Better You

Apa Itu Doomscrolling dan Ini 7 Cara Mengatasinya

  by: Nadhifa Arundati       23/7/2021
  • Memantau kehidupan di media sosial memang enggak ada habisnya, apalagi di masa pandemi, terkadang media sosial malah menjadi 'pembunuh' waktu di kala rasa bosan melanda. Padahal kamu sadar, terlalu sering melihat posting-an orang lain, membuatmu jadi overthinking, "kok kehidupan mereka jauh lebih menyenangkan, ya?" Hmm... Belum lagi melihat berita buruk setiap kali membuka smartphone. Lantas, apakah kamu sadar kalau kebiasaan ini sangat memberikan dampak buruk, khususnya bagi kesehatan mental?

    Oh no, nampaknya kamu sedang terjebak dalam doomscrolling.

    Doomscrolling? Yes, istiliah ini digunakan bagi kamu yang terus scrolling di internet, dan malah memicu informasi negatif untuk kamu konsumsi. Memang di situasi seperti ini, kita terus terdorong untuk mengetahui informasi terbaru, salah satunya terkait COVID-19. Dibanding harus mencari penyakit pikiran, ada banyak aktivitas bermanfaat lain yang bisa kamu lakukan, dan seharusnya kamu menyadarinya, girls.

    Menurut profesor Dr. Nathaniel IversCounseling Program di Wake Forest Universitydoomscrolling diambil dari kata doom yang artinya malapetaka; secara kesimpulan, doomscrolling merupakan tindakan buruk yang dilakukan oleh diri sendiri - pelaku sadar akan hal ini, tetapi rasa penasaran justru membawanya untuk terus masuk ke dalam 'lubang hitam' tersebut. 



    Apakah ada cara untuk mengatasi kebiasaan ini? Yes, dan Cosmo yakin, kamu pun sering mengalami doomscrolling. Jadi, langsung saja simak, 7 cara untuk mencegah tindakan doomscrolling!



    Jauhkan smartphone saat bangun di pagi hari

    Saat bangun di pagi hari, apa hal yang pertama kali kamu lakukan? Well, kalau jawabannya adalah mengecek smartphone, lebih baik segera ubah kebiasaan ini. Seorang Digital Wellness Coach, Liana Pavane, mengatakan bahwa melakukan usaha untuk menjauh dari perangkat teknologi di pagi hari adalah langkah terbaik untuk terhindari dari doomscrolling. Hal utama yang harus kamu lakukan: membuat secangkir kopi, dan nikmati sembari memandangi langit pagi (ah, so refreshing). Cara ini akan memebrikan banyak energi positif, baik untuk tubuh dan pikirian. 

    Jika kamu masih refleks mengambil smartphone saat baru membuka mata, selalu ingat, kalau kamu punya 'misi' penting yang harus dilakukan terlebih dahulu (dan misi ini sangat penting untuk kesehatan mental), so, just let's start with a small step


    Matikan layanan push-notifitcations 

    Berbicara soal refleks, saat ada notifikasi yang berbunyi, kamu pasti langsung mengecek, entah notifikasi direct message, atau hanya sekadar likes dan comments di media sosial. Pada akhirnya, kamu kembali lagi masuk ke lingkaran yang tak berujung, alias dunia media sosial. Hal ini menjadi alasan penting bagimu, untuk mematikan layanan push-notifications, apalagi kalau notifikasinya tidak memiliki nilai urgency. Pernyataan ini juga dipaparkan oleh Candace V. Love, Licensed Cinical Psychologist di North Shore Behavioral Medicine, Chicago, jika notifikasi tersebut memancing kamu untuk membaca berita negatif, atau hal-hal yang mengganggu pikiran, saran terbaik adalah mematikan layanan push-notifications, karena sejatinya hal tersebut-lah yang menditraksi pikiranmu, and it's not really good for you.  


