Beauty

9 Tips Menjaga Kecantikan yang Ramah Lingkungan!

  by: Giovani Untari       20/7/2021
  • Yang terkadang sering kita lupakan dari balik euforia unboxing produk kecantikan terbaru adalah penggunaan produk kecantikan yang kurang tepat serta pengolahan sampahnya yang tidak bijak, ternyata bisa ikut memberi dampak buruk bagi lingkungan.

    Terlebih industri kecantikan selama ini kerap menjadi sorotan lantaran menyumbang sampah plastik yang cukup besar di dunia.

    Lantas bagaimana cara mengubah beauty routine kita agar menjadi lebih eco-friendly? This is your ultimate guides, girls!




    1. Kurangi penggunaan tisu, tisu basah, dan kapas sekali pakai

    Tiga produk ini memang tak asing dalam beauty regime kita. Tapi proses produksi tisu, tisu basah, serta kapas melibatkan banyak aspek yang merusak lingkungan. WWF pernah mencatat jumlah air yang digunakan untuk menghasilkan satu kilogram kapas, bisa untuk kebutuhan minum satu orang selama 3 tahun!


    Sedangkan tisu basah terbuat dari bahan Polyester (PET) yang sulit terurai dan menjadi sampah anorganik. Solusinya kamu bisa menggunakan cotton pad yang reusable serta kain / handuk saat membersihkan wajah.


    2. Bijaklah saat menggunakan sheet mask

    We love sheet mask so much! Namun siapa yang mengira jika sheet mask terbuat dari bahan seperti microfiber dan serat nylon yang sulit didaur ulang. Belum lagi kemasan plastiknya yang juga ikut menyumbang dampak buruk bagi lingkungan.



    3. Hentikan penggunaan produk yang mengandung mikroplastik

    Tanpa disadari mikroplastik plastik ada dalam segala aspek kehidupan kita. Tujuan penggunaan mikroplastik dalam produk beauty umumnya untuk efek glowing di makeup (glitter salah satunya!) dan efek bersih pada sabun badan.

    Mulai sekarang coba cek label kemasan produk kecantikan kamu, apakah menggandung empat bahan ini yaitu: Polyamid (Nylon), Polyethylene (PE), Polypropylene Glycol (PEG), dan Polyethylene Terephthalate (PET). Jika jawabannya adalah ya, ini waktunya kamu untuk menghentikan penggunaannya. Teliti sebelum membeli itu penting!


    4. Beli dalam jumlah bulk

    Tak ada salahnya untuk mulai membeli sabun mandi, sabun cuci tangan, sampo, serta kondisioner dalam jumlah besar sekaligus. Cara ini membantu untuk membantu mengurangi penggunaan plastik yang ada di kemasan setiap kali kamu membeli produk baru. Akan lebih baik lagi jika produk yang kamu beli menerima isi ulang tanpa harus membeli kemasan baru.




    5. Hindari mandi menggunakan pemanas air

    Terdengar sepele bukan? Tapi siapa sangka water heater di rumah kita meninggalkan jejak emisi karbon yang cukup besar dari penggunaan listriknya. Situs DW pernah merilis fakta bahwa mandi dengan air bersuhu normal selama 12 menit, bisa menghasilkan hingga satu kilogram gas karbon dioksida! Bisa terbayang bukan berapa emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari mandi dengan air hangat bertenaga mesin pemanas air?




    6. Pilih produk eco-friendly tidak hanya dari sisi ingredients tapi juga kemasannya

    Waktu yang tepat untuk beralih ke skincare dan makeup dengan bahan natural serta eco-friendly yang lebih aman untuk tubuh, kesehatan, serta lingkungan. Tapi tidak hanya sekadar natural, pastikan agar produk tersebut juga memang berasal dari source yang sustainable.

    Kamu bisa melihat apakah produk tersebut mencantumkan logo Rainforest Alliance atau Fair Trade agar lebih terpercaya. Pilih juga produk beauty yang memiliki kemasan eco-friendly, biodegradable, atau kalau perlu bersifat packaging free.



    7. Investasi kepada produk multi fungsi

    Membeli produk kecantikan memang sebuah terapi tersendiri. Tapi kita sering membeli produk yang ujung-ujungnya sudah kita miliki dan akhirnya malah tidak terpakai (opps!). Ini justru hanya menambah sampah kita di rumah.

    Bagaimana kalau kita mulai menggunakan produk multi fungsi, seperti produk blush on yang bisa digunakan sebagai eyeshadow dan lipstick. Atau powder foundation ketimbang membeli bedak dan foundation secara terpisah.


    8. Gunakan kembali wadah / botol tempat makeup dan skincare

    Wadah bekas skincare atau makeup yang terbuat dari kaca atau botol plastik bisa digunakan kembali untuk beberapa hal. Contohnya digunakan untuk menyimpan skincare hasil DIY kamu (seperti masker, scrub alami atau lip balm), tempat menyimpan aksesori, hingga vas bunga. 




    9. Kembalikan kemasan ke store brand tersebut

    Masih ingat dengan konsep memilah sampah yang pernah Cosmo bahas? Kamu bisa memilah sampah produk kecantikan untuk diolah di bank sampah / tempat daur ulang terpercaya. Selain itu kamu juga bisa mengembalikan kemasan kosong produk kecantikan ke sejumlah store brand yang sesuai dengan produk tersebut untuk didaur ulang. Sejumlah brand bahkan ada yang menawarkan sistem reward untuk aksi ramah lingkungan satu ini.




    (Giovani Untari / Images: Dok. Karolina Grabowska from Pexels, Sarah Chai from Pexels, Leah Kelley from Pexels, Ron Lach from Pexels)