Career

5 Langkah Finansial Cerdas Agar Kamu Bisa Kaya di Usia Tua Nanti

  by: Alvin Yoga       13/7/2021
  • Jujur deh, seberapa sering kamu membuka aplikasi mobile banking untuk mengecek berapa banyak saldo yang kamu miliki? Atau, seberapa sering kamu mencatat pengeluaran dan mencari tahu berapa besar sisa bujet jajan-mu bulan ini?

    Seringnya, kita "menutup mata" terhadap keadaan finansial pribadi. Tak mau tahu berapa besar sisa bujet "bersenang-senang" (atau justru kamu tak membuat bujet sama sekali, uh-oh) karena "membeli es kopi susu setiap hari adalah hal yang wajib." Ehem, apakah kamu sedang melakukan hal ini sekaran?

    Well, jika ada sesuatu yang bisa kita pelajari dari 12 bulan terakhir ini, maka memiliki rencana keuangan (dan tempat tidur yang empuk untuk meluruskan pinggang) Bukanlah. Hal. Yang. Buruk.



    Terutama karena uang ternyata bisa memengaruhi berbagai komponen kehidupan. Menurut Schroders Personal Wealth Money & Mind Report, 61% orang dewasa berumur antara 18 sampai 34 tahun mengaku bahwa mereka stres menghadapi situasi keuangan mereka, yang kemudian berpengaruh terhadap kesehatan jasmani dan mental mereka secara keseluruhan, dan bahkan memengaruhi kemampuan mereka dalam bekerja.

    Memiliki uang yang sedikit dalam rekening, tidak memiliki tabungan yang cukup untuk pensiun nanti, serta tidak memiliki kemampuan untuk membeli barang keperluan yang harganya sedikit mahal (sebut saja tempat tidur tadi) ternyata memberikan dampak yang lebih dari sekadar nyata.


    Dan jika kamu berpikir bahwa kamu tidak berada dalam posisi untuk memperbaiki masa depan, hey, nyatanya, selalu ada hal yang bisa kamu lakukan. Meski mungkin bukan langkah besar, namun membuat bujet untuk mulai menabung, mulai berinvestasi (fingers crossed), serta beberapa rencana di bawah ini bisa membuat perubahan yang berarti agar kamu memiliki masa depan yang lebih baik. Berikut beberapa tips finansial cerdas dan jitu dari Cosmo, yang bisa kamu gunakan untuk membalikkan situasi finansial dan melindungi masa depanmu. Simak!


    #1. Mulai membuat bujet

    Sebelum kamu memutar mata, tunggu dulu, pembahasan soal bujet ini tidak sebosan yang kamu pikirkan, kok. Sebuah rencana bujet sebenarnya sesimpel suatu pemahaman mengenai apa yang kamu terima dan apa yang kamu keluarkan setiap bulannya. Ingat, menciptakan sebuah bujet merupakan langkah penting yang harus kamu lakukan pertama kali agar keadaan keuanganmu tetap berada dalam kontrol.

    Mulailah dengan menuliskan seluruh daftar pengeluaranmu (semisal biaya sewa apartemen atau kos, tagihan listrik dan air, biaya transportasi dan parkir serta tol, biaya langganan seperti Spotify dan Netflix, biaya internet dan pulsa, biaya cicilan, serta biaya makan) kemudian tuliskan pendapatanmu dalam sebulan. Gunakan bantuan aplikasi seperti YNAB (You Need A Budget) atau PocketGuard jika perlu. “Jujurlah terhadap kebiasaanmu dalam mengeluarkan uang,” ujar Lisa Conway-Hughes, seorang penasihat keuangan dan juga co-founder dari Ladies Finance Club UK.

    Idealnya, setelah kamu menuliskan daftar pengeluaran dan pendapatanmu, kamu memiliki lebih banyak uang yang masuk dibanding yang keluar, namun jika uangmu hampir tidak bersisa sama sekali sampai-sampai kamu tak punya sisa dana untuk menabung, tak perlu khawatir. Lihat kembali apa saja pengeluaran yang bisa kamu potong. Biasanya, beberapa pengeluaran seperti biaya transportasi, biaya subscription, biaya makan, bujet untuk jajan, serta internet dan pulsa masih bisa dikurangi.

    Jangan ragu untuk membandingkan beberapa penyedia internet untuk melihat paket mana yang paling menguntungkan. Ingin berbelanja? Gunakan situs pembanding harga, seperti PriceArea.com atau Telunjuk.com untuk mendapatkan harga terbaik.

