Celebrity

EXCLUSIVE: Berkenalan dengan Pemeran dari Gossip Girl!

  by: Givania Diwiya Citta       7/7/2021
  • Inilah perkenalan eksklusif dengan Gossip Girl versi baru, serial guilty pleasure favorit kamu… Namun kali ini kamu bisa menikmatinya dengan lebih sedikit rasa bersalah dan lebih banyak rasa bangga terhadap revolusi.






    Catat pernyataan ini: Ahli sejarah di masa depan akan berterima kasih pada Gossip Girl untuk Influencer Era yang kita tinggali sekarang. Pikirkan kembali masa-masa ketika Blair Waldorf, Serena van der Woodsen, dan semua warga beristilah Upper East Siders telah melakukan yang sedang kita lakukan sekarang – memproyeksikan citra kehidupan “sempurna” mereka pada orang lain. Mereka berbusana mewah, berpesta, dan menampilkan senyum rapi hasil karya dokter gigi mahal, ditambah terlibat dalam skandal perselingkuhan, putusnya pertemanan, sampai drama keluarga.



    Dan Gossip Girl, sang blogger yang memata-matai para protagonis dalam acara tersebut mengarahkan plot sampai pada puncaknya, ia secara obsesif mencatat semua peristiwa yang terjadi. Potret konstan dari semua kabar siswa di Constance Billard dan St. Jude dibuka habis-habisan untuk dinikmati masyarakat, entah untuk membawa berita baik atau jadi berita yang di-scroll karena rasa kebencian. Tapi sang Gossip Girl melakukan hal yang lebih dari sekadar melaporkan berita tentang suatu pesta – ia mengungkap dunia yang sesungguhnya terjadi di balik layar. Pada dasarnya, kamu bisa menganggap karakter Gossip Girl ini sebagai contoh awal dari kultur di masa depan yang menggagalkan dukungan pada para politikus, selebriti, influencer, dan semua orang yang beropini.


    Kita semua tahu bahwa latar acara baru ini adalah di masa depan, ketika semua orang telah tervaksinasi terhadap COVID-19 dan sudah mengenakan lipstik lagi sambil berdesakan naik subway (oke maaf, tak ada karakter di Gossip Girl yang akan naik subway). Meski Blair, Serena, dan tokoh lain tak akan muncul lagi, namun karakter acara terkini hidup di dunia di mana pendahulu mereka pernah exist. Oh, dan sang Gossip Girl sudah berevolusi dari blogger menjadi penyedia info yang dibutuhkan di semua platform media sosial. Terdengar suram? Ya, itulah poinnya. “Harapan saya adalah menayangkan acara ini dan membuat orang-orang terkejut,” ungkap Josh Safran sang penggagas acara. “Saya ingin melihat ada percakapan terjadi dari orang-orang yang merasa belum pernah melihat acara seperti ini.”




    Inilah yang bisa dibocorkan oleh tim PR dari HBO Max: Zoya, yang seperti Dan Humphrey, akan menjadi pemandu dalam dunia yang diisi oleh kaum seperti Audrey, siswa modis di Constance yang memiliki seorang ibu berprofesi desainer athleisure. Audrey dan Aki sudah berpacaran sedari lama, dan sahabatnya adalah seorang influencer remaja bernama Julien. Anggota grup ini juga ada Max sang penggoda perempuan dan Obie, seorang warga Jerman nan kaya sekaligus dermawan. Sejauh ini, ada beberapa kesinambungan antara karakter versi lama dan baru, namun yang paling kuat adalah antara Chuck Bass dan Max: pria penggoda dengan aksen menarik yang akan menghidupi setiap pesta. 


    Yang ikut meramaikan chat grup adalah Luna dan Monet, keduanya mengisi peran yang mencerminkan karakter personal mereka. (Zión Moreno, yang merupakan transgender dan memainkan peran seorang trans di Control Z, juga akan membawa karakter personalnya tersebut sebagai Luna). Dan terakhir, ada pula Kate Keller yang misterius, yang diperankan oleh mantan blogger fashion namun kini merupakan aktor sekaligus penulis esai, Tavi Gevinson.


    Tak satu pun – bahkan Josh, ataupun tim publikasi acara, sekalipun Tavi sendiri – membocorkan seperti apa perannya dalam acara. Kate Keller dikarakterisasikan sebagai “ambisi” di teaser promosi, yang artinya entah ia mencoba mendapatkan tiket masuk ke Met Gala, atau justru ia adalah sang World’s Best Dressed Serial Killer. Ingat, akan ada “twist”.


    Bagi Zión, ia sangat mencintai berperan menjadi remaja lagi. “Masa SMA yang sesungguhnya tak selalu menyenangkan,” ujarnya. “Tapi di sini… Jangan bercanda? Saya bisa mengenakan pakaian glamor dan bergaul dengan orang-orang super keren, dan memainkan fantasi menjadi anak-anak elit dan gila ini.”




    Mari akui: Meme tentang kehidupan orang-orang kaya, apa yang lebih memuaskan ketimbang menikmati tontonannya? Dan tak ada yang bisa menandingi drama orang-orang kaya selain Gossip Girl nan orisinal, acara yang membuat ayah dan ibu Chuck kembali dari kematian. Dan ingat ketika Blair menikahi Pangeran dari Monaco dan menceraikannya (seorang Pangeran dari Monaco!) sebelum lulus kuliah?


