, atau bahkan di kulit- tetapi mereka juga berkelompok di tempat yang potensial untuk Anda terserang kuman,” tambah Dr Macciochi. Tempat tersebut termasuk sejumlah saluran udara di tubuh yang memiliki kemungkinan terpapar kuman dari saluran pernapasan. Lalu juga usus, di mana organ ini memiliki lebih dari 70% sistem imun dan begitu potensial untuk terserang kuman dari makanan juga minuman yang kita konsumsi.



    Bagaimana cara kerja sistem imun?

    Garis pertahanan pertama adalah sistem imun bawaan dari manusia itu sendiri,” terang Dr Macciochi. “Jika sel yang sedang melewati sebuah area mendeteksi adanya virus atau parasit, mereka akan mengaktifkan peradangan yang bertujuan untuk menghentikan dan memberi peringatan kepada kuman yang sedang mengambil alih tubuh.”

    Pikirkan tentang rasa panas, nyeri, efek kemerahan, dan bengkak yang pernah kita alami. Jika infeksi dan efek samping di atas tidak mereda dalam beberapa hari, tubuh Anda akan langsung beralih ke mode sistem imun adaptif.

    “Ini merupakan respons yang dibuat oleh sel darah putih dan bersifat unik terhadap infeksi. Para sel akan mengkloning diri mereka untuk menghasilkan sejumlah ‘tentara’ atas sel spesifik tersebut. Sebelum akhirnya mereka meninggalkan populasi kecil agar tubuh mengenali sel yang bertahan di dalamnya dan memberi respon cepat apabila Anda terserang virus yang sama di kemudian hari."

    Untuk sejumlah virus seperti virus cacar air misalnya, sel memori ini bisa melindungi Anda seumur hidup. Saat ini, kadar kekebalan untuk virus COVID-19 diperkirakan mampu bertahan selama paling tidak tiga bulan lamanya. Tetapi tentu ini semua masih terus dipelajari dan bisa berubah sesuai penelitian.



    Mengapa satu orang bisa terserang penyakit, sedangkan yang lainnya tetap sehat?

    Dari awal, sistem kekebalan setiap manusia jelas berbeda-beda. Hal ini karena sebagian besar sistem imun Anda berasal dari faktor genetik- di mana 20 – 30% persentasenya diturunkan dari orang tua.

    Sisanya? Dr Macciochi pun kesulitan untuk menjelaskan semua hal yang bisa memengaruhi sistem imun Anda dalam satu materi slide. “Ada banyak faktor penentunya, mulai dari seberapa sehat kondisi usus Anda, berapa kali Anda sudah pernah terpapar infeksi, pola makan, tidur, dan olahraga, serta berapa banyak lemak yang berada di area tubuh Anda,” tukasnya. 

    Kurangnya pemahaman bagaimana sistem imun kita bekerja dan merespons sebuah virus yang sama, menjadi penyebab mengapa masyarakat masih kerap mengabaikan imbauan untuk melakukan social distancing saat pandemi ini. Sementara itu, Dr E John Wherry, direktur dari Institute for Immunology di University of Pennsylvania, memprediksi dalam satu dekade lagi, para dokter bisa langsung memberi skor personal atas sistem imun tubuh Anda.



    Apakah kita bisa meningkatkan sistem imun tubuh?

    Secara sains, tidak! 

    Tetapi sejumlah bukti menunjukkan bahwa vitamin C mampu meningkatkan daya tahan tubuh saat Anda sedang melawan infeksi. Dr Macciochi mengatakan bahwa sebenarnya tak sulit mendapatkan vitamin C melalui pola makan yang seimbang. Jadi Anda pun tidak harus mengonsumsi suplemen tambahan. Faktanya, bertindak terlalu berlebihan (misalnya dengan minum satu liter jus jeruk saat sedang terserang gejala pilek) sangat berlawanan dengan pola pemahaman mengenai sistem imun yang sesungguhnya.