    Begitu kamu sudah berhasil memotong beberapa pengeluaran yang ternyata kurang penting, gunakan aturan 50/30/20 untuk membuat bujet yang sesuai. Pada hari kamu menerima gaji, langsung pisahkan gajimu dalam tiga pengeluaran terbesar: 50% untuk pengeluaran yang tak bisa dikompromi (seperti biaya kos, tagihan listrik, internet, dll), 30% untuk memenuhi keinginanmu (biaya makan dan jajan, membeli makeup dan sepatu baru, dll), dan 20% untuk tabungan.

    Kamu tak bisa memenuhi aturan 50/30/20? Tak perlu panik. Tak semua orang mendapatkan gaji yang bisa memenuhi aturan tersebut, kok (Cosmo sudah pernah mencobanya) dan banyak dari kita yang gajinya hanya cukup untuk menutupi kehidupan paycheck-to-paycheck.

    Jika memang ini kenyataannya, maka kaji ulang aturan tersebut: jika kamu hanya bisa menabung sekitar 5% atau 10% dari gaji, that's totally fine. Mulailah dari jumlah tersebut, dan saat kamu mendapatkan kenaikan gaji nanti, tambahkan juga jumlah uang yang kamu tabung. Nah, untuk memudahkanmu menabung, beberapa bank juga memiliki fasilitas auto debit, yang akan langsung memotong uangmu di hari yang sama kamu menerima gaji. Tak ada lagi deh, alasan "Duh, lupa nabung, nih."


    #2. Selesaikan utang

    Sebelum kamu mulai beralih ke tahap-tahap selanjutnya, selesaikan dulu tahap ini. Ya, bahkan dengan bujet yang kuat, tak menutup kemungkinan ada pengeluaran tak terduga yang harus kamu lakukan sehingga kamu terpaksa berutang. Semisal, kamu harus membeli smartphone atau laptop baru karena yang kamu miliki sekarang tiba-tiba rusak. Dan karena harga smartphone atau laptop tidak murah, sedangkan tabunganmu tidak cukup untuk membeli yang baru, kamu kemudian melakukan pembayaran lewat kartu kredit dengan cicilan selama satu tahun.

    Jika kamu sedang berada dalam situasi seperti di atas, atau justru kamu sedang memiliki banyak cicilan dan saat ini hanya mampu membayar jumlah minimum setiap bulannya, hey, tak perlu malu untuk mengakuinya, karena di tengah kondisi pandemi ini, tak cuma kamu yang kesulitan secara ekonomi, kok. Yang penting, berusahalah untuk melunasi utang-utang tersebut, dimulai dari yang nominalnya paling kecil.

    Nah, untuk kamu yang saat ini hanya mampu melakukan pembayaran minimum, pikirkan kembali keputusanmu tersebut. Ingat, pembayaran minimum hanya boleh dilakukan saat situasi darurat, ketika kamu tak punya jalan keluar lain selain melakukannya. Dan ketahui, bahwa ketika kamu hanya membayar biaya minimum, kamu akan dikenakan bunga (besarannya tergantung pada bank pemberi kredit) hingga 4% per bulan, yang jumlahnya akan terus bertambah jika kamu tak segera melunasinya, dan nantinya, jumlah bunga yang kamu bayarkan bisa mencapai lebih dari 40% harga barang. Ouch! Rugi besar, kan?




    #3. Tingkatkan tabungan

    Dengan rencana bujet yang rapi dan utang yang sudah dilunasi, kini kamu siap "menggemukkan" tabungan. Target pertamamu: dana darurat. Tabungan ini akan menjadi simpanan uang yang bisa kamu gunakan di saat hal-hal tidak terduga terjadi—seperti menghadapi pemotongan gaji di masa pandemi, PHK, atau laptop baru tadi. Para ahli keuangan berkata bahwa tabungan ini seharusnya berkisar tiga sampai enam bulan gaji, tapi jika kamu kesulitan dengan jumlah tersebut, mulai saja dulu dengan mengisi tabungan hingga cukup untuk menutupi pengeluaran selama satu-dua bulan.

    Begitu kamu bisa mencapai target enam bulan gaji (atau 12 bulan gaji jika kamu memang mampu), maka lanjutkan ke tabungan berikutnya. Saran Cosmo, menabunglah untuk life goals kamu, semisal untuk membeli rumah atau apartemen, tabungan untuk menikah, atau tabungan liburan ke destinasi impian selama sebulan.

