Better You

Work Your Body in Job Interview

  by: Redaksi       31/8/2012
  • Wawancara kerja merupakan salah satu momen paling krusial bagi perusahaan untuk menilai kepribadian Anda, karena menurut hasil penelitian Profesor Mehrabian, ahli psikologi dari Universitas UCLA, Amerika, bahasa tubuh ketika proses wawancara bisa menentukan penilaian terhadap diri Anda ketimbang kata-kata yang terucap. Tentunya, Anda ingin proses wawancara berjalan lancar dan perusahaan dapat menilai Anda dengan baik. Cosmo punya tip mengenai panduan bahasa tubuh ketika melakukan wawancara kerja.

    Posisi tangan
    Meskipun sedang gugup, namun selalu pastikan posisi tangan Anda dalam keadaan santai dan terbuka pada posisi yang membuat Anda cukup nyaman. Ini membantu Anda relaks dan terlihat penuh persiapan. Hindari menggerakkan tangan terlalu banyak atau melakukan gerakan tidak penting seperti mengetuk-ketukkan tangan ke atas meja atau menyentuh wajah Anda dengan tangan, karena Anda akan terlihat gugup atau tidak jujur.

    Senyum dan kontak mata
    Melangkahlah ke dalam ruangan dengan senyum tulus dan sopan guna memberikan kesan profesionalitas kepada pewawancara Anda. Penting untuk membuat kesan pertama, karena menurut penelitian, 30 detik hingga empat menit pertama merupakan waktu kritis yang sangat menentukan. Jangan lupa untuk memfokuskan perhatian Anda pada pewawancara dengan memberikan kontak mata secukupnya. Ahli gerak tubuh Janine Driver mengatakan, 60 persen kontak mata sudah cukup membuat Anda terlihat antusias.



    Posisi duduk dan posisi kaki
    Duduklah dengan posisi yang membuat Anda nyaman. Jangan terlalu tegak, namun juga jangan terlalu bersandar. Posisikan kedua kaki menyentuh lantai untuk menggambarkan rasa percaya diri Anda. Condongkan tubuh sedikit ke arah pewawancara untuk menandakan Anda fokus dan antusias.



    Jabat tangan dan berterima kasih
    Sebelum memulai dan saat mengakhiri wawancara, jabatlah tangan si pewawancara dengan erat dan yakin sembari mengucapkan terima kasih. Pastinya, kepercayaan diri Anda mampu membuat pewawancara terkesan! (Amanda Utari/IR/Image: Digital Vision/Thinkstock)