Better You

5 Penyebab Mengapa Kamu Selalu Merasa Lapar!

  by: Giovani Untari       17/7/2021
  • Here it comes again-saat kamu baru saja mulai fokus mengerjakan tugas / pekerjaan, tiba-tiba saja perutmu berbunyi dan meminta makan.

    Padahal kamu baru saja menghabiskan makan siang, sekitar satu jam yang lalu?

    Hmmm... tapi tubuhmu seakan protes dan ingin meminta makan lagi dan lagi. Tahukah kamu, dear? Apabila kamu selalu merasa lapar padahal sudah makan (apalagi makan besar), artinya ada sesuatu yang salah pada kondisi kesehatanmu.




    "Makanan berfungsi untuk membuat tubuh bertenaga lewat sumber nutrisi yang dicerna oleh tubuh, tetapi jika tubuh selalu ingin makan dalam jumlah tak terkontrol dan terus menerus, bisa jadi Anda mengalami suatu gangguan kesehatan. Jika Anda selalu merasa lapar setelah makan besar, cobalah berkonsultasi dengan pakar kesehatan," saran Dr Shikha Sharna, seorang nutrisionis bersertifikat asal India.


    Sebelum kamu mengunjungi dokter (atau berkonsultasi secara online dengan mereka, *sigh pandemic), Dr Shikha Sharma membeberkan sejumlah kemungkinan masalah kesehatan yang menyebabkan kamu selalu merasa lapar:


    1. Dehidrasi

    Apakah kamu sungguh lapar? Atau sebenarnya selama ini kamu dehidrasi? Saat tubuh memberikan sinyal perut terasa kosong, sangat sulit untuk membedakan apa yang benar-benar perut inginkan. Plus, perut yang kerocongan, pusing, kelelahan, dan pusing juga sering terasa saat lapar dan dehidrasi.

    "Dalam banyak kasus, saat merasa lapar kita lebih sering memilih untuk makan ketimbang minum air putih. Rasa lapar tersebut juga ikut memengaruhi pilihan makanan yang kita konsumsi, contohnya makanan tidak sehat dan snack tinggi kalori," jelas Dr Sharma.


    2. Kurang Tidur

    Yup, kurang tidur juga memiliki hubungan langsung dengan meningkatnya nafsu makan, serta berbagai aspek lainnya dalam hidup kita. Kurang tidur juga mendorong seseorang mengonsumsi makanan tidak sehat dalam porsi berlebih, yang akhirnya berdampak pada peningkatan porsi dan frekuensi makan harian seseorang.

    Masalah lainnya yang ditimbulkan dari kurang tidur adalah terganggunya dua hormon penting yaitu ghrelin dan leptin yang mengatur nafsu makan kita. Hormon ghrelin bertugas mengatur nafsu makan, sedangkan leptin bertanggung jawab memberikan rasa kenyang pada tubuh. 

    Dr Sharma juga menjelaskan, "Saat pola tidur Anda terganggu, ada bagian di otak manusia yang ikut terganggu dalam hal menerima dan mengatur rasa lapar dan kenyang. Peningkatan aktivitas otak ini terkadang membuat kita menganggap makanan sebagai sebuah reward positif dan akhirnya membawa kita menggalami binge-eating."




    3. Tiroid

    Tiroid merupakan kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di depan bagian leher dan bertugas untuk mensekresi hormon triiodothyronine (T3) dan tiroksin (T4). Para hormon tersebut bertugas untuk memengaruhi kerja organ yang ada di tubuh kita. Saat seseorang mengalami hipotirodisme, umumnya ia akan sering merasa kelelahan. Tidak mengherankan jika kondisi tersebut memicu seseorang ingin mengonsumsi yang mengandung karbohidrat, gula, serta makanan olahan untuk meningkatkan energi mereka.


    4. Pilihan Makanan yang Salah

    Apa yang kamu pilih untuk mengisi perutmu juga memegang peranan penting dalam peningkatan nafsu makan. Makanan yang mengandung gula tinggi, berminyak, asin, produk yang dibuat dari tepung olahan adalah salah satu penyebabnya. Makanan seperti cookies, burger, pizza, pastries, roti putih, dan biskuit terbuat dari tepung olahan. Selain itu permen, cokelat batangan, jus buah kemasan, makanan kalengan, dan makanan siap saji juga tak kalah buruk bagi kesehatan.



    Makanan tersebut membuat nutrisi tubuh menjadi tidak seimbang, jadi meski mengonsumsinya dalam jumlah banyak kamu tetap merasa lapar!

    "Pilihlah makanan yang mengandung lemak sehat dan kaya protein untuk membuat perut terasa kenyang namun tetap bisa dicerna dengan baik oleh tubuh," ujar Dr Sharma.




    5. Diabetes dan Hipoglikemia

    Kamu mungkin tahu bahwa makanan yang kita konsumsi akan dipecah menjadi glukosa dan digunakan oleh sel-sel tubuh. Tetapi bagi penderita diabetes, sel tubuh tidak bisa memecah glukosa dari makanan dan akhirnya akan dibuang menjadi urin. Hasilnya, tubuh terus menerus ingin makan seseuatu. Mereka yang memiliki penyakit diabetes tipe 1 pasti sering mengalami masalah satu ini. Sedangkan hipoglikemia sering dialami oleh penderita diabetes lantaran jumlah glukosa dalam tubuh menurun dari angka normal. Hal ini juga memicu keinginan untuk selalu makan.


    Di samping 5 masalah kesehatan di atas, ada sejumlah kondisi lainnya yang juga bisa membuat nafsu makan seseorang meningkat. Seperti misalnya mengonsumsi obat-obatan jenis tertentu (obat depresi, masalah saraf, diabetes) yang memicu rasa lapar.  Selanjutnya, berolahraga terlalu banyak atau terlalu sedikit juga bisa menyebabkan rasa lapar dan membuat tubuh makan dari jumlah yang seharusnya.

    Kondisi stres, anxiety, bosan, kehamilan, ketidakseimbangan hormon, menstruasi, dan menyusui juga bisa membuat seseorang sering merasa lapar.




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan India / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok. KoolShooters from Pexels, Szabo Viktor on Unsplash, Kinga Cichewicz on Unsplash)