    Dan, jangan lupa juga untuk memulai dana pensiun. Jika kamu ingin menikmati masa tua dengan bahagia setelah pensiun nanti, dengan adanya inflasi setiap tahun, kamu membutuhkan dana hingga miliaran, lho! Percayalah, Cosmo pernah membuat artikel mengenai dana pensiun, dan menurut rincian yang ada, kamu membutuhkan 3 sampai 30 miliar rupiah untuk bisa menikmati masa tua setelah pensiun nanti, tergantung dari bagaimana kebiasaanmu mengeluarkan uang dan di mana kamu tinggal. Uh-oh, banyak sekali, kan? The thing is, semakin muda kamu mulai menabung untuk dana pensiun, maka semakin mudah bagimu mengumpulkan jumlah yang besar tersebut. Hey, kamu tak ingin menggantungkan masa tuamu pada anakmu nanti, kan?

    Simpan uangmu ke dalam akun tabungan dengan suku bunga yang paling menguntungkan—saat ini bank-bank di Indonesia memang sedang mengurangi jumlah suku bunga yang bisa diterima nasabah, jadi bandingkan dan pilih bank yang terbaik. Pertimbangkan juga untuk menyimpan uang tersebut dalam bank digital yang tidak memberikan biaya administrasi bulanan.

    Oh ya, kalau kamu ingin menabung lebih cepat, opsi lainnya yang lebih menguntungkan adalah: investasi.


    #4. Saatnya berinvestasi

    Menabung memang tak pernah salah, namun begitu kamu melakukannya selama beberapa waktu, kamu mungkin akan menyadari bahwa kamu tidak mendapatkan banyak keuntungan dari hanya menabung. Semisal, kamu membuka rekening tabungan dengan nominal Rp5.000.000,-, kemudian kamu rutin menabung Rp500.000,- setiap bulannya. Selama lima tahun, kamu sudah menabung sebanyak Rp29.500.000,-, jumlah yang cukup banyak, bukan? Sekarang tebak, berapa bunga yang kamu dapatkan selama lima tahun? Besaran suku bunganya tentu tergantung bank tempat kamu menabung, namun kebanyakan bank memberikan suku bunga di bawah 1%, yang berarti, selama lima tahun jumlah bunga yang kamu dapatkan bahkan tidak sampai Rp100.000,-! GASP!

    Here’s the thing: karena biaya hidup semakin lama semakin meningkat (terima kasih inflasi), uangmu pun perlu ikut tumbuh agar pengeluaranmu dapat berbanding lurus dengan pendapatan. Jika tidak, maka apa yang kamu simpan nilainya akan terus berkurang dalam beberapa tahun ke depan.

    Solusi terhadap hal ini? Investasi. Semisal, kamu memindahkan uang tersebut ke dalam deposito. Kamu bisa mendapatkan suku bunga (tergantung pada bank tempatmu berinvestasi) hingga 5% dalam satu tahun! Jauh lebih besar dibanding menabung, kan? Opsi lain yang juga mudah dilakukan bagi pemula, kamu bisa mencoba reksa dana, yang kini tersedia mulai dari Rp10.000,-, lebih murah dibanding segelas kopi susu favoritmu! Dan, tak jadi masalah jika kamu baru bisa berinvestasi dalam jumlah kecil, karena jika kamu rutin berinvestasi setiap bulannya, maka dalam 10 tahun ke depan jumlah tersebut akan jauh lebih besar dari apa yang kamu miliki sekarang.


    #5. Cek kualitas kreditmu

    Kamu mungkin belum pernah memikirkan hal ini sebelumnya, namun mengetahui kualitas kredit adalah hal yang penting, karena skor tersebut akan menunjukkan apakah kamu bisa dipercaya ketika mengajukan kredit atau tidak (semisal untuk KPR, KPA, atau membeli mobil). Ada baiknya kamu mengetahui skormu terlebih dahulu sebelum mengajukan kredit, karena bila pengajuan kreditmu sudah ditolak, hal ini akan memengaruhi riwayat kreditmu dan mengurangi kualitas kreditmu di masa depan.

    Untuk kamu yang belum pernah melakukannya, kamu bisa mengecek kualitas kredit lewat BI Checking, yang kini telah beralih menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Kamu bisa mengajukan permohonan SLIK dengan mengisi formulir antrean online di https://konsumen.ojk.go.id/MinisiteDPLK/Registrasi. Usahakan skormu berada di Kol 1 atau Kredit Lancar, dan jika kamu berada di Kol 3 sampai Kol 5, ini merupakan tanda peringatan untuk segera melunasi utang dan memperbaiki nilaimu sebelum kembali mengajukan kredit lainnya. Ingatlah untuk selalu membayar kartu kreditmu sebelum tanggal jatuh tempo, dan hindari pembayaran minimum jika kamu bisa melunasi seluruhnya. Time to have a better future!


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Erik Mclean on Unsplash)