    Mungkin kisah-kisah itu adalah impian para orang Amerika, yang menunjukkan bahwa hidup bisa mengikuti keinginan kita jika kita menghendakinya. Atau mungkin justru kebalikannya: Kita ingin melihat bahwa tak peduli betapa kaya diri kita, tak semua masalah bisa diselesaikan dengan uang. Masih akan ada masalah adiksi ataupun pengkhianatan. Seperti ungkapan Us Weekly: Orang-orang kaya, mereka itu seperti kita, tapi dengan apartemen yang lebih mewah, pakaian yang lebih bagus, dan tanpa tagihan sekolah yang mengganggu hidup mereka.


    Tapi perspektif akan berbeda sekarang. Setelah GG pertama tamat pada delapan tahun lebih silam, kesadaran sosial pun semakin meningkat ketimbang hanya terpukau pada koleksi bando Blair. Sekarang, akan muncul pertanyaan kesadaran, seperti yang dideskripsikan Jordan Alexander berikut, “Apa artinya memiliki semua hal mewah ini, dan apakah hal-hal ini memberi kebahagiaan pada diri?


    “Bagian menyenangkan dari menonton acara versi lama saat itu adalah, Oh, seperti itu rasanya jika bisa menjadi remaja dengan kemampuan berlebih dan bisa beraksi apapun yang diinginkan, dan melihat hidup terwakili seperti itu,” tambah Tavi. “Tapi dengan acara versi sekarang, perbedaan kelas-kelas sosial tak terlalu ditonjolkan, itu yang sejalan dengan hasrat saya.”






    Bahkan ada banyak perubahan juga dalam acara. Lihat saja foto-foto pemotretan artikel berikut ini (yang diarahkan gaya oleh Eric Daman, desainer kostum keren di balik acara GG orisinal serta versi yang baru ini), kamu bisa melihat: Kelas Gossip Girl 2021 sangat menunjukkan keberagaman.


    Josh yang menulis 111 episode pada acara yang lama, melihat pengulangan serial ini sebagai kesempatan untuk mengoreksi kesalahan di masa lalu. “Sudah ada terlalu banyak acara yang mempertontonkan para kulit putih sebagai kehidupan utama,” ujarnya. 


    “Representasi adalah segalanya,” ujar Whitney Peak (Zoya), yang lahir di Uganda dan besar di dekat Vancouver. “Saya ingin melihat semua orang dengan ragam gender dan warna kulit di berbagai belahan dunia untuk melihat acara ini dan berpikir, Ada seseorang yang tampak seperti saya. Dan saya tak perlu jadi gagasan stereotip untuk menjadi diri sendiri.”


    Savannah Smith (Monet), yang berasal dari Los Angeleno, juga menekankan pentingnya keberagaman dalam acara. “Kedekatan. Sangat penting bagi seorang perempuan kulit hitam, dengan gelombang di rambutnya, untuk bisa melihat seseorang berada di posisi yang memiliki power seperti karakter dalam acara,” ujarnya. “Dan juga penting untuk anak-anak di pinggir kota, atau anak-anak yang tak punya banyak teman berkulit hitam atau berwarna kulit lainnya, untuk melihat adanya keragaman yang bisa diperhatikan. Saya rasa hal ini bisa benar-benar mengubah keadaan. Mungkin mereka tak akan belajar tentang hal ini di rumah, tapi mereka bisa memelajarinya dari Gossip Girl. Betapa hebatnya itu?”




    Sangat hebat, seperti ungkapan Emily Alyn Lind (Audrey). “Kita bisa melihat para karakter ini sebagai diri mereka yang sejati, dan bukan hanya dari bagaimana mereka diidentifikasi,” ujarnya. “Sangat penting untuk menormalisasikan hal ini.”


    Tentu, kita sedang membicarakan kegilaan terhadap sinetron remaja yang seviral dalgona coffee di TikTok, atau juga seperti film berseni Bong Joon Ho tentang ketidaksetaraan ekonomi. (Meskipun sepertinya cerita tentang keluarga yang terperangkap di basement bisa jadi garis cerita di Gossip Girl.) Namun inilah kegeniusan Gossip Girl versi baru yang sudah ditingkatkan permainannya. Kita tetap akan mendapatkan cerita tentang putus hubungan yang kacau, fashion show glamor, dan semua rasa menggantung dari drama problematika hidup favorit kita semua. Seperti yang orisinal, acara ini tak diragukan lagi pasti akan tampak bagus… tapi akan sangat mengubah haluan jika acara ini akan memberi kita perubahan pada perasaan dalam hati pula. Tonton Gossip Girl di HBO GO pada bulan Juli ini!



    Simak wawancara lebih lengkap bersama seluruh pemeran Gossip Girl di E-Magz Cosmopolitan Indonesia di sini.


    PHOTOGRAPHY: Ben Watts

    STYLING: Eric Daman

    GRAFFITI: Trevor Andrew

    TEXT: Brian Moylan

    MAKEUP ARTISTS: Amy Tagliamonti, Rachel Pagani, Danielle Terry, Regina de Lemos 

    HAIR STYLISTS: Jennifer Johnson, Valerie Gladstone, Geo Hennings, Erin Lunsford

    PROPS: Zachary Kinsella

    PRODUCTION: Crawford & Co Productions


    (Givania Diwiya / FT)