Better You

7 Mitos tentang Hubungan yang Tidak Boleh Dipercaya

  by: Silvya Winny       26/8/2015
  • Anda pasti telah mendengar sejuta mitos yang dapat membuat hubungan langgeng. Beberapa diantaranya memang benar, tetapi tidak jarang mitos tersebut justru mengantarkan Anda pada perpecahan hubungan. Seperti tujuh mitos di bawah ini.

     

    Pasangan Tidak Perlu Saling Menggoda



    Salah besar, dear. Anda justru harus menggoda pasangan untuk membuat hubungan langgeng. Pria sangat tertarik dengan wanita yang berani untuk menggodanya. Sesekali buatlah kejutan dengan mengirimkan pesan seksi saat si dia sedang berada di kantor. Bisa dipastikan hubungan pun akan semakin “panas”.

     


    Berkata Jujur Setiap Saat

    Berkata jujur pada pasangan memang penting tetapi bukan berarti tidak memberikan batasan sama sekali. Memiliki hubungan dengan seseorang bukan berarti Anda harus kehilangan privasi. Selain itu, penelitian yang diterbitkan oleh jurnal The Royal Society Pubishing juga menunjukkan bahwa white lies atau berkata bohong untuk melindungi perasaan pasangan dapat memperkuat hubungan.

     

    Bad Sex = Incompatibility

    Ada perbedaan antara ketidakcocokan seksual dan seks yang buruk. Seks yang tidak menyenangkan tidak selamanya menandakan kalau Anda tidak cocok dengan pasangan. Hal lebih mendasar seperti tidak menyukai bau pasangan justru lebih fatal. Seks yang buruk justru dapat dapat diperbaiki dengan mudah lewat mengeksplorasi diri dan berkomunikasi dengan pasangan.

     

    Pasangan Harus Menjadi Sahabat Baik



    Tentu memiliki pasangan yang dapat menjadi sahabat baik adalah hal yang menyenangkan. Namun, menurut ahli hubungan Esther Perel, berharap seseorang dapat menjadi segalanya akan memberikan tekanan pada hubungan. Tidak perlu memaksakan si dia menjadi sahabat baik Anda karena hubungan dengan pasangan dan sahabat seharusnya menjadi dua jenis hubungan yang berbeda.

     

    Pertengkaran Menandakan Hubungan Tidak Sehat

    Bukan jumlah pertengkaran yang menjadi tanda dari hubungan tidak sehat, melainkan sikap Anda dan si dia saat bertengkar. Peneliti John Gottman menemukan bahwa stabilitas pasangan didefinisikan oleh cara mereka berinteraksi selama perkelahian. Selama pertengkaran terjadi untuk menemukan sebuah solusi alih-alih untuk memenangkan atau menyakiti pasangan, hubungan Anda dan si dia justru akan semakin kuat.

     

    Sekali Selingkuh akan Selalu Selingkuh

    Para ahli telah menyetujui kalau seseorang yang selingkuh tidak selamanya akan mengulangi kesalahannya tersebut. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang selingkuh, sebagian besar sebenarnya tidak berasal dari hubungan yang dijalani melainkan dari dalam diri orang tersebut. Dengan berkonsultasi dengan para ahli, pria yang kerap berselingkuh dapat menghentikan kebiasaan buruknya ini.

     

    Memaafkan dan Melupakan adalah Cara Menghadapi Tukang Selingkuh

    Jika setelah si dia berselinguh Anda memutuskan untuk mencoba memperbaiki hubungan, memaafkan dan melupakan bukan cara yang tepat. Hal yang pertama, Anda tidak boleh melupakan kesalahan yang dia lakukan. Yang kedua, memaafkan menjadi akhir dari proses memperbaiki hubungan dengan si dia. Dengan begitu, si dia akan lebih menghargai hubungan yang dimiliki. (Hana Devarianti/VP/Image: Sony Pictures)