Better You

Apakah Normal Darah Haid Keluar Terlalu Banyak? Ini Jawabannya!

  by: Giovani Untari       19/7/2021
  • Pernah dengan istilah: “Too much of anything is not a good thing?

    Lalu bagaimana dengan intensitas darah menstruasi yang ternyata masuk dalam kategori: very heavy? Apakah ini pertanda buruk?




    Berbicara tentang siklus menstruasi, maka ini jelas bukan sekadar urusan periode (atau rasa nyerinya) saja. Ini juga mencakup intensitas bahkan range warnanya yang ternyata mampu menjadi indikator kadar kesehatan seorang perempuan. Meski pada dasarnya siklus dan flow menstruasi setiap perempuan berbeda-beda, tetapi tidak sedikit perempuan di dunia mengeluh bahwa jumlah darah ketika menstruasi mereka berada di atas rata-rata. What?



    MARI KITA MULAI DENGAN FAKTANYA

    Sebuah survei yang dilakukan Primary Health Care (PHC) Facilities pada 865 perempuan di Brazil menemukan fakta di mana 35% di antaranya mengalami aliran darah menstruasi yang tergolong heavy. Pada gejala ini darah menstruasi yang dikeluarkan mencapai kisaran 60-80 mL selama masa menstruasi 4-7 hari.

    FYI girls, normalnya darah yang dikeluarkan selama periode menstruasi adalah sekitar 30 mL – 45 mL (atau setara dengan 2-3 sendok makan). Situs Medical News Today juga menyebut bahwa heavy periods menjadi salah satu keluhan terbesar perempuan yang ditanyakan kepada para ginekolog di Amerika Serikat. So, how to deal with it?



    HI, “MENORRHAGIA”

    Dalam ilmu medis, aliran darah menstruasi yang berlebihan biasa disebut menorrhagia.

    Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya: mulai dari gangguan hormonal, di mana terjadi fluktuasi hormon progesteron dan estrogen di dalam endometrium (lapisan terdalam rahim) yang besar hingga menyebabkan “pendarahan” di atas rata-rata. Ada pula yang disebabkan oleh permasalahan di dalam ovarium, radang panggul, polip serviks, gangguan pembekuan darah, efek samping penggunaan obat dan alat kontrasepsi, serta yang terburuk terjadi karena gejala beberapa jenis kanker yaitu kanker serviks atau rahim. 


    BAGAIMANA DENGAN GEJALANYA?

    Gejala awam menorrhagia pun juga dapat diukur dari periode menstruasi yang kamu alami, terutama jika menstruasi terjadi di atas tujuh hari. Belum lagi sejumlah gejala lainnya mulai dari rasa lelah berkepanjangan, energi yang menurun drastis, nyeri di area perut bawah saat menstruasi, serta penggunaan pembalut dan tampon yang lebih banyak dari seharusnya hingga menganggu aktivitas kamu. 





    APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

    Apakah menorrhagia bisa disembuhkan? Menurut Dr. William Chadwick seorang ginekolog di Amerika Serikat, kamu tidak perlu panik sebab saat ini merrohagia jauh lebih bisa ditangani dibanding sebelumnya. “Banyak opsi untuk mengurangi hal ini, tetapi biasanya para pasien yang datang dengan keluhan heavy periods memerlukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui secara klinis apa penyebab menorrhagia mereka.”

    Beberapa dokter akan melakukan treatment dalam bentuk terapi obat seperti memberi pil kontrasepsi untuk mengatur siklus menstruasi sekaligus mengurangi kuantitas dan durasi pendarahan yang berlebih. Ada pula pemberian treatment progesteron secara oral demi mengatasi ketidak-seimbangan hormon, juga pemberian sumplemen zat besi untuk menghindari anemia.



    OPSI LAINNYA UNTUK HAL INI

    Dalam kasus yang lebih serius, bila terapi obat tidak memberikan hasil pada menorrhagia maka akan dilakukan tindakan operasi yang sesuai dengan pemeriksaan mendalam. Pada akhirnya meski banyak perempuan tidak merasa terlalu terganggu atas flow periode yang berlebih (kecuali pada bagian penambahan kuantitas pembalut!) penanganan tetap perlu dilakukan untuk mencegah adanya efek samping atau komplikasi di kemudian hari. Apalagi jika intensitas darah menstruasi yang heavy ini juga ikut disertai beberapa gejala seperti nyeri yang tak kunjung mereda, demam, lemas, pusing, dsb.




    (Giovani Untari / Images: Dok. Freepik.com, Wayhome studio from Freepik, Polina Kovaleva from Pexels, Polina Zimmerman from Pexels)