Love & Sex

Ketahui Cara Mengatasi Dry Texting Menurut Para Ahli!

  by: Redaksi       8/7/2021
  • Mengirimkan pesan ke gebetan baru bisa terasa seperti sedang bermain ping-pong. Kamu mengatakan sesuatu, dia mengatakan sesuatu, kamu akan membalasnya lagi, dia akan membalas balasanmu, sampai akhirnya kalian berdua memutuskan untuk pergi ke suatu restoran romantis untuk berkencan. Terdengar sederhana tetapi semua itu tidak akan terjadi jika kalian berdua tidak memiliki obrolan yang “hidup.” Yah, jika kamu sedang mencoba menarik perhatian si dia tetapi dia tidak memberi banyak respon, seperti mungkin hanya membalas dengan satu huruf atau bahkan butuh waktu berjam-jam untuk membalas pesan darimu, bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan seorang dry texter.

    Dry texting adalah sebuah istilah yang  merujuk kepada cara seseorang membalas pesan dengan dingin, menggunakan jawaban-jawaban singkat, dan tidak mengembangkan topik pembicaraan. Biasanya, orang yang melakukan ini menggunakan balasan satu huruf seperti ‘K’ dan bukan ‘oke,’ jelas dating coach Alexis Germany. Tentu saja hal ini akan mempersulit dirimu untuk menentukan apakah si dia tertarik atau tidak untuk lanjut ke tahap hubungan selanjutnya. Memang, sih, kamu bisa mengirimkan screenshot percakapan mu dengan gebetan ke group chat dan berusaha mencari solusi untuk menghidupkan obrolan bersama sahabatmu, tapi Cosmo tahu kamu punya hal lain yang lebih penting untuk dilakukan dan tidak seharusnya menghabiskan waktu dan energi lebih banyak lagi ke sebuah percakapan yang tidak ada tujuannya.

    Jadi, jika kamu merasa gagal dalam menginisiasi percakapan dengan gebetan atau penasaran sebenarnya apa yang dia rasakan, berikut adalah semua yang harus kamu ketahui tentang dry texting! Mulai dari bagaimana cara mengidentifikasinya, cara menghentikannya, hingga mengetahui kapan waktunya untuk mundur.




    Apa Itu Dry Texting

    Dry texting adalah apa yang terjadi ketika seseorang memberi balasan pesan yang singkat dan tidak interaktif. Terkadang, balasan yang ia beri bisa bersifat repetitif dan membosankan, jelas Claudia Cox, seorang relationship coach dan pendiri dari Text Weapon. “Contoh dari dry texting adalah ketika satu-satunya hal menarik dari percakapanmu adalah saat kamu menyapa ‘Hai’ atau ‘Sedang apa?’” Jelas Claudia.


    Untuk alasan yang sudah jelas, tipe berkirim pesan seperti ini sangat melelahkan karena kamu akan merasa seperti terbebani untuk menjaga percakapan yang sedang kamu lakukan agar tetap berjalan. Tapi jangan khawatir! Claudia berkata bahwa sebenarnya, dari tahap perkenalan hingga sudah berpacaran, dry texting pasti akan terjadi di semua hubungan. “Bahkan pasangan paling romantis saja akan melewati satu periode di mana percakapan yang mereka lakukan terasa membosankan,” jelas Claudia. “Salah satu pihak bisa saja sedang merasa lelah, jenuh, atau mungkin memang keduanya sudah tidak tertarik pada satu sama lain.”

    Pricilla Martinez, CEO dari Regroop Coaching, memberi argumen bahwa terkadang percakapan yang membosankan tidak selalu berarti hubunganmu akan berakhir. “Untuk beberapa orang, berkirim pesan hanyalah sebuah sarana untuk mengajak orang lain bertemu,” kata Pricilla. “Jangan cepat mengasumsikan kalau mereka tidak tertarik.” Penting juga untuk diingat bahwa dry texting biasanya terdiri atas sebuah pola konsisten dari jawaban-jawaban satu huruf atau percakapan yang membosankan. Jadi jika si dia mengirimkan “Hai” atau “K” sesekali, itu normal dan bukan berarti percakapan kalian “mengering."


    Apa Saja Contoh dari Dry Texting?

    Seperti apa yang dikatakan oleh para ahli, cukup sulit untuk mengidentifikasi dry texting dari satu pesan saja. Walaupun rasanya kamu ingin melempar hp-mu karena dia hanya membalas dengan “Haha” atau emoticon, suatu percakapan baru bisa dikatakan sebagai dry texting jika terdiri dari serangkaian percakapan tanpa tujuan atau formalitas. Berikut apa yang harus diperhatikan menurut para ahli:

    • Berulang kali mengirimkan balasan satu huruf
      Tidak berinteraksi dengan baik atau bertanya kembali
      Mengacuhkan foto, tautan, atau memes yang kamu kirim
      Tidak pernah mengirim pesan atau menginisiasi percakapan duluan
      Membiarkan pesanmu terbaca tanpa membalasnya selama berhari-hari




    Tanda Percakapanmu Mulai Mengering

    Sedikit pengingat: Terkadang percakapan yang asyik dan terlihat menjanjikan pada akhirnya pun akan mati karena tidak ada lagi topik yang bisa dibicarakan, jelas Claudia. Ini adalah hal yang tidak dapat dihindari. Entah karena sang gebetan ternyata belum move on dari mantan atau bertemu orang baru di Tinder, banyak orang yang lebih memilih untuk membiarkan percakapan mati daripada mengatakannya langsung kepadamu kalau mereka sudah tidak tertarik. “Jika pada awalnya dia membalas pesan dengan cepat dan hangat lalu tiba-tiba ia meninggalkan pesanmu dalam keadaan tak terbaca selama berhari-hari, ada kemungkinan dia sedang menjauh secara perlahan darimu,” terang Claudia. Berikut beberapa tanda jika hal itu terjadi:

    • Mereka semakin lama dalam membalas pesanmu
      Mereka mengirim pesan formalitas tanpa ada tanda untuk mengajak berkencan
      Pesan yang dikirim semakin pendek dan tidak antusias
      Mereka menolak untuk bertemu atau melakukan video call. Sering kali mereka akan membatalkan janji secara sepihak dan mengacuhkan ajakan untuk bertemu.

