Love & Sex

Sampai Di Sini, Ya, Sayang!

  by: Redaksi       2/8/2011
  • Beberapa minggu ini, hubungan Anda dan pasangan sudah tampak mulai renggang? Dimulai dari si dia tiba-tiba membatalkan kencan sampai kerap kali bertengkar sepulangnya dari kantor. Hmm.. kalau sudah seperti ini, sering terlintas untuk meninggalkan si dia kan? Untuk itu, Anda perlu strategi yang tepat untuk menyudahi hubungan tanpa harus menjadi “gila”!

    1. Jangan Tunda Agenda

    Berpisah memang sulit, tapi menundanya juga tidak akan membuat hal ini menjadi jauh lebih mudah. Anda kerap bilang, “Ini bukan saat yang tepat untuk putus. Nanti saja deh putusnya, tunggu the right time.” Reality Check: Tak akan ada namanya “the right time” untuk putus!



    2. “Colong Start”

    Di saat Anda memutuskan untuk putus, ambil jarak perlahan-lahan. Biasakan untuk tidak menelepon si dia sebelum tidur, membangunkannya tiap pagi, pulang kantor bersama, atau aktivitas reguler lain yang selama ini Anda lakukan. Jadi saat ia sudah tak lagi around, Anda sudah terbiasa.


    3. Bangun Support System

    Berhubung Anda tengah menjauhkan diri dari pasangan, mendekatlah pada keluarga dan sahabat. Habiskan waktu bersama mereka sebanyak mungkin, karena hal ini akan mengingatkan Anda kalau tanpa si dia, Anda masih punya cinta dari orang lain.

    4. Note The Family



    Anda sudah terlampau dekat dengan keluarga si dia? Tak perlu melarutkan diri dalam rasa bersalah, tapi sisihkan waktu untuk menemui mereka, tanpa pasangan. Psikolog setuju kalau memberitahu keluarganya terlebih dahulu akan membantu proses perpisahan nantinya, dan menghindari reaksi berlebihan. Setelah putus, Anda tentu tak mau terus-menerus diteror oleh ibunya kan?

    5. Saatnya Beri Tahu Si Dia

    Temui si dia di tempat ramai (meminimalisasi emosi berlebih), dan jangan minta di jemput. Anda datang sendiri, pulang sendiri. Sebelum bikin janji, katakan padanya kalau Anda ingin bertemu untuk membicarakan sesuatu. Kalimat inilah yang nantinya akan menjadi clue Anda. Tanpa perlu basa-basi, sampaikan alasan kenapa Anda harus putus, tapi lebih tekankan kenapa Anda bukan orang yang baik untuknya. Semisal “Sifat aku yang clingy akan menghambat karier kamu, bikin kamu tidak fokus di kantor.” Ia pasti akan lebih mudah untuk menerima.

    6. Jangan Menangis Di Depannya

    Setelah percakapan selesai, segera tinggalkan meja (meskipun makanan dan minuman belum habis). Ketika sudah sampai mobil, Anda bisa menangis sekencang-kencangnya. Dan kalau sudah sampai rumah, tak perlu BBM atau telepon untuk bilang, “Sekali lagi, aku minta maaf ya.” Please, ini tak perlu. Ia pasti akan baik-baik saja, begitu juga dengan Anda. (Lidya/PS/FT)