Lifestyle

Suicide Squad, Ketika Rangkaian Penjahat DC Jadi Jagoan

  by: Redaksi       4/8/2016
  • The Plot

    Demi menjaga keamanan negara dari serangan metahumans pasca kematian Superman, agen intelijensi pemerintah, Amanda Waller (Viola Davis), ingin merekrut tim supervillains yang dapat dikorbankan di medan perang. Mereka adalah sang penembak jitu, Deadshot (Will Smith), si psikopat Harley Quinn (Margot Robbie), Captain Boomerang (Jai Courtney), sang manipulator api, El Diablo (Jay Hernandez), Killer Croc (Adewale Akinnuoye-Agbaje), dan ahli pedang Katana (Karen Fukuhara).



    Tak lama, tim unik yang dipimpin oleh Rick Flag (Joel Kinnaman) ini mesti terjun langsung ke tengah kota Midway City yang sedang diteror oleh sang penyihir Enchantress (Cara Delevigne), sementara tak jauh The Joker (Jared Leto) membayangi gerak-gerik mereka supaya bisa bertemu kembali dengan sang kekasih, Harley.

    The Fun

    Seperti diduga, jawabannya adalah...Harley Quinn! Karakternya yang sangat girly namun superpsychotic memang terkadang terasa janggal di tengah dunia Suicide Squad yang gelap dan suram. Tapi memang kekontrasan itulah yang kian mencuatkan sosok alter ego Harleen Quinzel tersebut. Bahkan bisa dibilang palet warna poster serta opening dan closing credit film yang diadaptasi dari komik DC ini didikte oleh pilihan kostum Harley yang colourful, sementara Enchantress—yang tampilannya lebih mengandalkan efek visual—mengenakan kostum yang cenderung memamerkan kulit.

    Yang pasti, Margot Robbie looks like she’s having fun with the role (lengkap dengan aksen Brooklyn yang tentu telah ia kuasai sejak main di Wolf of Wall Street), dan tak pernah terasa ia overacting melakoni debut peran sang mantan psikiater yang jatuh cinta dengan The Joker itu, yang merupakan pertanda kemampuan akting yang mumpuni.

    Good Chemistry

    Secara keseluruhan, Suicide Squad terasa lebih fun dibandingkan film-film DC sebelumnya yang kerap dikritik oleh para pengamat film, apalagi dengan kehadiran Will Smith yang tetap memancarkan karisma khasnya; hunk Jai Courtney yang kini diberikan peluang untuk tampil nyeleneh dengan aksen asli Australianya (well, he is Captain Boomerang!); dan chemistry antar anggota skwad sendiri cukup bagus serta natural lengkap dengan dialog yang (terkadang) witty. Of course, ada juga performa Jared Leto sebagai The Joker versi punk rock yang...okay; tranformasi fisikalnya cukup mengesankan namun karakterisasinya sendiri terlalu tipis (yang mungkin bakal “dicicil” untuk film-film berikutnya).

    Alur cerita tetap terasa gritty ala film DC lainnya tapi tetap mempertahankan elemen fantastis dari sumber komiknya, apalagi pas di pengujung cerita saat satu karakter berubah jadi tengkorak dibalut kobaran api.Yes, it’s all F.U.N, seperti yang—entah kenapa—“dituntut” oleh audiens (atau hanya film critic?), meskipun menurut Cosmo, yang terpenting adalah: cerita dan struktur, which brings us to...

    The Not-so-Fun

    Lagi-lagi kritikus film menggempur Suicide Squad dengan ulasan yang buruk, dan jelas hal tersebut merupakan kekecewaan kedua bagi DC Films setelah Batman v Superman. Tapi menurut Cosmo, Suicide Squad is not bad... but also not great. Dan alasannya adalah soal struktur dan villain utamanya. Sang sutradara dan penulis naskah, David Ayer (Fury), tampaknya memang ingin membuat cerita di mana para antiheroes ini langsung beraksi sementara flashback tentang masa lalu mereka diselipkan di tengah-tengah cerita, tapi konsekuensinya adalah plot yang tidak berjalan secara organik.

    Film diawali dengan adegan introduction yang memang keren dan flashy (“he’s Deadshot, the best sharpshooter in the world” atau “she’s Harley Quinn, The Joker’s pychotic girlfriend”) namun yang setelahnya tiba-tiba berbelok tajam langsung menuju third act (atau bagian terakhir) ketika tim mesti turun ke lapangan untuk berhadapan dengan kaki-tangan Enchantress yang tak berwajah (dan gampang dikalahkan). Jarang ada adegan anggota tim bersosialisasi dan kalaupun ada semuanya bersifat penjelasan/penyesalan akan masa lalu.

    Di luar tim inti, sebenarnya asimilasi Katana ke dalam tim terasa janggal sementara ada satu penambahan karakter di tengah film namun yang tak lama kemudian malah dibunuh bahkan sebelum ikut andil dalam misi. What a waste of talent...

    Too Witch-y of an Ending



    Dan, seperti disebut di atas, memang disayangkan mengapa mereka memilih sebagai villain utamanya seorang penyihir yang membuat ending cerita terlalu bernuansa paranormal lengkap dengan klise blockbuster Hollywood yang menampilkan pusaran energi di langit (contoh terakhir adalah Ghostbusters), sehingga tidak ada tandingan flesh and blood yang layak dilawan oleh tiap anggota Squad. FYI, alasan mengapa Enchantress jadi penjahat sendiri merupakan kesalahan Amanda Waller (atau bisa juga sang arkeolog, June Moon, yang jadi host roh sang penyihir), but we’ll let you discover it for yourself.

    The Fearless

    Well, di luar segala kekurangannya, Cosmo tetap merekomendasikan Suicide Squad, meskipun yang bakalan suka banget mungkin adalah pacar Anda (yang tidak memiliki pikiran kritis) atau yang penggemar DC atau superhero films yang fanatik. Cosmo watched it for Margot Robbie’s deliciously wicked performance as Harley Quinn, dan semoga ke depannya dia punya peran lebih signifikan entah di film solonya sendiri atau jadi penjahat utama dalam film Batman berikutnya.

    Bila Anda penggemar berat DC, jelas akan girang melihat cameo dari Batman dan satu superhero lain, dan jangan langsung pulang setelah closing credit title berjalan karena tak lama setelah itu ada post-credit scene yang berkaitan dengan film Justice League (2017).

    Kesimpulannya

    Bila film-film Marvel bisa diandaikan sebagai “anak-anak yang tekun dan disiplin dengan nilai rapor yang cemerlang”, maka film keluaran DC adalah “the emo and rebellious bad boys/girls who doesn’t give a f**k what you think”, dan rasanya Suicide Squad merupakan perwakilan yang sempurna...

    Cosmo Rates

    (Sahiri Loing from theloveofcinema.weebly.com / VP / Image: doc. outnow.ch)

     

    Baca juga:

    Lokasi Bercinta Favorit Cara Delevingne & Margot Robbie

    Margot Robbie Kekasih Baru Alexander Skarsgard?

    Keisengan Henry Cavill di Comic-Con 2016

    11 Film yang Harus Ditonton Sepanjang Tahun 2016