    Cara Mencegah Dry Texting

    Langkah pertama untuk menghentikan dry texting adalah mencari tahu alasan utama mengapa percakapan kalian menjadi tidak menarik. Bisa jadi gebetan-mu memang bukan tipe orang yang suka bertukar pesan atau sibuk bekerja. Jika kamu benar-benar tertarik untuk mendekatinya, menanyakan hal ini secara langsung dapat menjadi salah satu solusi. Selain itu, kamu juga perlu untuk mencari tahu gaya berkomunikasi orang tersebut. “Jangan takut untuk menanyakan apakah mereka lebih memilih untuk berbicara lewat telepon, video call, atau langsung bertemu,” jelas Pricilla. Ditambah lagi dengan pertimbangan bahwa terkadang bertukar pesan dengan orang yang belum terlalu dekat denganmu bisa menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Kamu tidak bisa mengetahui dengan pasti intonasi dia saat berbicara, tidak bisa melihat gaya bahasa yang ia gunakan, dan kamu terkadang bingung apakah dia tahu kalau kamu sedang bercanda ketika mengirimkan meme Paris Hilton yang bertuliskan “Stop Being Poor.” Mengajaknya untuk bertelepon atau bertemu secara langsung dapat memberimu pemahaman lebih dalam tentang gaya komunikasi pasanganmu.

    Kemungkinan lain yang bisa terjadi adalah adanya perkataan atau tindakan yang membuatnya terkejut atau tersinggung. “Cobalah untuk melakukan klarifikasi atas perbuatanmu. Jika kamu sudah melakukannya dan dia masih tidak berubah, berarti dia sudah benar-benar tidak tertarik,” terang Claudia. Sekarang, jika menurutmu ini masih terlalu cepat untuk mengajaknya bertemu, para ahli menyarankan untuk mengubah gaya berbalas pesan yang selama ini kamu lakukan. “Pikirkan sesuatu yang lebih menarik, pertanyaan-pertanyaan yang dapat menggugah pikiran ketika ditanyakan,” saran Alexis. “ Pertanyaan seperti ‘Kejadian apa yang paling membahagiakan hari ini?’ atau jika mereka menyebutkan kegiatan yang mereka lakukan secara spesifik, tanyakan lebih lanjut.”

    Alexis juga menambahkan, jika kamu merasa seolah-olah selalu dirimu yang mengirim pesan pertama, coba kurangi sedikit dan lihat apakah gebetan mu akan berinisiatif untuk menyapamu terlebih dahulu. “Idealnya adalah untuk mengincar rasio 1:1, seperti saat berbicara secara langsung,” jelas Claudia. Artinya, kamu harus menyesuaikan responmu dengan seberapa banyak usaha yang ia lakukan. Menurut Claudia, melihat ulang gaya bahasamu ketika sedang mengirim pesan juga penting untuk dilakukan. Kalau ternyata caramu berbicara ke gebetan sama seperti ke teman alias tidak memilah kata yang digunakan atau kejadian apa saja yang pantas dibicarakan, mungkin mulai saat ini kamu harus lebih menyaring hal-hal tersebut. “Menjauhlah dari menulis pesan panjang, topik random yang mereka tidak mengerti sama sekali, atau melakukan spam.”


    Mengetahui Saatnya untuk Mundur

    Saya tidak tahu siapa yang butuh mendengar ini, tapi menjalin sebuah hubungan seharusnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Jika kamu menemukan dirimu kebingungan atau stres karena si dia memberi respon yang tidak sesuai ekspektasi di masa awal hubunganmu, lebih baik kamu move on. “Jika kamu merasa percakapan kalian lebih membuat frustasi daripada menyenangkan, sudah saatnya untuk menyerah,” kata Alexis. “Kalau kamu masih ragu, coba menahan diri untuk tidak mengirim pesan duluan. Lihat berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk menghubungimu. Jika dia menghubungimu dengan cepat, mungkin hubunganmu masih bisa diselamatkan dengan menjadi lebih terbuka dengan satu sama lain. Tetapi, jika membutuhkan waktu berhari-hari, waktunya untuk move on.”

    Jika pasanganmu benar-benar tidak suka untuk bertukar pesan, para ahli menyarankan untuk mengajaknya berbicara melalui metode lain seperti bertemu, video call, atau bertelepon. Tetapi, kalau mereka masih menghindar, itu berarti kamu harus mundur. Alexis menekankan bahwa ketika seseorang tertarik, mereka akan mencari cara untuk berbicara denganmu. Claudia juga menambahkan, sebaiknya jangan habiskan waktu untuk seseorang yang tidak berniat untuk mengeluarkan usaha lebih demi dirimu.

    Terakhir, “Kalau kamu benar-benar menyukai si dia dan merasa bahwa kalian berdua cocok ketika bertemu di kehidupan nyata, mereka terlihat jujur dan benar-benar peduli terhadapmu, TETAPI ternyata ia adakah seorang dry texter, kurangi intensitasmu berkirim pesan dan usahakan untuk lebih sering bertemu,” jelas Claudia. “Jika dia terlihat sama-sama tidak tertarik di pesan dan di kehidupan nyata, move on.”

    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan PH / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Nabila Nida Rafida / Image: Dok. Hillary Black on Unsplash)