Better You

Segala Hal Tentang Long Covid & Gejalanya!

  by: Giovani Untari       31/7/2021
  • Selama hampir satu setengah tahun lebih menghadapi pandemi COVID-19, kita semua jadi belajar banyak hal terkait virus satu ini. Dan satu yang kita ketahui, gejala COVID-19 terus bertambah dan berubah-ubah setiap waktunya. 

    Kita mengenal beberapa gejala utama dari COVID-19 yang patut diwaspadai seperti: batuk terus menerus, demam tinggi, serta kehilangan indra perasa dan penciuman. Tetapi COVID-19 varian terbaru juga dikabarkan membuat penderitanya merasakan hidung yang mengeluarkan ingus dan sakit tenggorokan.




    Seiring berjalannya waktu, kita juga belajar dampak selanjutnya yang dirasakan dari virus ini, salah satunya Long Covid. Ini merupakan suatu kondisi di mana seseorang tetap merasakan gejala dari COVID-19 (seperti kelelahan, sesak napas secara terus menerus, dan kehilangan indra penciuman serta perasa) selama empat minggu atau lebih menurut website NHS.





    Saat ini, sebuah studi menemukan lebih dari 3.700 orang dari 56 negara merasakan lebih dari 200 gejala yang dikaitkan dengan Long Covid. Beberapa gejalanya bahkan terbilang tak biasa. Para peneliti menemukan sejumlah pasien long covid dari seluruh dunia mengalami brain fog, tinnitus, tremor, bahkan berhalusinasi.

    Berdasarkan studi yang dipimpin oleh Athena Akrami, seorang ahli saraf dari University College London, menyimpulkan bahwa gejala Long Covid juga bisa menyerang 10 sistem organ tubuh dan sepertiga dari gejala tersebut bisa dirasakan oleh pasien COVID-19 selama enam bulan.

    Setelah mem-publish hasil penelitian mereka, para peneliti juga ikut berharap ke depannya akan lebih banyak fasilitas dan layanan kesehatan yang semakin memerhatikan kondisi pasien Long Covid. Sebab gejala yang dirasakan oleh mereka begitu beragam (bahkan tercatat hingga 203 gejala!).





    Akrami mengatakan, "Banyak klinik paska COVID-19 di Inggris yang lebih berfokus pada penanganan pernapasan. Memang benar, ada begitu banyak pasien Long Covid yang merasakan sesak napas, tetapi beberapa dari mereka juga mengalami gejala lainnya yang membutuhkan penanganan secara holistik.

    Seperti yang dilansir dari The Guardian, Akrami juga menambahkan, "Ada puluhan ribu pasien Long Covid yang menderita dalam diam, itu karena mereka tidak yakin apakah gejala yang mereka rasakan berhubungan dengan COVID-19 atau bukan."

    "Membangun jaringan dan klinik Long Covid, lalu mendapat rujukan dari dokter, kami percaya bahwa program nasional dapat diluncurkan ke komunitas untuk mengamati, mendiagnosa, serta menangani para pasien yang diduga mengalami Long Covid."


    Situs NHS memberikan sejumlah list gejala Long Covid yang patut kamu waspadai:

    • Kelelahan ekstrem
    • Sesak napas
    • Nyeri dada atau rasa tertekan di dada 
    • Masalah pada ingatan dan konsterasi ("brain fog")
    • Kesulitan tidur (insomnia)
    • Jantung berdebar
    • Pusing
    • Kesemutan
    • Nyeri sendi
    • Depresi dan anxiety
    • Tinnitus dan sakit telinga
    • Merasa sakit, diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan
    • Suhu tubuh yang tinggi, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, perubahan pada indra perasa atau penciuman
    • Ruam


    Efek lainnya yang juga dirasakan oleh pasien Long Covid dari penelitian tersebut adalah berhalusinasi, tremor, kulit gatal, perubahan pada siklus menstruasi, disfungsi seksual, masalah pada kandung kemih, cacar ular, ingatan yang memburuk, penglihatan kabur, diare, dan tinnitus.




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Heather Morse on Unsplash, engin akyurt on Unsplash, Kelly Sikkema on Unsplash)