Love & Sex

10 Hal yang Bisa Kamu Lakukan agar Berhenti Memikirkan Mantan

  by: Redaksi       24/7/2021
  • Terjadi lagi. Putus cinta untuk yang kesekian kalinya. Sebesar apapun keinginanmu untuk dengan instan melupakan si dia, kenyataannya adalah itu sesuatu yang lebih mudah untuk dikatakan daripada dikerjakan (bahkan setelah kamu mencari di Google “Bagaimana cara melupakan mantan”).


    Ya, tentu saja kamu bisa dengan mudah membuang semua foto yang berdua dengannya, menghapus pesan-pesannya, dan bahkan block akun media sosial mereka, tetapi itu bukanlah bagian yang sulit. Menghapus kenangan bersamanya dari pikiranmu adalah cerita berbeda. Mungkin kamu sedang memikirkan kesalahan apa yang kamu lakukan, mungkin kamu sedang mengenang kembali masa-masa indah bersamanya. Apapun itu, tidak dapat dipungkiri bahwa bagian tersulit dari hubungan yang kandas adalah berhenti memikirkan si dia. Jadi, walaupun saya berharap untuk menemukan sebuah panduan yang menjelaskan secara rinci langkah demi langkah untuk membuangnya dari pikiranmu, kenyataannya tidak ada satu jawaban yang pasti. Perasaan cinta, atau bahkan rasa suka yang mendalam, tidak bisa hilang dalam semalam. Tapi bukan berarti kamu tidak dapat melakukannya.




    Untuk membantumu, Cosmo telah bertanya beberapa ahli seperti terapis hubungan, seksologi, penulis, dan bahkan cenayang, tentang bagaimana caranya menghentikan diri sendiri untuk memikirkan seseorang—dan percaya pada saya, mereka berhasil menjelaskan semua ini dengan baik. Meski mungkin cara-cara ini tidak dapat membuatmu benar-benar menghapus eksistensi dirinya dari pikiranmu, tapi saya yakin setidaknya cara ini dapat sedikit membantu. Ingat: Waktu akan menyembuhkan segalanya!





    1. Alihkan perhatianmu sehingga kamu benar-benar menjadi terlalu sibuk untuk memikirkan mereka.

    Mungkin ini salah satu cara yang selalu dilakukan oleh setiap orang yang baru saja mengakhiri hubungannya. Tapi, ya, memang benar. Salah satu cara terbaik untuk berhenti memikirkan seseorang adalah mengalihkan energi dan perhatianmu ke hal lain. “Sebuah proyek baru tidak hanya menjadi sebuah distraksi, tapi juga dapat membuatmu menyadari kemampuan baru yang sebelumnya tidak sadar kamu miliki,” jelas Bianca Williams, penulis serial romansa Sidelined. “Entah itu dengan menulis buku, mengembangkan aplikasi baru, atau membuat sebuah rencana bisnis yang sudah lama kamu pikirkan. Gali lebih dalam dan biarkan koneksi emosionalmu dengan orang tersebut menjadi ‘bahan bakar.’ Kamu tidak akan tahu, bisa saja kamu menemukan tujuan hidupmu.”


    2. Tetapkan batasan terhadap dirimu sendiri.

    FYI, kamu memiliki kendali penuh untuk menentukan apa yang akan dipikirkan oleh pikiranmu. Tentu saja hal ini akan lebih mudah untuk dilakukan ketika kamu menetapkan batasan terhadap mantanmu setelah putus. “Di awal putusnya hubunganmu dengan kekasih, tetapkan apa yang kamu butuhkan dan tidak butuhkan dari dia untuk membuat perjalananmu untuk move on lebih mudah,” jelas ahli perkencanan Vanessa Russel, seorang penulis untuk Women’s Health Interactive. “Biarkan mereka tahu kalau kamu tidak mau lagi dihubungi olehnya dengan alasan apapun.”


    Menurut Vanessa, hal ini juga dapat membantu dirimu untuk memberi tahu orang-orang terdekat tentang situasi hubunganmu sekarang. “Melakukan ini akan membuat kalian berdua berada di tujuan yang sama. Jika dia benar-benar melakukan apa yang dia janjikan (menjauh) dan vice versa, perlahan-lahan kenangan dengannya pun akan memudar dan memberimu lebih banyak waktu untuk menyembuhkan perasaan.”


