Better You

Rawat  Kulit Sensitifnya

  by: Hagi       1/8/2013
  • Pastikan kulit bayi yang masih sensitif ini terjaga kebersihannya dan tetap kering. Sering mengganti popok, baik itu popok kain biasa maupun popok sekali pakai, merupakan cara terbaik mencegah timbul ruam. Bersihkan dengan lembut dan tanpa sabun setiap bayi Anda buang air kecil atau besar. Hindari penggunaan bedak, alkohol, atau parfum.

    Jika bayi Anda sudah terkena ruam, langkah pertama adalah tidak boleh panik. Anda juga bisa bernapas lega, karena ruam popok bisa diatasi dengan home treatment seperti ini:

    1. Ganti popok sesering mungkin, gunakan air bersih untuk membersihkan kelamin dan jika memungkinkan, gunakan air mengalir sehingga kelamin bayi bisa dibersihkan dengan lembut tanpa perlu digosok dan terkena gesekan kapas (atau alat bantu lainnya).
    2. Pastikan Anda mengeringkan area kelamin bayi dengan baik, jika perlu angin-anginkan sejenak sebelum Anda memasang popok kain atau popok sekali pakai.
    3. Gunakan krim pelindung ruam yang biasanya mengandung zinx-ixide atau petrolatum tipis-tipis pada area yang terlihat sensitif.
    4. Hindari makanan penyebab alergi. Jika Anda belum mengetahui alergi Si Kecil, catat makanannya dan lakukan 4 days rule test dari WHO.
    5. Jika ruam terjadi karena jamur, salep anti jamur bisa digunakan, tapi tanyakan terlebih dahulu ke dokter anak Anda. Penggunaan salep yang mengandung steroid harus dengan resep dokter, karena salep atau krim ini sangat jarang diperlukan oleh kulit bayi yang masih sensitif dan bisa berbahaya.

    Seperti kata pepatah lama, mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi, jika Anda bisa menghindari bayi Anda terkena ruam, kenapa tidak? Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan seperti jenis popok yang dipakai. Popok sekali pakai saat ini menyediakan berbagai varian yang menawarkan kulit bayi tetap kering walau dipakai semalaman. Ada baiknya Anda tetap mengganti setiap 3-4 jam sekali untuk mencegah urine dan feses yang sudah ditampung oleh popok terkena kulit terlalu lama.

    Basuh kelamin bayi dengan air setiap Anda mengganti popok agar semua kotoran bisa hilang tanpa kecuali. Bila Anda hanya menggunakan tisu atau kapas basah, kemungkinan kotoran masih menempel akan lebih besar. Pastikan juga kulit bayi sudah dikeringkan dengan baik setelah Anda membersihkan dan sebelum Anda memakaikan popok.

    Nah, jika memakaikan popok sekali pakai ini, hindari kontak tape addhesive dengan kulit bayi Anda. Gesekan perekat pada popok dengan kulit Si Kecil bisa jadi awal mula ruam pada kulit yang masih sensitif ini. Terakhir, selain kebersihan area genital anak, Anda juga harus membersihkan tangan sebelum mengganti dan memakaikan popok lagi kepada bayi Anda.

    Sekarang Anda tidak perlu khawatir lagi jika Si Kecil terkena ruam. Hal menyenangkan lainnya yang patut Anda ketahui adalah biasanya bayi akan berhenti ‘dikunjungi’ ruam jika mereka sudah lulus potty training dan sudah tidak memakai disposable diaper sama sekali. (Sazkia Ghazi/Image:Dok.Cosmo Pregnancy)