    Pasangan alarm untuk pengingat jangka waktu penggunaan smartphone

    Tunggu! Meski smartphone dari awal kedengarannya selalu memberimu pengaruh buruk, namun nyatanya ada sisi positif yang bisa kamu manfaatkan demi mencegah doomscrolling. Yes, kamu bisa menggunakan aplikasi yang dapat mengingatkatmu terkait waktu penggunaan media sosial  - membatasi jika kamu sudah overused. Mengapa kamu perlu bantuan ini? Seperti yang dikatakan oleh Pavan Madan, seorang psikiatri di Community Psychiatry di Davis, California, bahwa mengecek media sosial bukan seutuhnya hal yang buruk, banyak hal yang bisa kamu dapatkan, tetapi perlu diperhatikan waktu yang sudah kamu habiskan di media sosial. Cek selama 15 menit sekali, kemudian lakukan kegiatan lain, kalau memang ingin membuka media sosial, berikan waktu senggang dalam beberapa jam. Itu-lah mengapa kamu butuh bantuan untuk pengingat, bisa berupa alarm, atau aplikasi khusus untuk mendeteksi waktu pemakaian.

    Remember girls, 15 menit saja cukup, jangan malah non-stop selama 15 jam, ya!


    HIndari kebiasaan FOMO

    Rasanya kalau ketinggalan satu berita, kamu jadi merasa resah, dan harus selalu punya kemampuan untuk bisa menguasai semua informasi, whoa, stay there Ms. FOMO! Kamu enggak bakal dicap sebagai kudet alias kurang update, kok. Tidak semua hal harus kamu kuasai, terlebih jika hal tersebut malah memberikan efek negatif bagi pikiran. Hal ini pun dibuktikan oleh seorang ahli psikologis, Susan Albers, PsyD, kalau rasa FOMO atau Fear Of Missing Out, mampu membutamu tanpa hentinya untuk scrolling, haus akan berita buruk (contohnya: teori-teori konspirasi yang tak ada hentinya), dan hal ini harus segera dihentikan. The less you know, the better, Cosmo sangat setuju dengan kalimat tersebut. Karena saat ini fokus kamu cuma satu: menjaga stabilitas mental.


    Cari kesibukan (out of your smarthphone)

    Ini dia nih cara paling mujarab untuk jauh dari doomscrolling! Coba pikirkan, kegiatan apa yang ingin kamu lakukan, namun belum tersampaikan? Apakah melukis, atau mencoba bermain gitar? Just name it, karena kamu punya banyak waktu kok untuk melakukannya (tanpa harus terpatok dengan smartphone). Kalau memang belum punya tujuan yang jelas, kamu cukup mencari kesibukan dengan cara yang simpel, seperti membersihkan kamar. Pokoknya, ada banyak kegiatan menyenangkan dan lebih banyak manfaat ketimbang stuck di layar handphone. Yuk, bisa, yuk!


    Perbanyak waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman

    Salah satu aktivitas lain yang bisa membantumu agar tidak jatuh ke lubang doomscrolling adalah bersosialiasi (bukan di media sosial, ya!). Kamu bisa menghubungi keluarga atau teman melalui voice atau video call. Ceritakan semua hal yang sudah kamu lalui hari ini, serta saling tukar pikiran tentang kegiatan menarik yang mungkin bisa kalian lakukan bersama secara virtual. Feel the love!


    Bermeditasi

    Banyak orang berpikir, memberi saran untuk bermeditasi adalah hal yang klise... Padahal nyatanya, meditas mampu membantu mengurangi rasa cemas dengan efektif, dengan berlatih mengontrol pernapasan. But still, Cosmo akan tetap memberitahumu, alasan mengapa meditasi menjadi kunci penting untuk mencegah doomscrolling. Dinyatakan oleh pakar meditasi, Paul Harrison, bahwa Ia selalu mengajarkan kepada muridnya untuk melakukan meditasi yang bernama Vipassana, dan dilakukan hanya 10 detik. Umumnya hal ini dilakukan saat kamu sudah mulai merasa cemas. Vipassana, dilakukan dengan teknik menutup mata, ambil napas dalam-dalam, lalu keluarkan. Hal ini mampu meringankan pikiran buruk yang mendadak hadir dipikiran, tepatnya setelah kamu membaca berita buruk. 

    Bukan hanya pernapasan saja yang dijaga, pikiran kamu juga jadi lebih tenang saat bermeditasi. So, tak ada salahnya untuk mencoba hal baik kan?


    (Nadhifa Arundati / Image Dok. BENCE BOROS on Unsplash)