Career

Cara Berhadapan dengan Orang Lebih Tua di Kantor

  by: Adya Azka       14/8/2015
  • Anda baru saja dipromosikan ke posisi manajerial, dan kini yang membuat Anda resah adalah mesti memimpin karyawan yang usianya lebih tua dari Anda. Here are the things you need to know, ladies.

    Treat them with respect—just like everyone else
    Ya, mereka sama saja kok dengan karyawan Anda lainnya yang punya skill spesifik yang Anda butuhkan untuk menuntaskan projek. Usia boleh berbeda, namun dalam ruang lingkup profesional, Anda tetap mesti berinteraksi secara profesional. Yang berarti, tak usah segan untuk memberikan perintah (dengan sopan) dan menegur mereka kalau melakukan kesalahan.

    You can still motivate and train them
    Janganlah terjebak klise, “it’s difficult to teach old dogs new tricks” (suatu yang istilah yang sebenarnya agak ofensif ya). Sebaliknya, Anda tetap bisa memotivasi mereka namun dengan pendekatan berbeda: lantaran faktor usia mungkin janji promosi tak terlalu efektif, maka sebaiknya motivasi Anda berwujud pujian atas performa mereka. Dan tidak apa-apa kok mengikutsertakan mereka ke dalam sebuah training atau workshop (tentang social media mungkin?). Bila prinsip mereka adalah “information is power”, well, tentu mereka akan sangat mengapresiasinya.



    Meet Their Need
    Di sinilah kefleksibilitasan Anda dibutuhkan: orang dalam range usia lebih dewasa tentu memiliki kebutuhan berbeda, namun jangan asumsi mereka tipe orang yang mesti pulang cepat. Yup, yang berarti menjamin mereka mendapat benefits yang selayaknya, seperti asuransi, dana pensiun, dan medical checkup.



    You Don’t Have To Act Bossy
    Well, ini berlaku dalam menghadapi siapa saja sih, tapi mungkin karena berhadapan dengan orang yang lebih tua ada kecenderungan Anda mesti memasang postur bak pemimpin supaya terlihat berwibawa (atau galak), yang justru berisiko terlihat arogan. Wrong, honey, dan mereka tak akan peduli dengan postur seperti itu—all they care about is receiving a clear instructions from you!

    They can be mentors
    Kerap anak muda zaman sekarang memandang orang yang lebih tua hanya dari faktor kelipatan angka usianya saja, yang mendorong candaan bersifat ageist atau justru malah meremehkan. Tapi coba lihat dari perspektif ini: pertambahan usia tersebut justru mengindikasikan pengalaman dan keahlian, so use it to your advantage. Gunakanlah ilmu dan pengalaman dari karyawan Anda yang lebih tua untuk mementor karyawan-karyawan muda. Dan, who knows, Anda pun dapat menyerap pelajaran baru dari mereka. It’s a win win situation! (Sahiri Loing / SW / Image: Wavebreakmedia Ltd / Thinkstock)