    “Kita harus menghindari pola pikir tentang sistem imun adalah suatu hal yang bisa ‘di-boost’,” ujarnya. Menariknya, para dokter ternyata juga sedang mewaspadai respons imun yang terlalu berlebihan dan dikenal dengan istilah “badai sitokin”. Di mana hal satu ini memicu terjadinya peradangan yang berlebih dan terus menerus hingga bisa melemahkan sejumlah organ seperti paru-paru, paska seseorang terpapar COVID-19. 

    Yang bisa Anda lakukan adalah menjaga sistem imun sebaik mungkin, hal ini bisa dimulai dari mengonsumsi makanan bernutrisi, tidur yang berkualitas, dan menjaga kadar stres. “Tidak ada hal yang bisa mengalahkan Anda,” tambah Dr Macciochi. “Tetapi dengan konsisten menjaga pola makan dan gaya hidup sehat, maka sistem kekebalan tubuh Anda juga akan ikut bekerja dengan lebih baik.” 


    Mencari sejumlah perubahan untuk sistem imun? Ini dia langkah yang bisa diambil....


    THE GOOD IMMUNITY BASIC

    1. Tidur paling tidak tujuh jam setiap malamnya

    Ini merupakan faktor terpenting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda. “Data terbaik yang berhasil kami kumpulkan menunjukkan bahwa jam tidur yang cukup ternyata ikut membantu meningkatkan sistem imun tubuh,” ujar Dr. Wherry. Menurut penelitian dari jurnal berjudul Sleep, mereka yang tidur kurang dari delapan jam selama empat kali dalam seminggu atau bahkan setiap harinya, lebih rentan terserang virus flu dibanding yang tidur lebih dari tujuh jam.

    “Apapun yang Anda lakukan saat bangun tidur seperti makan, mencerna makanan, bekerja, berjalan, dan berolahraga, ini semua mendorong tubuh untuk melepaskan sel peradangan,” tambah Dr Rita Kachru, seorang imunologis di Universitas California. “Tidur memberi tubuh waktu istirahat sejenak dari segala aktivitas di atas.” Intinya? Stop scrolling media sosial Anda dan segeralah tidur.


    2. Hindari hal-hal yang bisa memicu stres

    Rasa stres juga mendorong tubuh melepaskan hormon kortisol. Saat level stres begitu tinggi, sistem imun Anda menjadi tidak begitu aktif sebab tubuh berfokus pada sumber stres. Ketimbang Anda mencoba hidup stress-free (spoiler: it’s impossible!), perbaiki cara Anda mengatasinya rasa stres tersebut sehingga respons hormon kortisol juga ikut berkurang. Salah satu cara yang berguna untuk menjaga kadar stres adalah dengan tetap berpikir sesuai momen di mana Anda hidup saat ini (bukan untuk masa lalu atau terlalu jauh berpikir ke masa depan), ujar psikolog klinis Beatrice Tauber Prior.

    “Dibanding masuk ke dalam lubang yang mengerikan dan berpikir tentang segala hal buruk, seperti: ‘Apa jadinya jika seseorang yang saya sayangi sakit?’ lebih baik lihat dan syukuri fakta bahwa keluarga dan teman Anda ternyata masih dalam kondisi sehat,” pesannya. Ambil kontrol pada pikiran Anda ketimbang membiarkan pikiran tersebut berkembang menjadi sebuah anxienty.




    3. Berolahraga secara cermat

    Berolahraga bisa menghasilkan peradangan pada tubuh, namun ini merupakan contoh yang baik ujar Dr Wherry. “Ini sebenarnya agak bertentangan, sebab faktanya olahraga bisa menganggu kondisi normal tubuh melalui gerakan yang dihasilkan.”

    Tetapi saat sesi keringat Anda berakhir, tubuh akan berada pada status quo – di mana sistem imun akan kembali bekerja sesuai tugasnya.

    Menurut studi dari jurnal berjudul Aging Cell, orang yang berolahraga secara teratur akan menghasilkan sel darah putih lebih banyak dan sehat. Olahraga juga membantu menjaga hormon kortisol Anda tetap normal. Yang mana jika hormon ini melonjak dalam periode yang panjang, dapat memicu terjadinya peradangan yang lebih berbahaya.

