Beauty

Cara Mengatasi Rambut Rontok Setelah Sembuh Dari COVID-19

  by: Astriana Gemiati       18/7/2021
  • Beberapa bulan terakhir ini cukup menegangkan bagi semua orang. Kita tidak hanya hidup dalam isolasi untuk menjaga semua orang tetap aman, namun juga memerangi virus baru.

    Menurut beberapa profesional kesehatan, banyak penyintas COVID-19 melaporkan bahwa terjadinya rambut rontok setelah pemulihan mereka dari penyakit. Jadi, jika kamu memerhatikan hal yang sama, inilah bantuannya. Para ahli telah menunjukkan bahwa ini bukan rambut rontok tetapi kerontokan rambut yang biasanya diperburuk oleh stres emosional.




    Dokter kulit dan ahli kecantikan Dr Smriti Naswa, Rumah Sakit Fortis, Mulund juga menawarkan beberapa kemungkinan penyebab kerontokan rambut akibat COVID-19.


    Dia berkata, "Para ahli ilmiah telah menetapkan bahwa novel Coronavirus terkadang memanifestasikan dirinya dengan cara yang sama sekali tidak dapat dipahami. Setiap hari, para ilmuwan dan pakar medis mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana virus menyerang tubuh kita dan dampaknya. Para peneliti juga mencoba menganalisis efek sampingnya. obat-obatan tertentu yang diberikan selama perawatan. Rambut rontok dan jerawat adalah efek samping yang umum terlihat setelah COVID19."



    Dr Naswa juga menambahkan bahwa kerontokan rambut ini disebabkan oleh Telogen Effluvium Akut. Ini adalah kondisi sementara di mana orang mengalami kerontokan rambut yang berlebihan setelah peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, biasanya setelah atau dalam tiga bulan setelah peristiwa yang membuatnya stres.


    Nah, sekitar 85 hingga 90 persen rambut di kepala kulit kepala kamu berada dalam 'fase anagen' atau tahap pertumbuhan aktif. Sisanya satu persen berada dalam fase catagen (transisi) dan 10 persen rambut berada dalam fase istirahat alias 'fase telogen' sebelum akhirnya rontok (eksogen). Namun, ketika kamu stres atau sedang berjuang melawan penyakit serius, sebagian besar rambut kamu berada dalam fase istirahat atau telogen, setelah itu rontok dan diganti dengan yang baru.




    Singkatnya, mungkin diperlukan waktu sekitar 3-4 bulan bagi rambut kamu untuk mendapatkan kembali kejayaannya.


    Jadi, bagaimana kamu bisa mempercepat prosesnya?

    Dr Naswa mengatakan, "Nutrisi yang tepat dapat membantu meminimalkan kerusakan rambut. Jadi, makanlah makanan yang kaya vitamin, mineral, zat besi, kalsium, dan protein. Jika pola makan yang tepat tidak dijaga, kerontokan rambut dapat berlangsung lama. Kamu tidak perlu panik dan mencari bantuan dari dokter kulit. Mereka akan mengesampingkan kecenderungan dan faktor keturunan yang mungkin terungkap dengan kerontokan rambut kamu. Saya sarankan makan 2-3 buah setiap hari, sayuran, millet, biji-bijian, kacang-kacangan, dan lemak baik. Namun, berhati-hatilah agar tidak berlebihan dengan konsumsi protein."





    (Artikel ini disadur dari www.cosmopolitan.in  / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Astriana Gemiati / Image: [email protected], GIPHY.COM)