Career

Strategi Bekerja Lebih Banyak di Waktu Terbatas

  by: Silvya Winny       26/8/2015
  • Salah satu penyebab stres dalam bekerja adalah bekerja terlalu keras. Tapi jangan khawatir dear, Anda tentu bisa kerja lebih produktif  meski dalam waktu yang terbatas. Simak tip Cosmo berikut ini!

    Refresh Otak dengan Browsing
    Jangan selalu menganggap membaca berita selebriti atau menonton video binatang lucu sebagai kegiatan tak berguna. Penelitian dari Universitas Hiroshima di Jepang mengungkapkan menonton video hewan yang menggemaskan membuat hati lebih bahagia sehingga Anda makin fokus dalam bekerja.

    Tidur Cukup
    Kurang tidur jelas menyebabkan tubuh lesu dan mengurangi produktivitas. Mulai saat ini kurangi begadang agar tubuh tetap segar esok harinya. Pastikan juga untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.



    Kerja dengan Interval 90 menit
    Ilmuwan asal Rusia Nathaniel Kleitman mengungkapkan tubuh manusia bisa mengirim sinyal saat butuh istirahat seperti lapar, mengantuk, dan hilang fokus. Seringnya, kita mencari cara untuk memacu energi dengan minum kopi, makan makanan manis, dan hingga akhirnya stres. Jadi mulai kerja 90 menit lalu istirahat selama 15 hingga 20 menit.

    Jangan Paksakan Diri
    Saat Anda tak kuat menyelesaikan pekerjaan yang tak harus selesai hari itu jangan memaksakannya. Sebaiknya istirahat dulu dan lakukan hal lain. Setelah itu kembali bekerja saat sudah merasa fresh.




    Matikan Notifikasi
    Jangan biarkan pop up notifikasi media sosial di smartphone Anda mengganggu pekerjaan. Matikan notifikasi media sosial dan pesan instan. Jadwalkan waktu-waktu tertentu untuk mengeceknya, misal 2 jam sekali.

    Dengarkan Musik
    Mendengarkan musik favorit saat bekerja dapat merilis dopamin di otak yang bisa menimbulkan perasaan bahagia. Penelitian Teresa Lesiuk dari University of Miami membuktikan pekerja yang mendengarkan musik lebih kreatif dan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat daripada di suasana hening.

    Pergi Berlibur
    Menurut penelitian Family and Work Institute di New York, hasrat ingin berlibur yang tak terpenuhi bisa membuat pekerja tak fokus dan ingin marah. Selain itu sepulang dari berlibur, performa dan produktivitas kerja akan membaik. (Soca Massardi/VP/Image: Outnow.ch)