Beauty

Kenali Perawatan Eksfoliasi Yang Tepat Sesuai Jenis Kulit

  by: Fariza Rahmadinna       28/7/2021
  • Exfoliation is a must! Perawatan ini merupakan proses pengelupasan sel-sel kulit mati yang menumpuk pada permukaan kulit. Coba bayangkan, apa jadinya jika residu negatif itu dibiarkan mengendap dalam pori-pori? Tentu saja kulti menjadi kusam, kasar, mudah berjerawat, bahkan keriput! Jadi, eksfoliasi ini wajib dilakukan untuk mendapatkan kulit yang sehat, halus, blemish free, dan glowing.


    Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan eksfoliasi, mulai dari jenis, alat, berapa kali serta kapan harus dilakukan. Untuk mengoptimalkan perawatannya, ada beberapa produk skincare yang juga sebaiknya kamu gunakan setelah melakukan eksfoliasi. Cukup membingungkan? Easy, girls.. Dalam artikel ini Cosmo akan menguraikan perawatan eksfoliasi yang tepat sesuai jenis kulit.




    Pada dasarnya, terdapat dua jenis eksfoliasi, yaitu physical exfoliation dan chemical exfoliation.



    Physical exfoliation


    Jenis eksfoliasi ini merupakan proses pengelupasan sel-sel kulit mati cara scrubbing atau menggosok permukaan kulit wajah menggunakan produk scrub atau beberapa alat khusus, seperti :

    Exfoliating brush: Alat eksfoliasi ini berbentuk seperti sikat yang bisa digunakan pada wajah untuk menghilangkan lapisan sel kulit mati.

    Exfoliation sponge: Jika kamu merasa exfoliating brush terlalu kasar untuk kulit, mungkin kamu bisa mempertimbangkan exfoliation sponge. Alat ini dapat membantu pengelupasan kulit dengan lebih lembut. Kamu dapat membasahi exfoliation sponge dengan air hangat, berikan sedikit face wash dan gosokan ke kulit wajah secara perlahan.

    Exfoliating glove: Pilihan lain untuk melakukan physical exfoliation adalah exfoliating glove. Busakan dengan face wash secukupnya, dan scrubbing wajah kamu secara lembut.

    Exfoliating scrub: Exfoliating scrub biasa datang dalam bentuk produk langsung pakai. Aplikasikan produk exfoliating scrub pada kulit wajah, gosok wajah dengan gerakan melingkar secara lembut. Kemudian bilas wajah.


    Chemical exfoliation


    Jenis eksfoliasi ini merupakan proses pengelupasan sel-sel kulit mati dengan menggunakan bahan-bahan kimia, yakni AHA dan BHA. Contoh AHA atau Alpha-Hydroxy Acid, termasuk glycolic acid, lactic acid, tartaric acid, dan citric acid. Contoh BHA atau Beta-Hydroxy Acid, termasuk salicylic acid. AHA dan BHA adalah senyawa asam yang telah terbukti efektif untuk mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk pada permukaan kulit.


    Perawatan eksfoliasi yang tepat sesuai jenis kulit


    1. Kulit Berminyak / Berjerawat


    Bagi pemilik kulit berminyak yang cenderung mudah berjerawat, melakukan eksfoliasi secara teratur dapat membantu mencegah timbulnya jerawat, komedo, dan pori-pori tersumbat. Chemical exfoliation merupakan jenis eksfoliasi yang tepat untuk tipe kulit ini, sebab melakukan proses pengelupasan dengan physical exfoliation justru dapat membuat kondisi jerawat semakin meradang.


    Gunakan produk pengelupasan kulit yang mengandung salicylic acid, karena asam salisilat adalah bahan skincare yang sangat baik untuk kulit berminyak cenderung berjerawat.


    Komponen BHA dinilai efektif untuk membersihkan pori-pori, mengontrol minyak berlebih, serta mengurangi dan mengatasi komedo—yang artinya dapat mencegah munculnya jerawat pada wajah. Selain itu, BHA tidak membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari setelah pemakaian. Meskipun begitu, kamu tetap wajib pakai sunscreen, ya!


