Career

Career Lessons from CEO Zeno, Barby Siegel (Part 2)

  by: RedaksiCosmopolitan       1/8/2016
  • Rasanya Cosmo ingin mencuri banyak ilmu dari wanita fearless ini. Lucky for you, CEO Zeno, Barby Siegel yang ditemui Assistant Managing Editor Cosmo, Vidi Prima pertengahan Juli 2016 lalu dengan senang hati berbagi beberapa pelajaran karier untuk Anda. Ready to learn something from her? Here we go!

    Cosmo (C): Bagaimana Anda melihat wanita yang berbisnis dan berkarier saat ini?

    Barby Siegel (BS): Saat ini ada banyak issue di antara wanita-wanita muda yang berbisnis – tentang motherhood hingga bagaimana menyeimbangkan itu semua. Saya pikir dalam segala bisnis selalu banyak kesempatan bagi wanita untuk bersinar. But you know what, pria atau wanita, pada akhirnya itu semua adalah tentang kerja keras, melakukan yang terbaik, dan membantu satu sama lain. I think women help each other forming the sisterhood. You know you can’t be competitors all the time.



    C: Menurut Anda, apa yang harus dilakukan banyak wanita muda saat ini?

    BS: Wanita zaman sekarang harus lebih memupuk personal network. Dan saat ini, terima kasih kepada teknologi, itu semua bisa jadi lebih mudah. Orang yang Anda kenal 10, 15, atau 20 tahun lalu bisa jadi akan menjadi orang penting dalam bisnis di masa depan – entah ia akan menjadi klien, kolega, atau malah mengenalkan Anda pada kesempatan bisnis.


    C: Perlukah seseorang memiliki passion lain di luar pekerjaannya?

    BS: Setiap orang harus memiliki passion di luar pekerjaannya – sesuatu yang selalu Anda pikirkan, Anda nantikan. Anda mungkin ingin menari, memasak, membaca, something that you look forward to going to give yourself a break. Pada akhirnya, Anda akan menjadi lebih baik jika memiliki itu.

    C: Apakah Anda juga aktif di social media?

    BS: Saya suka Instagram. Twitter biasanya untuk bisnis. Facebook juga suka, walau tidak terlalu aktif. I’m not an over-poster, but I like to see what’s going on.

    C: Apa hal pertama yang Anda perhatikan ketika ingin mempekerjakan seseorang kandidat?

    BS: I think their overall, mulai dari bagaimana cara mereka mempresentasikan diri, tingkat keingin-tahuan mereka, dan yang penting mereka tahu apa yang mereka inginkan. Saya juga ingin tahu apakah mereka telah melakukan riset sebelum wawancara atau belum, apakah mereka tahu mau ditempatkan di mana, dan apakah mereka mengerti perusahaan yang mereka tuju. Saya juga tertarik pada orang yang sangat percaya diri, people who have a point of view. Dan saya tidak ingin jika orang tersebut sampai harus membuat sang pewawancara menunggu untuk mengetahu informasi tentang dirinya. Boleh sedikit agresif tapi tidak terlalu agresif dalam mengatakan apa yang membuat mereka tertarik.

    C: Apa saran Anda bagi wanita yang ingin memulai bisnisnya sendiri?

    BS: Follow your passion and don’t be afraid to give it a try. Mengapa tidak? Anda tentu tidak mau hidup dengan penyesalan dan berkata, “Seandainya saja saya melakukan ini.”



    C: Pelajaran karier apa yang pernah diberikan ibu Anda yang masih diterapkan hingga sekarang?

    BS: Almarhum ibu pernah berkata, “Tuhan memberikan kamu mulut. Gunakanlah.” Jika Anda butuh sesuatu, bicaralah. Dan saya pikir sangat baik bagi orang untuk mampu berbicara dan mengiklankan dirinya sendiri. Anda harus mengetahui apa yang Anda mau dan mengejarnya. Dan saat Anda mengejarnya, semoga saja ada orang yang akan membantu Anda mencapainya. Tapi ingat, Anda hanya akan mendapat bantuan jika Anda memintanya, and you make your intentions known.

    C: Apa hal terpenting dalam menjalani karier menurut Anda?

    BS: Dua kualitas yang menurut saya sangat penting; one is to be human, two is to be real. Saya pikir wanita tak harus menjadi robot ketika berkarier atau harus berpura-pura untuk menjadi robot. Saya tidak bilang jika kita harus menangis di tempat kerja, tapi menunjukkan jika Anda adalah makhluk hidup itu penting. Anda mungkin tidak memiliki semua jawaban atas semua pertanyaan dan sangat bagus jika Anda menunjukkan emosi-emosi itu. And to be real, be true to who you are. Jangan menjadi seseorang yang bukan Anda. Figure out who you are, and own it. (Vidi Prima / VP / Image: doc. Cosmopolitan Indonesia)

     

    Baca juga: 

    Belajar Fearless dari CEO Zeno, Barby Siegel (part 1)

    Film-Film yang Wajib Ditonton Wanita Karier

    7 Hal yang Dilakukan Para Wanita Sukses dalam Karier

    5 Kesalahan Wanita Karier di Usia 20an