Love & Sex

Cara Menghadapi Masalah Dengan Pasangan Dalam 10 Menit

  by: Silvya Winny       20/8/2016
  • Relationship Anda belakangan sedang mengalami “koma”?  Situasi emergensi ini bisa teratasi dalam hitungan 10 menit! Coba mulai hitung mundur dari sekarang.

    Menit 10
    Catat Kekesalan Anda

    Mencatat satu per satu apa isi omelan dan argumen Anda adalah sebuah rahasia yang bisa membuat hubungan Anda bahagia. Jangan salah mengartikan. Ini bukan akun penyimpan “dosa” (yang isinya daftar panjang ucapan Anda dan si dia selama pertengkaran berlangsung), melainkan Anda menulis seolah-olah Anda seorang pengamat luar saat pertengkaran terjadi. Peneliti relationship bahkan sudah menghabiskan dua tahun untuk menguji cara ini pada 120 pasangan. Hasilnya, amat menjanjikan! Setelah menuangkan dalam tulisan, para pasangan ini merasa lebih dicintai, dan tidak stres bila perbedaan pendapat terjadi lagi kelak.

    Menit 9
    Berhubungan Seperti Pasangan LDR

    Pepatah ini ternyata cukup “sakti” bila dalam relationship: Saat jauh, hati jadi terasa dekat. Anda tahu kenapa pasangan LDR lebih sering berbunga-bunga daripada galau? Karena ada ambisi besar yang mendorong keduanya untuk saling berkabar, ngobrol di penghujung hari – kalau perlu sampai lewat jam malam. Maka, jauhnya jarak tidak membuat duo long-distance kehilangan sparks. Apabila “perjuangan” itu bisa membuat pasangan LDR bertahan lama, tentu saja hal yang sama pun bisa mengeluarkan hubungan Anda dari bahaya. Kalau chatting mulai terasa membosankan, manfaatkan aplikasi SnapChat di smartphone untuk bertukar foto atau video diselingi kalimat romantis. Ini membuat dialog jadi makin bermakna dan (jangan bohong!) buat Anda senyum-senyum sendiri.



    Menit 8
    5-Minutes Physical

    Anda bisa betah duduk nyaris berjam-jam di sofa menatap serius serial The Affair, tanpa terusik dengan kehadiran si dia – di sebelah Anda – yang menunggu-nunggu mendapatkan sentuhan, ciuman, at least... perhatian dari Anda. Nyatanya? Ziinngg! Sekarang, tanpa harus tunggu 1 episode selesai, langsung tarik si dia dekat ke Anda, banjiri dengan ciuman, manjakan ia dengan memberi pijatan lembut di kepala – 5 menit saja. “Tidak perlu terlalu dramatis dan terkesan dipaksakan,” ujar Christina Spaccavento, seorang sex therapist and relationship specialist, “Yang penting ia tahu Anda ada saat itu untuknya selama 100%, tanpa memikirkan hal lain.”

    Menit 4
    Be a Chameleon

    Saat merasa tak “terhubung” dengan si dia, tiru trik ini: Cobalah dengan halus meniru bahasa tubuhnya. Teori ini benar adanya, karena manusia secara alami tertarik pada orang-orang yang memiliki sifat yang sama, tanpa tanpa sadar menirunya. Ini yang disebut peneliti dengan chameleon effect, “Sebuah cara komunikasi non-verbal yang dapat membangun trust, dan menumbuhkan kedekatan,” ujar seorang psikolog Meredith Fuller.


    Menit 3
    Show Him Your Talent

    Apakah itu dengan memamerkan kepandaian “lidah” berbahasa Prancis (hasil les selama ini), kebolehan twerking melebihi Miley Cyrus, atau mencoba rapping ala Iggy Azalea, pokoknya, perlihatkan pada si dia. Ketika melihat pasangannya memperlihatkan kelebihan yang ia punya (tanpa rasa canggung sedikitpun), menurut peneliti, akan memanggil ingatan si dia mengapa ia bisa jatuh cinta pada Anda pertama kali. Buat ia ingat kembali, betapa spesialnya Anda di matanya. Dengan begitu si dia akan makin termotivasi untuk menambah kadar sayangnya pada Anda.

    Menit 2
    Do One Little Thing

    Pria memang sulit ditebak. Mungkin Anda baru tahu fakta bahwa kadang-kadang, pria membutuhkan reminder dari Anda hanya untuk mengingatkan kalau Anda masih mengaguminya sebagai pasangan. Mungkin dalam hatinya ia sangat menunggu-nunggu momen Anda muncul menawarkan seporsi chicken tandoori buatan Anda plus sesi pijat setelah ia lelah mencuci mobil, atau ketika Anda membawa satu gelas latte sepulangnya dari kantor karena mendengar suaranya mulai serak di ujung telepon, pokoknya, sesuatu yang di luar kebiasaan Anda. Sesuatu yang memperlihatkan kasih sayang pada dirinya.



    Menit 1
    Panggil Ia Dengan Nama

    Bicara soal nama, apa Anda masih bisa ingat kapan terakhir kali Anda memanggil si dia dengan sebutan nama, yang diucapkan dengan nada mesra? Mungkin Anda tak menganggapnya serius, namun untuk ukuran level hubungan yang sudah berjalan hitungan tahun, unsur suprise bisa membuatnya kembali on fire. Namanya Jeremy? Panggil ia Jeremy, daripada baby-boo, untuk memicu perasaan kedekatan yang tak diduga. Mendengarnya namanya disebut oleh orang yang spesial untuknya, ya Anda, can make you feel really loved and cared for. Jangan remehkan magisnya panggilan nama! (Silvya Winny / Image: karelnoppe / Shutterstock / Click Photos)

    BACA JUGA:

    5 Penyebab Hubungan Serius Berakhir

    Tanda Hubungan Anda Dalam Masalah

    Masalah Hubungan Asmara Dijawab Oleh Tara Basro