Better You

Waspada! COVID-19 Ternyata Ikut Sebabkan Gangguan Pencernaan!

  by: Giovani Untari       27/7/2021
  • Seiring berjalannya waktu, kita semakin mengenal dan mempelajari lebih dalam soal musuh bersama kita saat ini, Coronavirus

    Dengan mengetahui seluk beluk dari COVID-19 membuat kita bisa lebih berusaha dalam menghindari virus mematikan ini. Dan tahukah kamu, menurut para pakar masalah pencernaan menjadi salah satu masalah yang kerap dialami oleh para pasien yang baru saja sembuh dari COVID-19.




    "Masalah pencernaan saat ini sering dialami oleh para pasien COVID-19 yang baru saja sembuh. Masalah yang umumnya dikeluhkan adalah perut kembung, gas di perut yang berlebihan, asam lambung yang naik, acid reflux, konstipasi, dan sindrom iritasi usus besar (IBS). Jumlah pasien yang mengalami keluhan ini terus meningkat dan mengkhawatirkan," ujar Dr Rakesh Patel, seorang konsultan gastroenterologi di Fortis Hospital Kalyan serta Rasika Parab, ahli gizi klinis di Fortis Hospital Mulund.




    COVID-19 sendiri memang bisa menyerang banyak aspek. Jadi kita semua harus terus waspada terhadap apapun gejalanya. Jangan sampai mengabaikan gejala yang dirasakan apalagi yang bersifat vital! Terapkanlah pola hidup sehat dan berkonsultasilah pada dokter apabila kamu merasakan beberapa gejala COVID-19.


    Kita juga tahu bahwa sistem pencernaan melibatkan saluran pencernaan yang terintegrasi dengan hati, pankreas, dan kantung empedu.

    Dr Patel menambahkan, "Selama terserang COVID-19, pasien harus berhati-hati sebab virus ini bisa mengganggu saluran pencernaan dan membuat tubuh pasien tidak bisa melakukan fungsi menyerap elektrolit dan cairan dari tubuh. Pasien bahkan bisa ikut mengalami pendarahan di saluran pencernaan dan pembekuan darah di pembuluh darah yang mengarah ke Ischemia (berkurang / terhambatnya aliran darah), serta kondisi gangrene (di mana sebagian jaringan tubuh mati karena aliran darah menuju jaringan tersebut terhenti).Penyakit ini juga bisa merusak jaringan usus dan mengurangi gerakan usus. Tentu saja masalah ini akan menjadi serius apabila tidak ditangani dengan tepat."


    Ini sejumlah saran untuk menghadapi Coronavirus:


    SEGERA BERKONSULTASI KEPADA DOKTER JIKA KAMU MERASAKAN BEBERAPA GEJALA COVID-19

    Apabila kamu merasakan beberapa gejala di bawah ini, sangat penting untuk terus memantau keadaanmu dan berkonsultasilah kepada dokter. Pemantauan dilakukan agar kamu mendapat pengobatan dan perawatan yang tepat.

    • Gejala yang patut diwaspadai:
    • Acid reflux
    • Kehilangan nafsu makan atau justru mengalami peningkatan nafsu makan
    • Perut kembung
    • Sakit perut bagian atas
    • Sulit buang air besar
    • Diare
    • Muntah 
    • Pendarahan saluran pencernaan
    • Radang usus



    BAGAIMANA COVID-19 MEMENGARUHI SALURAN PENCERNAAN?

    Saat ini sejumlah peneliti dan penyedia layanan kesehatan masih berusaha mengumpulkan data terlengkap atas penyebab masalah ini. Beberapa bukti menunjukkan bahwa Coronavirus berdampak pada sistem pencernaan. 

    Sebagian besar penelitian menunjukkan virus SARS-CoV-2 memasuki sel usus, atau enterosit, juga sel pernapasan menggunakan protein Angiotensin-Converting Enzyme 2 (ACE-2) sebagai reseptor.

    Reseptor ACE-2 lalu berada di dalam membran sel. Mereka pun berusaha mengatur tekanan darah dengan mengontrol kadar protein angiotensin dalam tubuh, serta mendorong pembuluh darah menyempit dan meningkatkan tekanan darah. Virus lalu bergerak memasuki sel usus.



    Saat berada di dalam sel, virus akan menggunakan kemampuannya untuk menghasilkan salinan protein virus dan asam ribonukleat (RNA). Saat SARS-CoV-2 meninggalkan sel yang sudah terinfeksi, maka ini akan memicu pelepasan sitokin yaitu protein yang jika dihasilkan secara berlebih dapat menimbulkan peradangan. Proses inilah yang memicu terjadinya masalah saluran pencernaan.

    Masalah saluran pencernaan juga dapat terjadi karena virus menghancurkan atau merusak jaringan saluran pencernaan, sehingga menyebabkan nyeri, mual, dan dan diare. Sejumlah riset menunjukkan bahwa COVID-19 juga ikut mengubah mikrobiota di usus, yaitu kumpulan mikroba yang berada di dalam usus atau lambung. Sekali menginfeksi saluran pencernaan, virus dapat ikut masuk dan bergerak mengikuti pembuluh darah vena portal, pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah ke saluran pencernaan. Hal ini dapat memungkinkan virus menginfeksi saraf fagus dan menyebabkan rasa mual.





    LAKUKAN HAL INI

    • Hindari minum obat yang bersifat nutraceutical dan immune booster.
    • Perhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.
    • Hindari fast food dan makan dalam jumlah terlalu banyak.
    • Tetaplah aktif dan lakukan olahraga secara rutin.



    FAKTOR MAKANAN YANG PERLU DIPERHATIKAN

    1. Tambahkan prebiotik dan probiotik pada menu makanan harianmu. Probiotik adalah bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan usus dan mampu meningkatkan sistem imun dan penyerapan nutrisi. Konsumsilah yogurt yang dikenal memiliki kandungan probiotik.

    Sedangkan prebiotik adalah karbohidrat kompleks yang tidak dicerna oleh tubuh kita dan juga bermanfaat mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus. Zat ini juga membantu mencerna nutrisi dari apa yang kita makan. Prebiotik bisa kamu dapatkan dari buah, sayur, dan whole grain seperti oat, dll. 




    2. Minum setidaknya 2-3 liter air putih setiap hari demi membantu penyerapan nutrisi dan kesehatan usus. Makanan yang mengandung Omega 3 juga bisa membantu meningkatkan sistem imun dan bersifat sebagai anti peradangan, sesuatu yang sangat membantu proses penyembuhan pasien COVID-19.

    Flax seeds, almond, walnuts, chia seeds, serta seafood adalah sumber Omega 3 yang baik. Kacang-kacangan juga mengandung Zinc dan Selenium yang baik dikonsumsi saat proses penyembuhan COVID-19. Protein juga komponen yang tak kalah penting karena membantu mempercepat proses recovery. Jadi konsumsilah susu, produk yang mengandung susu, kacang kedelai, daging ayam, ikan, dan telur karena mengandung protein yang baik untuk tubuh.



    3. Terlepas dari adanya penyakit bawaan seperti diabetes atau darah tinggi, kita juga wajib waspada terhadap penggunaan gula dan garam pada menu makanan harian. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi garam dan gula berlebihan dapat menganggu sistem imun serta meningkatkan risiko terjadinya infeksi.






    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan India / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok. Kroshka Nastya from Freepik, Kinga Cichewicz from Unsplash, Manki Kim from Unsplash, Nick Fewings from Unsplash, Andrea Piacquadio from Pexels, Rene Lehmkuhl from Unsplash, Yuris Alhumaydy from Unsplash)