Celebrity

Rinni Wulandari: Ekspresif, Dewasa dan Seksi

  by: Silvya Winny       11/8/2015
  • Terlepas dari label yang membesarkan namanya, Rinni kini menjadi lebih dewasa – baik dari sisi musikalitas hingga kepribadiannya. Simak interview spesial Cosmo dengan wanita mungil (dan seksi) berikut ini.

    Cosmo (C): Hi Rinni! Cerita dong, mengenai album keduanya.

    Rinni Wulandari (RW) : Hi Cosmo! Album kedua ini butuh waktu yang cukup lama lho – 8 tahun terhitung dari album pertama. Sebelum membuat album ini, saya sempatkan diri untuk kuliah dulu, lalu membuat beberapa single. Nah, di album kedua genre-nya RnB, jadi lagu-lagunya lebih edgy dan seksi. Album ini menunjukkan diri saya apa adanya. Saya sendiri yang membuat konsepnya, dan pembuatannya benar-benar datang dari hati.



    C: Kenapa memilih genre RnB?

    RW: Karena sekarang saya sudah membuat management sendiri. Di bawah label independent, saya lebih bebas berkreasi dalam bermusik. Lagu-lagunya kini benar-benar menunjukkan musikalitas dan passion saya, which is RnB. Saya memang dari kecil sudah suka banget sama RnB, bahkan sejak masih 9 tahun.

    C: Oh wow! Lalu siapa sih inspirasi Anda saat tampil?

    RW: Inspirasinya bisa datang dari artis manapun, tidak hanya dari artis RnB saja. Kebanyakan sih, solois wanita seperti Beyonce, Katy Perry, Rihanna, The Ting Tings. Tapi saya juga suka dengan penampilan Justin Bieber saat di atas panggung. Oh ya, belakangan ini saya juga penasaran dengan aksi panggung Ariana Grande.

    C: Apa yang Anda pelajari dari mereka?

    RW: Banyak! Saya belajar mengenai cara mereka berkomunikasi, gimick saat di panggung, stage act-nya, lighting, banyak deh. Mereka jadi inspirasi buat saya.

    C: Kendala apa saja yang biasa dialami saat di atas panggung?

    RW: Biasanya di monitor atau di teknis. Kadang saat di atas panggung, setting saat soundcheck dan perform itu berbeda. Suaraku jadi kurang jelas terdengar, atau feedback di mana-mana. Maka dari itu saat bernyanyi, tidak bisa terlalu berkonsentrasi karena harus lihat kanan kiri dan aware dengan sekitarnya.

    C: Masih suka nervous?

    RW: Terkadang begitu. Apalagi kalau event-nya besar, pasti nervous. Sebesar apapun artisnya, walaupun jam terbangnya panjang, pasti masih gugup. Tapi mungkin nervous-nya lebih ke excited. Kadang nervous juga kalau saya tidak menyanyi lagu saya sendiri, apalagi kalau liriknya panjang. Saya takut salah lirik, hehehe.

    C: RnB mengharuskan Anda untuk menari, ada masalah dengan hal tersebut?

    RW: Basically saya suka dance. Jadi tidak ada masalah.



    C: Punya koreografer khusus?

    RW: Yup.

    C: Gaya pakaian Anda sekarang sepertinya sedikit berbeda ya.

    RW: Betul, sekarang saya lebih sering bereksperimen dengan gaya pakaian. Misalnya saja belakangan ini saya sedang suka menggunakan crop top dan sneakers. Senyaman saya saja pokoknya. Asalkan simple dan edgy.

    C: Apa target Anda dalam karir?

    RW: Saya masih ingin terus bernyanyi, masih ingin membuat album, dan nanti saat lagu saya sudah banyak, saya ingin punya konser tunggal.

    C: Kalau target dalam dunia asmara?

    RW: Haha... Duh, target saya mencari pasangan dulu deh.

    C: Tipe pria idaman?

    RW: Hmmm... manly, tinggi, sixpacks, bisa bikin saya tenang dan aman, mengerti diri saya, seagama, humoris, dan saya suka cowo yang tanned, enak dilihat. Oya, pria yang aku suka juga biasanya yang siap melakukan hal-hal “gila”. Kalau jaim sih lewat, hahaha!

    C: Apakah Anda tipikal wanita yang romantis?

    RW: Saya tergolong wanita yang super romantis, haha! I can do anything for someone that I really love. Saya bisa saja menyempatkan waktu hanya untuk sekadar melakukan hal-hal kecil demi pria yang saya cintai. Misalnya waktu itu saya sakit dan baru pulang dari luar kota, tapi saya sempatkan untuk mampir ke kantornya untuk membawakan dia kue. Surprise kecil, but I mean it. Saya tipe wanita yang all out, dan pastinya, setia.

    C: Hmmm, apa sih perfect date versi Rinni?

    RW: Gak perlu planning karena saya suka yang spontan. Hal-hal seperti itu yang biasanya membuat saya berani berbuat lebih dari biasanya. (Salli Sabarang & Alvin Yoga / VP / Image: Dok. Cosmo)