    3. Berikan dirimu waktu untuk merasa sedih, marah, atau apapun itu yang ingin kamu rasakan.

    Mungkin kamu merasa dengan tidak membiarkan perasaanmu untuk terlihat adalah keputusan yang tepat. Tapi, menurut terapis Oddesty K. Langham, seharusnya kamu melakukan kebalikannya. “Membiarkan dirimu untuk merasakan emosi yang terjadi setelah putusnya sebuah hubungan adalah hal yang pentin,” jelas Oddesty. “Setiap orang harus jujur atas emosinya. Setelah itu barulah kita dapat benar-benar melepaskan dengan ikhlas dan melanjutkan hidup.”


    4. Pahami bahwa kamu kemungkinan masih memiliki perasaan kepada mantanmu… dan itu bukanlah hal yang buruk.

    Saya tahu pasti kamu ingin langsung bisa melupakan segalanya tentang dia setelah putus, tetapi kita semua tahu bahwa emosi manusia tidak bekerja seperti itu. Brenda Wade, psikolog dan penasehat hubungan untuk Online For Love, mengatakan bahwa masih mencintai mantan meski hubungan kalian sudah berakhir bukanlah hal yang buruk dan tidak apa untuk dirasakan. “Cinta adalah pemberian terbaik dalam hidup dan perasaaan itu tidak pernah datang dalam waktu yang salah. Tetapi, perlu dipahami bahwa terkadang sekadar cinta tidak cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan,” jelasnya. “Move on dari sebuah hubungan tidak selalu diartikan dengan berhentinya rasa mencintai. Terkadang, satu-satunya cara untuk melepaskan adalah dengan mencintai orang tersebut cukup untuk menginginkan yang terbaik untuknya, meski itu berarti tidak bersama dirimu.”


    Dalam kata lain, mungkin begitu kamu berhenti menyalahkan diri sendiri karena masih merasa sayang dengan mereka, kamu dapat berhenti memikirkan tentangnya.




    5. Lakukan self-care.

    Vaishali Nikhade, seorang cenayang yang fokus dalam peramalan hubungan, datang dengan “ramuan” ampuh untuk mengobati hati dan pikiran yang tersakiti: “Berendam di bathtub dengan air yang sudah dicampur dengan garam epsom untuk relaksasi dan peremajaan diri,” jelasnya. Melakukan ini harusnya dapat membantu untuk “Mengosongkan pikiran dari pemikiran, perasaan, dan energi yang tidak perlu tapi tetap kamu pertahankan.” Setelahnya, kamu akan menemukan bebanmu sedikit terangkat (dan semoga mengurangi stres tentang si mantan), jelas Vaishali. Kamu juga bisa melakukan kegiatan self-care lain seperti pijat badan, rutinitas skincare baru, atau spa.


    6. Dalam beberapa kasus, bisa jadi kamu membutuhkan closure.

    Saya dapat meyakinkan bahwa dalam 99,99 persen kasus putusnya sebuah hubungan, closure tidak dapat memberi rasa damai. Tidak ada penjelasan apapun yang dapat dikatakan oleh mantanmu yang dapat membuatmu merasa lebih baik. Bahkan biasanya akan menghambat proses move on-mu dari dia. Tapi, “Terkadang kita tidak dapat berhenti memikirkan seseorang karena ada permasalahan yang belum selesai dan perkataan yang ingin kita sampaikan,” jelas Acamea Deadwiler, penulis Single That: Dispelling the Top 10 Myths of the Single Woman.


