Beauty

Ciri-Ciri Jerawat Hormonal dan Cara Mengatasinya

  by: Kissy Aprilia       28/7/2021
  • Bagi sebagian besar orang, masalah jerawat datang di masa puber. Beberapa di antaranya memerlukan bantuan dermatologis, namun ada pula yang mencari solusi dengan produk skincare dan berharap masalah hidup ini akan berhenti saat dewasa.

    And here we are, STILL, with an adult-onset acne. Ternyata jerawat masih saja muncul dan menjadi semakin parah di periode menstruasi. Apakah ini yang disebut jerawat hormonal? Berikut penjelasannya.




    Apa Itu Jerawat Hormonal?

    Ini adalah masalah jerawat pada perempuan yang disebabkan oleh hormonal yang kuat. Jenis jerawat ini biasanya muncul ketika dewasa (di usia 20-an, 30-an atau bahkan 40-an), dan bisa memengaruhi mereka yang memiliki masalah jerawat kistik di masa remaja ataupun tidak memiliki masalah jerawat sama sekali.

    Mayoritas jenis jerawat hormonal adalah kistik dan sifatnya meradang. Masalah ini juga ditandai dengan munculnya papula merah yang terasa sakit, pustula, dan kista di sisi wajah bagian bawah. Biasanya, jerawat hormonal menimbulkan bekas luka, apalagi jika kamu sering memecahkannya. Pada kasus yang paling ringan, jerawat hormonal muncul menjelang menstruasi, tapi bisa juga terjadi sepanjang bulan—berbeda-beda pada setiap orang.



    Dimana Letak Jerawat Hormonal?

    Pada umumnya, face mapping jerawat tidak terbukti signifikan. Akan tetapi, jerawat hormonal perempuan dewasa itu paling sering muncul di sisi wajah atau tubuh bagian bawah, seperti:

    • Pipi bagian bawah
    • Garis rahang
    • Dagu
    • Punggung
    • Dada
    • Pundak
    • dan bisa muncul di antara alis mata.


    Ciri Jerawat Hormonal

    Ada dua kasus umum jerawat hormonal:

    • Seseorang yang sama sekali tidak memiliki jenis kulit berjerawat, dan secara tiba-tiba mengalami jerawat kistik serta peradangan papula di sisi wajah bagian bawah ketika dewasa
    • Seseorang yang sudah sembuh dari masalah jerawatnya saat remaja. Kemudian mulai kembali mengalami peradangan jerawat di sisi wajah bagian bawah ketika dewasa.


    Of course, masih banyak kasus jerawat hormonal yang lainnya, tapi sebagian besar orang yang mengalami hal ini. Jerawat hormonal pada umumnya muncul pada fase kehidupan yang ‘tidak terduga’, terutama jika muncul bersamaan dengan tanda-tanda berikut ini:


    1. Jerawat muncul bersiklus



    Jerawat hormonal yang ringan hanya terjadi pada siklus menstruasi yang teratur. Sebagian besar perempuan mengalaminya beberapa hari menjelang mensturasi dan ada pula jerawat hormonal yang muncul 2 minggu sebelum ovulasi. Untuk kasus tertentu, masalah jerawat ini bahkan bisa terjadi di sepanjang bulan, namun memburuk di sekitar periode menstruasi.


    2. Jerawat terasa sakit

    Pada umumnya, jerawat hormonal disertai dengan kista di bawah lapisan kulit yang cukup dalam, memerah, dan disertai papula atau pustula yang terasa sakit. Jenis jerawat ini juga bisa terjadi dengan komedo, tapi biasanya bukan menjadi masalah utama.


    3. Punggung ikut berjerawat

    Faktanya, jerawat hormonal juga memengaruhi bagian tubuh, dan yang paling umum terjadi di bagian punggung. Jika kamu mengalaminya, kamu mungkin akan menemukan papula atau kista yang meradang pada area folkulitis atau pori-pori.


    Bagaimana Mengatasi Jerawat Hormonal?

    Gunakan antibiotik topikal seperti dapsone, minocycline, dan clindamycin, yang terbukti efektif mengurangi peradangan akibat bakteri. Selain itu, kamu dapat mencoba benzoyl peroxide yang terkenal sebagai acne-fighting. Akan tetapi, bahan yang satu ini berisiko menimbulkan iritasi jika digunakan secara berlebihan. Saran Cosmo, pilih produk skincare yang memilih formula benzoyl peroxide dan hindari penggunaan setiap hari.


    (Kissy Aprilia, images: Matt Maloney/ Unsplash.com)