    Meski begitu, sejumlah pakar juga percaya bahwa overtraining bisa membawa efek yang kurang baik bagi tubuh dan mengganggu sistem kerja imun. Jadi tetaplah melakukan exercise secara konsisten dan sesuai porsinya. Anda pasti tahu yang terbaik untuk tubuh Anda sendiri. Jika terlalu berlebihan saat berolahraga, yang ada Anda justru bisa mengalami cedera, olahraga tersebut menjadi tidak maksimal dan merasa lelah seharian. Gunakan aplikasi tracker saat latihan agar lebih membantu Anda.


    4. Konsumsi makanan yang bernutrisi

    Makanan yang bisa membantu sistem imun Anda contohnya buah-buahan citrus, blueberry, dan jahe. Ketimbang berfokus pada makanan superfoods semata, ada baiknya Anda ikut menambah varian warna dan jenis makanan yang dikonsumsi,” ujar Dr Macciochi. “Jika pola makan bervariasi, Anda akan mendapat lebih banyak fitonutrien (komponen yang terdapat dalam tumbuhan), yang bermanfaat untuk melindungi sel, jaringan tubuh, dan organ seumur hidup.”

    Plus, mereka juga juga kaya serat. “Mikrobioma yang ada di usus adalah salah satu agen terpenting yang mengatur sistem imun. Jadi pikirkan tentang mengonsumsi berbagai varian serat. Tidak hanya dari buah dan sayur, tetapi Anda bisa mendapatkannya lewat aneka kacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum.”

    Takaran yang direkomedasikan adalah 30 gram setiap harinya atas berbagai sumber tersebut.




    ILL BEHAVIOUR

    Rasa sakit yang kita alami biasanya berlangsung dalam pola seperti ini:


    Hari ke-1

    Sebuah ‘penyerbu’ berhasil masuk ke dalam tubuh Anda. Entah itu virus yang masuk dari luka pada bagian kulit atau bakteri berbahaya yang berasal dari mulut pasangan saat Anda berciuman. Sistem imun akan mengenalinya dan langsung menyerangnya.


    Hari ke 3-4

    Saat gejala penyakit melanda, ini sebenarnya merupakan respons adanya peradangan yang sedang terjadi. Proses ini biasanya juga diikuti peningkatan suhu tubuh karena kebanyakan virus dan bakteri menggandakan dirinya di suhu 37 derajat Celcius. Peningkatan suhu akan membuat “mereka” kesulitan untuk berkembang. Ini juga membantu mengirim sinyal kepada sel darah putih agar mereka harus ikut membantu menghasilkan antibodi yang bisa melawan infeksi.


    Hari ke 5-8

    Jika “musuh” tersebut mereda dan tubuh dapat melawannya, sel darah putih akan mendeteksi bahwa pekerjaan mereka sudah selesai dan menonaktifkan aktivitas peradangan. Anda akan mulai merasa kembali sehat. Tetapi jika Anda masih merasa sakit dalam beberapa hari, kelenjar getah bening Anda akan meningkatkan jumlah produksi sel darah putih untuk terus melawan para penganggu tersebut.


    The finale

    Dari semua hal yang sudah dijelaskan, sistem imun tubuh Anda akan menjaga sejumlah sel yang menjadi target infeksi untuk kemudian disimpan dalam memori imunologis. Cara ini memungkinkan sistem tubuh manusia untuk mengingat infeksi penyakit yang pernah Anda alami sebelumnya. Setiap kali Anda terserang penyakit atau mendapat vaksin, tubuh akan menghasilkan sejumlah antibodi sehingga Anda mampu melawan infeksi dari penyakit tersebut apabila suatu saat terpapar kembali.





    (Artikel ini disadur dari COSMO UK MARCH 2021 dengan judul DECODING YOUR IMMUNE SYSTEM / Penulis asli: Meghan Rabbitt Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Giovani Untari/FT / Images: Dok. Mathilde Langevin on Unsplash, Vladislav Muslakov on Unsplash, Christina Victoria Craft on Unsplash, Brooke Lark on Unsplash, Leohoho on Unsplash)