    Note: Perhatikan dosis penggunaan BHA. Pastikan kamu mengikuti anjuran pemakaian supaya tidak menimbulkan kemerahan dan iritasi karena kulit mengalami over-exfoliating.


    2. Kulit Normal / Kombinasi


    Mungkin kamu merasa serba salah ketika harus melakukan eksfoliasi pada kulit kombinasi. Alasannya, karena kulit kamu bisa berubah-ubah, alias bisa sangat kering atau berminyak di area tertentu. Tak perlu bingung, tipe kulit ini cenderung bisa menggunakan kedua jenis eksfoliasi, yaitu physical exfoliation dan chemical exfoliation. Akan tetapi, jangan pernah menggunakan keduanya pada hari yang sama karena dapat mengiritasi kulit.


    Tipe kulit ini bisa menoleransi berbagai jenis facial acid, termasuk glycolic acid dan salicylic acid, atau dapat menggunakan produk scrubbing untuk membersihkan dan mengelupas kulit wajah secara mendalam.


    Pada area t-zone (dahi, hidung, dan dagu) yang lebih berminyak dibandingkan dengan area wajah lainnya, kamu dapat menggunakan produk dengan kandungan yang lebih kuat untuk mengeksfoliasi area kulit wajah tersebut. Setelah proses pengelupasan kulit, aplikasikan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit.


    3. Kulit Kering


    Kulit kering cenderung harus rutin melakukan eksfoliasi agar tidak ada penumpukan sel-sel kulit mati dan kotoran yang dapat menghambat proses penyerapan produk skincare yang kamu gunakan. Selain itu, rutin melakukan eksfoliasi bagi kulit kering juga dapat mencegah kulit semakin bertambah kering dan semakin kusam.


    Hindari physical exfoliation pada kulit kering, karena dapat menyebabkan kulit semakin kering dan menyebabkan microtears. Penggunaan produk pengelupasan kulit yang mengandung AHA lebih dianjurkan.


    Glycolic acid atau lactic acid dapat membantu menyingkirkan sel-sel kulit mati pada permukaan kulit dan mendorong pergantian kulit yang sehat. Gunakan pelembap dan sunscreen setelahnya agar kelembapan kulit tetap terjaga dan mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari.


    4. Kulit Sensitif


    Siapa bilang pemilik kulit sensitif tidak memerlukan pengelupasan sel kulit mati? Orang yang memiliki kulit sensitif sekalipun tetap sangat perlu melakukan eksfoliasi secara rutin. Namun dalam prosesnya perlu dilakukan dengan benar agar tidak menyebabkan iritasi atau menimbulkan efek negatif lainnya.


    Karena kulit sensitif cenderung mudah merah, iritasi, dan kering, maka carilah produk pengelupasan kulit yang mengandung lactic acid di dalamnya. Berdasarkan International Journal of Dermatology, lactic acid tidak hanya dapat membantu proses pengelupasan sel-sel kulit mati dengan lembut, tetapi juga dapat memberikan hidrasi yang sangat dibutuhkan kulit pada saat yang bersamaan.


    Sama halnya dengan kulit kering, hindari physical exfoliation pada kulit sensitif karena jenis eksfoliasi ini dinilai terlalu kering untuk kulit kamu, yang berpotensi menyebabkan kemerahan dan iritasi kulit.




    Tips penting

    • Hindari menggosok wajah terlalu keras saat menggunakan alat atau produk scrub wajah.

    • Secara umum, cukup lakukan pengelupasan sel-sel kulit mati satu atau dua kali dalam seminggu. Ini dinilai sudah cukup efektif untuk menghilangkan sel kulit mati pada permukaan kulit wajah.

    • Hindari eksfoliasi berlebihan karena dapat menyebabkan kemerahan dan iritasi kulit.



    (Fariza Rahmadinna/VA/Image:Doc. Polina Kovaleva on Pexels)