Better You

A to Z Women's Menstrual

  by: Redaksi       24/8/2011
  • Pertanyaan seputar menstruasi tak pernah berhenti mampir di meja Cosmo. Namanya juga wanita, Anda pasti tak pernah luput dari rasa penasaran yang kerap menganggu pikiran hingga kenyamanan. Untuk menjawab semua keraguan Anda, simak Q & A session Cosmo berikut bersama ginekolog dr. Dewi Anggraeni, SpOG.

    Q: Apakah normal ketika seorang wanita memiliki masa menstruasi tidak sebulan sekali seperti kebanyakan orang, semisal tiga bulan sekali atau lebih?

    A: Jika berbicara mengenai siklus menstruasi normal, maka Anda perlu perhatikan waktu normal siklus menstruasi (biasanya antara 25-35 hari), lamanya menstruasi (kurang lebih 2-7 hari), dan volume darah menstruasi yang keluar (tidak lebih dari 80 cc/24 jam). Normal siklus, lama, dan banyaknya volume menstruasi setiap orang memang tak pernah sama. Tapi jika menstruasi berlangsung terus lebih dari 35 hari, bisa dipastikan ada yang tidak beres karena siklusnya tidak berovulasi. Coba cek ke dokter atau ginekolog Anda untuk keterangan lebih lanjut.



    Q: Apakah normal ketika seorang wanita hanya memiliki masa menstruasi selama 3 hari dan darah yang dikeluarkan tidak terlalu banyak?

    A: Merujuk dari jawaban di atas, hal tersebut adalah normal.

    Q: Mengapa pada beberapa wanita ada yang mengeluarkan darah menstruasi terlalu banyak atau ada pula yang terlalu sedikit?

    A: Secara normal (fisiologis), tak ada jawaban pasti yang menyebabkan darah menstruasi pada seseorang jadi lebih banyak atau lebih sedikit dibandingkan individu yang lain. Kecuali hal itu disebabkan oleh hal-hal tertentu, seperti pemakaian AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), penyakit metabolic, ataupun kelainan organ reproduksi, misalnya adanya tumor, polip, miom, atau penebalan dinding dalam rahim.

    Q: Apakah masa menstruasi bisa diatur?

    A: Tentu bisa! Masa menstruasi bisa diatur dengan pemakaian obat hormonal.

    Q: Apakah obat hormonal tersebut aman digunakan?



    A: Wanita diperbolehkan untuk mengonsumsi obat atau pil hormonal jika khawatir dirinya akan mengalami menstruasi, misalnya tak ingin jadwal traveling-nya terganggu atau saat melakukan perjalanan ibadah. Perlu diingat, hal tersebut bisa saja Anda lakukan namun tetap dalam pengawasan dokter. Dengan kata lain, Anda perlu mengunjungi dokter ginekolog terlebih dahulu dan melakukan serangkaian tes kesehatan sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat hormonal ini.

    Q: Kenapa ketika menstruasi, daerah di bawah perut terasa sakit sekali?

    A: Pada saat menstruasi pembuluh darah di dalam dinding rahim akan mengalami kekurangan oksigen (iskemik). Hal ini menyebabkan pelepasan dinding dalam rahim (darah menstruasi) yang disertai rasa nyeri. Selain itu pembuluh darah juga akan mengeluarkan senyawa-senyawa kimia, antara lain prostaglandin dan sitokin yang akan menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada saat “datang bulan”.

    Q: Apa cara paling baik yang bisa diakukan untuk mengatasi atau mengurangi rasa sakit tersebut?

    A: Untuk mengurangi rasa sakit tersebut Anda bisa lakukan dengan meminum obat yang akan memotong siklus pengeluaran prostaglandin yaitu NSAID (Non Steroid Analgesic Inflammatory Drugs). Contohnya: parasetamol, asam mefenamat, atau ibuprofen.

    Q: Apakah produk penghilang rasa sakit ketika menstruasi sebenarnya aman untuk dikonsumsi?

    A: Obat penghilang rasa sakit biasanya mengandung asam mefenamat sehingga dapat menghambat siklus pengeluaran prostaglandin untuk mengurangi rasa nyeri pada saat mentsruasi. Bagi Anda yang menderita penyakit gastritis atau nyeri lambung patut waspada karena obat penghilang rasa sakit tersebut sifatnya mengiritasi lambung. (Vidi Prima/II/Image: dok. Google)