Fashion

Memories in Vision

  by: Redaksi       16/8/2012
  • Nostalgia awal pertama kali Bally meluncurkan koleksi ready-to-wear-nya di tahun 70an, kembali diangkat melalui koleksi Fall-Winter 2012. Kala itu, seorang anak perempuan dan ayahnya yang adalah diplomat, menyempatkan diri untuk melihat beberapa koleksi Bally. Cerita tadi, menjadi kenangan yang terkandung dalam lembaran busana yang begitu kental akan citra kemapanan anak seorang diploma. Dimana anak perempuan tadi, tidak sengaja terjebak dalam lemari pakaian ayahnya. Kesederhaan setiap helai busananya tetap memancarkan sisi elegan dan luks. Material leather yang prima serta warna-warna dingin seperti, storm grey, pewter, pine, red, dan hitam, cukup mendominasi koleksi label asal Milan ini, hanya saja pengaplikasiannya diwujudkan kedalam sederet busana berpotongan tegas namun kuat akan identitas seorang wanita feminine. Lihat saja jersey dress yang sangat polished, berkat sentuhan leather pada kerah, very modern, right? Lalu, beberapa pilihan coat dan blazer yang begitu hangat berkat tambahan fur, serta hiasan pocket yang terlihat retro, menjadikan koleksi outerwear tersebut patut untuk dimiliki. Bentuk arsitektural pada beberapa koleksi skirt-nya, menjadi twist yang segar untuk busana musim dingin milik Bally kali ini. Lini aksesori terdiri dari sederet clutch box berwarna hitam, yang terlihat jauh dari kesan serius dan membosankan berkat tambahan chain sebagai strap. High knee boots menjadi kesimpulan yang sempurna untuk rangkain cerita wanita Bally ditahun 70an. This is made for all the women who lived in sophisticated lifestyle.. (Kiky Oetario/AS/Image:doc.Cosmopolitan)