Better You

Cara Terbaik Menjaga Kesehatan Mental Di Masa PPKM

  by: Nadhifa Arundati       8/7/2021
  • Kasus COVID-19 yang kian bertambah membuat pemerintah memutuskan untuk menetapkan PPKM Darurat khusus di Jawa dan Bali selama tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 ini – kamu diharuskan untuk kembali stay at home, dan membatasi kegiatan di luar rumah. Cosmo paham, dengan banyak berita duka yang beredar, kamu mungkin semakin merasa down. Yes, it affects your mental health.

    Lantas, apa yang harus dilakukan untuk tetap bisa "waras" di situasi ini? Tenang, Cosmo punya cara terbaik agar kesehatan mental kamu tetap terjaga di masa PPKM. Simak!




    Sering-sering membaca berita positif

    Ini penting banget, lho! Dengan banyaknya berita buruk yang kamu terima terkait COVID-19, hal tersebut dapat memicu rasa paranoid, dan ini bukan hal yang baik. Bukti ini diperkuat dari Professor of Psychology di University of Sussex, bahwa berita buruk memberikan dampak yang cukup tinggi bagi kesehatan mental seperti; rasa cemas, reaksi stres yang berlebihan, dan depresi akibat dari narasi yang dikonsumsi. Bahkan, pola pikir juga akan memengaruhi kesehatan secara fisik, maka pilih-lah berita yang bisa menenangkan hati dan pikiran – bukan berarti kamu jadi denial dengan situasi COVID-19, ya!



    Olahraga itu WAJIB

    Meski di rumah saja, namun bukan alasan untuk rebahan selama 24/7. Berdasarkan riset dari ilmuwan di University of South, Australia, dengan melakukan olahraga selama 150 menit dalam seminggu dapat meringankan rasa cemas dan depresi secara ampuh. Kamu bisa mulai melakukan olahraga ringan seperti jumping jack, sit up, plank, dan squad. Coba cek video ini untuk berolahraga di rumah:



    Tetap menjaga interaksi sosial

    Jangan memenjarakan diri kamu sendiri, girls! Tetap jaga interaksi sosial dengan keluarga dan teman – video call, atau sekadar voice call akan memberikan pengaruh penting untuk kesehatan mental, rasa stres tidak harus kamu pendam sendiri. Dilansir dari Economic and Reseach Social Council, bahwa situasi karantina sangat memberikan efek besar untuk kesehatan mental, karena adanya pembatasan interansi sosial. Didukung dengan sebuah riset, bahwa seseorang akan merasa lebih aman dan nyaman saat berinteraksi, meski dari jarak jauh.

    Hal-hal kecil seperti menceritakan tentang tanaman yang baru saja kamu beli, sangat penting untuk diutarakan. Ingat, manusia adalah makhluk sosial.


    Yuk, baca buku!

    Buat kamu yang selalu menganggap membaca buku adalah kegiatan yang boring, coba ubah mindset kamu sejenak. Step Up For Mental Health telah memberikan pernyataan melalui sebuah studi; membaca buku setidaknya 6 menit dalam sehari mampu meningkatkan intelektualitas, mengurangi stres, dan membuat tidur lebih nyenyak. 

    Memang sih ada banyak hiburan lain yang bisa kamu alihkan, seperti streaming film atau series, tetapi membaca buku akan memberikan efek yang berbeda – apalagi kalau buku yang bertema self-help. Dicoba, ya!




    Saatnya kembali fokus membereskan rumah

    Yes, karena kamu selalu menghabiskan waktu di dalam rumah, ubah suasananya agar jadi lebih menyenangkan. Membersihkan rumah akan memperbaiki mood, meningkatkan konsentrasi, dan mengurangi rasa stres saat berada seharian di rumah. Tiga hal tersebut terbukti, berdasarkan pernyataan dari Anxiety and Depression Association of America.

    Mungkin kamu sempat berpikir untuk mendekorasi ulang kamarmu? Ini-lah saat yang tepat. Dan ingat, bersihkan rumah secara rutin, agar sirkulasi udaranya jadi lebih baik.


    Meditasi

    Bermeditasi membantu kamu untuk 'lepas' dari pikiran negatif, dan sejenak melupakan beban-beban hidup. Dilansir dari Healthline, meditasi membuat kita lupa dengan rasa cemas, stres, bahkan depresi. Jika melakukannya secara rutin, meditasi dapat meningkatkan self-acceptance atau kemampuan dalam menerima diri sendiri (ini yang kamu butuhkan!).

    Untuk pemula, kamu bisa mengikuti meditasi selama 10 menit, seperti yang dilakukan di video ini:


    Just try this at home!


    Semoga bermanfaat! Kamu tidak sendirian kok, kita semua bersama-bersama berjuang melawan pandemi COVID-19. Stay safe, girls.


    (Nadhifa Arundati / Image Dok. Freepik)