    Tulis surat yang panjang untuk mantanmu dan jelaskan apa yang kamu rasakan, kenapa kamu merasa tersakiti, apa yang kamu inginkan dari dia, dan lain sebagainya tanpa benar-benar mengirimkannya. Terkadang, hanya dengan mengeluarkan semuanya dalam tulisan akan terasa seolah-olah kamu berbicara langsung dengan orang tersebut. Selain itu, mungkin berbicara dengan seorang terapis atau konselor juga dapat membantu dengan rasa sedihmu daripada membicarakannya dengan mantan. Tetapi, jika kamu benar-benar harus berbicara dengannya dan kembali membahas tentang alasan di balik gagalnya hubungan kalian, Acamea menjelaskan mungkin itu bisa membantu. Jika kamu tahu itu dapat memberi kepastian dan mengangkat beban pikiranmu, then it’s worth it.


    7. Ingat kembali siapa dirimu.

    Terkadang kamu terlalu fokus untuk berhenti memikirkan mantan sampai-sampai kamu lupa untuk memikirkan dirimu sendiri. Tapi serius, memberi perhatian pada diri sendiri sebesar perhatian yang biasa kamu berikan padanya dapat membantu menjernihkan pikiran. “Ambil kalender atau planner dan buatlah daftar hal apa saja yang kamu senangi, baik itu untuk dilakukan sendiri maupun dengan teman dan keluarga,” jelas ahli hubungan K.S. Lewis. “Mulai tulis beberapa kegiatan dan ‘berkencan’ dengan dirimu sendiri dengan melakukan hal tersebut. Ini adalah waktu yang tepat untuk mencoba restoran baru, binge watch serial TV favoritmu, menikmati spa, atau mencoba kelas memasak secara daring.” Sebelum kamu menyadarinya, kamu akan terlalu sibuk untuk “berhubungan” dengan dirimu sendiri sehingga tidak lagi memikirkan you-know-who.




    8. Tuliskan perasaanmu.

    Seperti apa yang sebelumnya sudah sempat dibahas, menulis adalah salah satu kunci utama untuk menyingkirkan pikiran yang tidak diinginkan dari kepalamu. “Putar musik favoritmu, tuangkan dirimu segelas wine, dan mulailah menulis. Begitu kamu mengizinkan diri untuk menyadari pikiranmu, merasakan yang kamu pikirkan, dan menuliskannya, kamu tidak akan menyangka sebaik apa perasaanmu pada akhirnya,” jelas matchmaker Jaida Pervis. BTW, kalau kamu bukan orang yang suka menulis, melakukannya di aplikasi Notes sama saja efektif.


    9. Jangan terlalu memaksakan diri untuk move on dengan cepat.

    “Move on dari seseorang yang telah menjadi sebuah bagian besar dalam hidupmu dapat menjadi sebuah pekerjaan yang rumit,” jelas seksologi klinis Rachel Sommer, Ph.D., penemu My Sex Toy Guide. “Jadi, beri kamu waktu untuk bersedih, bercerita pada teman, dan secara perlahan menggeser fokusmu ke self-care dan pengembangan diri.” Saat kamu memfokuskan diri pada alasan kenapa kamu membutuhkan waktu lebih lama untuk berhenti memikirkan seseorang, kamu hanya akan memikirkan mereka lebih sering.




    10. Buang semua hal yang membuatmu teringat tentang dia.

    Jika kamu ingin berhenti memikirkan seseorang, kamu harus menyingkirkan semua hal yang dapat mengingatkanmu kembali tentangnya. “Pikiran manusia dapat dipicu oleh hal-hal yang mengingatkan kita terhadap suatu kenangan, individu, atau perasaan di masa lalu,” jelas psikoterapis Nicholas Hardy. “Hal-hal” di sini bisa berarti apa saja, mulai dari restoran, gym, pakaian, hadiah, dan lain-lain. “Bagaimanapun, dengan sengaja memisahkan diri dari pengingat seperti itu dapat menjadi kunci utama dalam menghapus seseorang dari pikiranmu.”


    Yah, bukan berarti kamu harus menghindari makan di restoran yang biasa kamu datangi saat masih berkencan dengannya.. Tetapi mungkin akan lebih baik untuk kesehatan mentalmu jika kamu berhenti “mampir” ke gym atau kafe di waktu yang sama tiap harinya.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Nabila Nida Rafida / Image: Dok. Anastasia Shuraeva on Pexels; Thought Catalog, Brandy Kennedy, dan CRYSTALWEED cannabis on Unsplash)