Better You

4 Cara Menghadapi Office Bullying

  by: RedaksiCosmopolitan       11/8/2011
  • Boleh jadi selalu ada kolega kerja yang termasuk dalam kategori "bitch" di setiap kantor. Seseorang yang mengirimkan e-mail dengan pesan kurang enak atau bahkan mengancam, menyerahkan begitu saja tugas-tugas yang belum selesai kepada Anda, atau selalu berusaha menjatuhkan reputasi Anda ketika ada kesempatan. Menurut studi Workplace Bullying Institute (WBI) di Amerika Serikat, ternyata 80% wanita menjadi korban penindasan di kantor. Namun di pihak lain, ternyata 58% pelaku bullying adalah wanita. Yang jelas, office bullying merupakan hal buruk dan dapat menganggu konsentrasi dan fokus kerja, bahkan menurut studi yang dipublikasikan Journal of Sleep, office bullying berpengaruh sangat besar menganggu waktu tidur Anda. Well, untuk itu Cosmo akan memberikan Anda cara menghadapi orang-orang dan situasi seperti itu.

    Jangan pedulikan

    Pelaku bullying biasanya adalah orang yang akan terus mencari celah untuk menjatuhkan Anda dengan berbagai cara. Semakin Anda mencoba terlalu keras untuk melawan, semakin mereka mencoba untuk mencari cara agar Anda dipermalukan. Tetaplah tenang dan percaya diri ketika menghadapi rekan kerja yang kerap melakukan bullying, jangan berikan reaksi yang mereka inginkan. Ketika mereka sadar bahwa usaha mereka sia-sia, mereka akan mundur dengan sendirinya.



    Berani katakan “tidak”

    Selama tugas tambahan yang diberikan mereka masih bisa Anda toleransi dan tidak mengganggu pekerjaan utama, maka tidak ada salahnya Anda mengerjakannya. Sebab itu bisa dijadikan sebagai medium bermanfaat untuk menambah pengalaman kerja Anda sendiri. Namun, jika limpahan pekerjaan sudah keterlaluan dan menganggu tugas utama Anda, maka jawab dengan tegas bahwa Anda tidak bisa, karena Anda juga memiliki tanggung jawab yang harus diselesaikan.


    Jalin relasi baik dengan teman kantor



    Ajak kolega Anda untuk sesekali bersantai di coffee shop, misalnya, dapat menjadi awal hubungan yang baik, menjadi teman daripada sekadar rekan kerja seperlunya saja. Dengan memiliki banyak teman di dalam kantor, maka Anda berkemungkinan kecil mendapatkan bullying. Kalaupun iya Anda terkena bullying, Anda akan lebih mudah mendapatkan bantuan dari rekan kerja yang mendukung Anda. Semakin banyak yang suportif terhadap Anda akan semakin baik. Sehingga Anda tidak sendiri dalam menghadapi masalah yang muncul.

    Tegas jika sudah keterlaluan

    Jika pelaku bullying sudah bertindak di luar batas, jangan ragu untuk melakukan konfrontasi secara langsung dengannya. Sebisa mungkin bicarakan secara baik-baik di luar kantor. Hal ini penting agar suasana tidak menjadi semakin buruk, karena dia bisa saja kembali mempermalukan Anda di depan umum. Miliki kepribadian yang kuat, salah satunya bisa dengan tunjukkan kata-kata tegas bahwa Anda ingin mengakhiri masalah yang terjadi. (Calvin Hidayat/DI/Image: dok. Google)